Tugumalang.id — Suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Krajan, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berlangsung semarak melalui kegiatan Kradjan UMKM Village.
Kegiatan yang digelar pada 18 hingga 23 Agustus 2026 tersebut menghadirkan puluhan pelaku usaha warga sekaligus menjadi ruang berkumpul dan mempererat kerukunan masyarakat.
Kradjan UMKM Village yang kali ini didampingi oleh Yayasan Cita Bhakti Satya menjadi salah satu kegiatan warga dalam memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan. Beragam produk makanan, kerajinan, hingga hiburan disuguhkan untuk menarik masyarakat datang dan menikmati suasana perayaan bersama.
Baca Juga: Tim Dosen Polinema Dampingi UMKM Alir Coffee Kembangkan Sabun Mandi Beraroma Kopi
“Kegiatan ini tak hanya menyediakan makanan tetapi juga kerajinan,” kata Mantuki, ketua RT setempat, saat memberi penjelasan pada 20 Agustus 2023.
Sejumlah makanan tradisional dan jajanan klasik turut menghiasi stan-stan yang tersedia. Pengunjung dapat menemukan berbagai jajanan seperti gulali, cenil, serta makanan klasik lainnya. Tidak hanya kuliner, warga juga menawarkan beragam produk kerajinan, lukisan, hingga bunga hias.

Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar pada 2023. Namun, saat itu pelaksanaan hanya berlangsung selama dua hari. Antusiasme warga kemudian membuat kegiatan kembali dilaksanakan pada 2025 dengan jumlah stan yang semakin bertambah, bahkan mencapai 53 stan penjual.
“Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan ini tetap melibatkan warga secara langsung, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Warga secara swadaya menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik,” kata dia.
Baca Juga: Kebiasaan Unik Pelatih Puluhan Ribu UMKM di Malang, Selalu Salami Peserta Sebelum Kelas Dimulai
Mantuki mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi warga. Hal yang lebih utama, menurutnya, adalah menciptakan kebersamaan dan kerukunan di lingkungan masyarakat.
“Yang diutamakan sebenarnya warga, supaya guyup dan rukun. Semua program ini yang mengerjakan adalah warga secara swadaya,” ujar Mantuki.
Kekompakan warga bahkan terlihat sejak sebelum acara berlangsung. Setiap malam, masyarakat bergotong royong mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan Kradjan UMKM Village. Mulai dari menyiapkan stan hingga kebutuhan pendukung kegiatan dilakukan bersama-sama.
“Selain bazar UMKM, masyarakat juga disuguhi berbagai hiburan. Penampilan musik dan nyanyian, pertunjukan tari, hingga kesenian bantengan menjadi bagian dari rangkaian acara. Hiburan tersebut membuat suasana di lokasi semakin ramai, terutama pada malam hari,” katanya.
Warga dari sekitar Dusun Krajan juga terlihat datang berbondong-bondong untuk menikmati kegiatan. Mereka tidak hanya menyaksikan berbagai pertunjukan yang ditampilkan, tetapi juga berbelanja makanan dan produk yang dijual oleh warga.
Kradjan UMKM Village akhirnya tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat Dusun Krajan untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus memperkuat interaksi antarwarga. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bagian penting dari terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dengan konsep yang menggabungkan UMKM, seni, hiburan, dan kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda warga yang mampu menghidupkan suasana lingkungan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan beraktivitas secara bersama-sama.





























