Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kupas Persoalan Pelaku Usaha dan UMKM Bersama Program Weda Averroes

Redaksi by Redaksi
Januari 26, 2023 3:56 pm
in Peristiwa
Keseruan pelaku UMKM perempuan ikuti serangkaian program WEDA yang diinisiasi Komunitas Averroes.

Keseruan pelaku UMKM perempuan ikuti serangkaian program WEDA yang diinisiasi Komunitas Averroes. Foto / Feni Yusnia

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Komunitas Averroes mewadahi keluh kesah para pelaku usaha perempuan terkait persoalan dan tantangan UMKM. Kegiatan yang digelar guna menguatkan peran strategis UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional ini bertempat di Hotel Gets, Kamis (26/1/2023).

Berlangsung gayeng, pertemuan Dissemination Program Women Economic Development Academy (WEDA) ini dikemas dalam bentuk talkshow dengan tema Technology Disruption and Transformation of SME’s.

READ ALSO

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Dua Kecelakaan Tabrak Belakang Truk di Kabupaten Malang, Satu Tewas dan Pelajar SMP Patah Rahang

Sebab itu, kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber dari berbagai pihak terkait. Baik pegiat UMKM, akademisi maupun pemerintah daerah di Kota Malang dan Kota Batu.

Narasumber dalam Dissemination Program WEDA bertajuk Talkshow Technology Disruption and Transformation of SME’s. Foto / Feni Yusnia

Mereka adalah Kepala Inkubator Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Wahdiyat Moko; Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Muhammad Baihaqi; dan Pengelola Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu, Yossi Hendrawan.

Ketua Averroes, Sutomo menyampaikan forum ini bertujuan untuk mendukung kesetaran gender pada sektor ekonomi melalui peningkatan kemampuan dan penguatan skill UMKM.

Penguatan yang dimaksud, terdiri atas pengembangan keterampilan, literasi melalui pemanfaatan digital platform.

“Maka, progam Weda ini terus berkolaborasi dengan berbagai macam pihak mulai pemerintah Kota Malang, Kota Batu hingga beberapa kampus dan pegiat UMKM di Kota Malang dan Kota Batu,” ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan agar pelaku UMKM bisa naik kelas.

Suasana talkshow program WEDA Averroes bersama praktisi dan pemerintah daerah. Foto / Feni Yusnia

“Perempuan hari ini adalah perempuan yang kompeten, yang hebat. Jadi tidak hanya ngomong sekedar gender tapi kita lampaui batas gender sehingga perempuan itu mampu dan hebat,” sambungnya.

Sementara itu, Wahdiyat Moko menjelaskan tulang punggung perekonomian negara saat ini adalah UMKM. Dimana sebagian besar UMKM adalah perempuan yang notebene punya peran ganda.

Karenanya, perlunya berjejaring, termasuk bergabung dalam program WEDA. Tak hanya sekedar tempat saling curhat namun kehadiran komunitas itu akan bisa saling membantu terkait banyak hal.

“Pengusaha UMKM perempuan harus mengikuti perkembangan bagaimanapun beratnya agar tidak tertinggal. Terlebih di tengah gempuran teknologi infomasi yang sangat cepat,” urainya.

Muhammad Baihaqi menjelaskan, di Kota Malang ada sekitar 19.870 UMKM yang terdaftar. Dimana, ribuan pelaku usaha itu didominasi oleh perempuan dengan mencapai 10.063 UMKM.

Foto bersama jajaran narasumber. Foto / Feni Yusnia

Namun, hanya ada sekitar 3 ribu UMKM yang memiliki NIB. “Itu kan sangat jomplang. Sehingga kalau ditimbang secara gender juga, maka program Weda ini sangat sesuai (untuk mendorong UMKM naik kelas),” urainya.

Ia berharap pelaku usaha ini juga dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Diskopindag Kota Malang, salah satunya klinik UMKM. Baihaqi turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai wadah untuk mempertemukan para pelaku ekonomi di Malang.

“Saya sangat berterimakasih atas kesempatan dari Averroes dan peserta yang memberi saran dan masukan. Ini akan menjadi pembenahan di kami,” paparnya.

