Tugumalang.id – Puskesmas Junrejo di Kota Batu, Jawa Timur punya solusi jemput bola untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung sejak dini. Yakni lewat inovasi program kesehatan preventif bertajuk CEK ELING (Cek ECG Keliling).
Diketahui, program ini dilatarbelakangi masih tingginya angka kematian akibat penyakit jantung. Data Kementerian Kesehatan tahun 2023 menyebut penyakit jantung menyumbang sekitar 19,42 persen dari total kematian yang menjadi beban ekonomi terbesar pada kategori penyakit katastropik.
Kepala UPTD Puskesmas Junrejo di Kota Batu, Jawa Timur, adalah drg. Rahma Husnayaini menerangkan jika inovasi ini lahir karena pelayanan pemeriksaan rekam jantung (Elektrokardiogram / ECG) umumnya hanya tersedia secara pasif di dalam gedung.
Baca Juga: Warga Kabupaten Malang dengan Gangguan Jiwa Bisa Konsultasi ke Puskesmas Secara Gratis
Akibatnya, masyarakat yang memiliki keterbatasan akses, kelompok produktif yang sibuk, maupun warga lansia berisiko tinggi sering kali terlewat dari jangkauan deteksi dini. Hal ini tercermin dari capaian deteksi dini penyakit jantung Puskesmas Junrejo pada tahun 2024 yang baru mencapai 69,49 persen.
“Nah, sekarang jangkauan deteksi dini pemeriksaan rekam jantung ini tidak pasif lagi, tapi langsung hadir mendekatkan pelayanan bagi masyarakat yang tidak bisa hadir ke Puskesmas,” ungkapnya,
Inovasi ini, jelas dia merupakan pengembangan dari program PESAN TEGAS (Pelayanan Kesehatan Terintegrasi). Program ini dijalankan melalui sinergi antara tenaga medis Puskesmas Junrejo, komunitas lokal hingga pendamping desa yang turun langsung melayani masyarakat secara mobile.
Pelaksanaan Cek Eling di lapangan diintegrasikan dengan kegiatan masyarakat seperti posyandu dan sosialisasi di Desa Tlekung, Desa Junrejo dan Kelurahan Dadaprejo.
Tahapan penapisannya juga komprehensif. Petugas kesehatan mengawali pelayanan dengan mengidentifikasi riwayat hipertensi, diabetes melitus, serta faktor risiko perilaku seperti merokok dan pola aktivitas harian warga.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Proteksi Rumah dari Serangan Nyamuk dengan Tanaman
Selanjutnya, pengukuran antropometri dilakukan meliputi tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, hingga analisa lemak tubuh. Petugas juga melakukan pemeriksaan tanda vital berupa pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah.
Bagi warga yang teridentifikasi memiliki kondisi komorbid seperti hipertensi atau diabetes, petugas langsung memberikan layanan rekam jantung (ECG) secara gratis di lokasi.
”Kalau ditemukan indikasi kelainan fungsi atau gangguan aktivitas jantung, pasien akan segera menerima edukasi konseling hingga penanganan lanjutan ke fasilitas kesehatan rujukan,” paparnya.
Sejauh ini, penerapan program ini mencatatkan lonjakan capaian target pemeriksaan deteksi dini penyakit jantung pada 2025 mencapai 291,28 persen dari target sasaran. Sebanyak 404 warga berisiko berhasil mendapatkan deteksi dini rekam jantung secara gratis.
Penemuan kasus potensi gagal jantung sejak dini ini memungkinkan pemberian pengobatan cepat guna mencegah risiko serangan jantung mendadak maupun tingkat mortalitas di masyarakat.
”Kami berkomitmen soal itu karena juga menjadi instruksi dari Asta Cita juga,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





























