Tugumalang.id – Mural ikonik bertuliskan Malang The Glory Land di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang tiba tiba hilang ditimpa mural Festival Mbois bertuliskan Malang Menyala Bersama pada Rabu (19/8/2026). Kini, mural festival musik itu menuai kekecewaan Aremania.
Mural tersebut juga telah menjadi perbincangan publik di media sosial. Terpantau, pantia Festival Mbois juga telah memberikan klarifikasi hingga menghapus kembali mural Malang Menyala Bersama pada Kamis (20/8/2026) sore.
Humas Aremania Utas, Dedi Harisandi mengatakan bahwa mural Malang The Glory Land yang bermakna Malang Tahan Kejayaan itu bukan sekedar mudal biasa. Mural itu memiliki histori yang turut membentuk persatuan Aremania, bahkan menjadi cikal bakal lagu anthem Aremania.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Soroti Rendahnya Serapan APBD 2026

“Karena ini ada hubungannya dengan anthem kita, Aremania, maka (mural) ini juga sebagai suatu kehormatan yang harus kita jaga bersama. Jadi, mohon panitia bertanggung jawab betul,” ucapnya ditemui di lokasi.
Mewakili organisasi yang menaungi Aremania, ia mengatakan bahwa sangat menyayangkan atas tindakan panitia Festival Mbois yang menghilangkan mural iconik tersebut.
“Kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh kawan kawan panitia karena tidak ada pemberitahuan kepada yang menginisiasi mural ikonik ini,” ujarnya.
Ia berharap persoalan ini tidak melebar kemana mana. Untuk itu, pihaknya meminta panitia Festival Mbois meminta maaf dan bertanggungjawab atas tindakannya. Entah mengecat ulang maupun upaya mengembalikan kondusifitas yang ada.
Baca Juga: Hadiri Paripurna DPRD Kota Malang, Prof Triyo Simak Pidato Kenegaraan Prabowo
“Sementara ini dari panitia mohon untuk diblok dulu muralnya dan koordinasi dengan rekan rekan (pihak penggagas mural ikonik),” tandasnya.
Sementara itu, pihak panitia Festival Mbois yakni Dadik Wahyu terpantau telah menghapus langsung muralnya. Ia juga menyatakan siap bertanggunjawab atas hilangnya mural ikonik tersebut.
“Saya bertanggungjawab atas hal ini,” ucapnya saat menghapus mural Malang Menyala Bersama.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A




