Senada, Yossi Hendrawan menambahkan, jika secara kualitas produk UMKM baik di Kota Malang dan Kota Batu sudah baik. Meski demikian, akses pelatihan dan pendampingan penggunaan e-commerce UMKM terus didorong guna memantik pelaku usaha untuk terus berkembang.

“Mental pengusaha memang harus dibentuk dari sekarang. Jangan pernah malu, jangan menyerah karena peluang itu banyak. Apalagi Malang Raya ini jujugan wisata. Maka bagaimana agar produk kita bisa dikenal masyarakat. Komitmen, konsisten dan fokus, itu penting,” tukasnya.

Capaian Program WEDA

Program Manager WEDA, M Mujtabah menuturkan, selain perserta regular WEDA sejumlah 80 pelaku UMKM dari Kota Batu dan Kota Malang. Kegiatan yang digaungkan dalam rangka memperkuat digitalisasi UMKM ini juga diikuti oleh pihak-pihak lain yang selama ini berkolaborasi bersama di program WEDA.

Ketua Komunitas Averroes, Sutomo. Foto / Feni Yusnia

“Diseminasi (pertemuan) ini untuk menandai bahwa program WEDA yang telah berjalan selama 6 bulan ini telah ditutup. Akan tetapi bukan berarti proses kami untuk terus mendampingi pelaku UMKM akan berakhir. Melalui program kami yang lain, kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui tranformasi digital akan terus kami lanjutkan,” tuturnya.

Selama berjalannya pendampingan, diperoleh bahwa 85 persen peserta program sudah mendapatkan izin usaha. Sedangkan selebihnya, masih dalam proses.

Para pelaku usaha didapati telah mempelajari pencatatan laporan keuangan. Praktiknya, bahkan dibantu oleh akademisi dari STIE Malangkucecwara.

“Dari aspek keuangan juga dirasakan manfaatnya. Bahkan salah satu peserta menyatakan terimakasih karena bukan hanya diajari tapi juga dikasih template. Sehingga lebih memudahkan,” terang dia.

Di samping itu, pelaku UMKM ini juga bisa tersambung sekaligus memanfaatkan platform digital secara maksimal. “Nyambung mungkin gampang tapi bagaimana memanfaatkan ini sebagai media promosi atau penjualan itu yang kami jembatani,” terangnya.

Salah seorang peserta program WEDA, Nur Hasanah, 52 mengaku salah satu faktor pendorongnya untuk terlibat dalam komunitas ini adalah keinginan untuk terus belajar. “Saya ikut WEDA tujuannya upgrade kemampuan agar bisa berkembang. Apalgi sekarang digitalisasi,” kata perempuan asal Ngaglik, Kota Batu itu.

Ditambahkan, Nur Hasanah bersama sang suami merupakan salah satu warga yang terdampak pengurangan karyawan pada saat pandemi COVID-19 di tahun 2020. “Saya dulu korban PHK hotel saat pandemi. Saya bingung karena saat itu suami juga dirumahkan,” jelasnya.

Sejak itu, dirinya kembali menggeluti usaha makanan bernama Dapoer Takanz. Bergabung ke PLUT Kota Btu, kemudian ia mendapat informasi terkait komunitas program WEDA.

“Saya berharap saya punya banyak channel pemasaran yang lebih besar. Dengan WEDA, otomatis channel lebih banyak dan pemasaran berkembang. UMKM kan bisa berkembang salah satunya kalau pemasarannya besar,” tandasnya.

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Herlianto. A

Tags: averroesKomunitas Averroeskota malangtalkshowUMKMWEDA

Related Posts

Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Kecelakaan Tabrak Belakang
Peristiwa

Dua Kecelakaan Tabrak Belakang Truk di Kabupaten Malang, Satu Tewas dan Pelajar SMP Patah Rahang

Minggu, 31 Mei 2026
Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Next Post
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari (kanan), saat memberi peringatan kepada petugas bank titil.

Viral, Anggota DPRD Kota Batu Marah Ada Warga Diperas Bank Titil

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.