Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Berawal dari Ngopi, Komunitas Tandur Gelar Pameran Bhinneka Tunggal Rasa Sampaikan Pesan Moral Lewat Seni

Redaksi by Redaksi
Agustus 15, 2024 11:02 pm
in News
Salah satu pegiat seni Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro berpose bersama karya seni miliknya yang dipamerkan di pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Salah satu pegiat seni Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro berpose bersama karya seni miliknya yang dipamerkan di pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Berawal dari teman ngopi yang memiliki minat terhadap seni terutama seni rupa. Komunitas Tandur menggelar acara pameran seni rupa bertajuk Bhinneka Tunggal Rasa di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) yang berada di Jalan Majapahit No. 3 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus sampai 14 Agustus 2024 kemarin. Seniman Komunitas Tandur yang menampilkan karya terbaik mereka dalam pameran seni tersebut diantaranya Agni Tripratiwi, Bagus Brahmananto, MUDE aka Dja Mboel, Tamtama Anoraga, dan Teguh Nuswantara.

READ ALSO

Udara Kabur Mendominasi, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 30 Mei 2026

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Selain itu juga ada perform dari Wiky dan Victor kemudian writer, Tamtama Anoraga yang juga didukung bapak Effendy S (Goweng).

Baca Juga: Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Dalam sekapur sirihnya, Komunitas Tandur ingin menjadikan seni sebagai ruang interaksi antara seniman, karya seni, dan penikmat seni.

Karya seni yang dipamerkan dalam Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan oleh Komunitas Tandur di gedung Dewan Kesenian Malang./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Karya seni yang dipamerkan dalam Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan oleh Komunitas Tandur di gedung Dewan Kesenian Malang./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Nantinya akan memunculkan nilai-nilai kompleksitas karya seni seperti nilai estetika, nilai sosial, moral, budaya, bahkan hingga nilai ekonomi.

Dalam pameran Bhinneka Tunggal Rasa tidak hanya mewadahi keinginan para seniman di Komunitas Tandur untuk menampil karya terbaik mereka tetapi juga menyampaikan makna penting berupa pesan moral dalam setiap karya yang dipamerkan dan dapat dinikmati oleh pengunjung.

Baca Juga: Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Salah satu pegiat seni di Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro mengatakan selain berangkat dari teman ngopi dan juga teman satu almamater sesama alumni SMA Negeri 3 Malang.

Mereka yang memiliki minat di bidang kesenian terutama seni rupa. Komunitas Tandur menjadi wadah bagi para seniman tanpa berpatokan pada pakem aliran seni tertentu.

Berawal dari teman ngopi, Komunitas Tandur gelar pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa untuk menyampaikan pesan moral lewat karya seni./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Berawal dari teman ngopi, Komunitas Tandur gelar pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa untuk menyampaikan pesan moral lewat karya seni./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Sehingga tajuk Bhinneka Tunggal Rasa mewadahi semua karya seni para seniman di Komunitas Tandur. Selain itu, bukan sekedar menampilkan keindahan karya seni saja tetapi juga makna filosofi dari kata Tandur itu sendiri yakni menanam.

Teguh menjelaskan makna dari menanam adalah memberi kebaikan kepada sesama manusia dan karya seni yang ditampilkan oleh Komunitas Tandur di pameran Bhinneka Tunggal Rasa memberi pesan moral untuk menanam kebaikan dengan mencintai sesama manusia maupun juga mencintai dan menjaga lingkungan sekitar.

“Kita berangkatnya sebetulnya dari teman ngopi, kita sering ngopi bareng terus begejesan (bercanda) bareng karena kita memiliki hobi yang sama. Sama-sama melukis akhirnya terbesit pemikiran bagaimana kalau kita pameran bareng-bareng,” tutur Teguh kepada Tugumalang.id, Kamis (15/8/2024).

“Masing-masing membawa ciri khas sendiri-sendiri karena tidak sama dalam konsep berkesenian sehingga muncul Bhinneka Tunggal Rasa. Kita satukan dalam pameran kali ini,” imbuhnya.

“Kita namakan kelompok (komunitas) Tandur karena misinya kita itu manusia. Hidup sebagai manusia sebisa mungkin seyogyanya harus bisa menanam (kebaikan). Kalau tidak ada petani, manusia juga punah keberadaannya. Kita ingin menanam kebaikan lewat seni, harapannya bisa terus tumbuh pohon, ranting-ranting, daun-daun baru menggambarkan kesenian bisa terus tetap tumbuh,” papar Teguh.

Ketika Tugumalang.id berkunjung ke ruang pameran Bhinneka Tunggal Rasa, karya seni para pegiat seni Komunitas Tandur terpajang dengan rapi. Terdapat beberapa karya seni lukis, kolase, dan juga instalasi seni.

Masing-masing karya seni tersebut diakui Teguh memiliki pesan moral masing-masing dan tidak terikat dengan aliran seni tertentu. Ada karya seni beraliran surealis, fauvisme, dan juga beberapa aliran seni lukis lain yang semuanya diwadahi di Komunitas Tandur.

Uniknya, dalam pameran Bhinneka Tunggal Rasa ini, para pegiat seni Komunitas Tandur yang mayoritas alumni SMA Negeri 3 Malang berkolaborasi dengan guru kesenian mereka yang juga menjadi inisiator dari terselenggaranya acara pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa yakni Bagus Brahmananto.

“Kebetulan kami masih satu almamater cuma lintas angkatan di SMA 3 Malang. Sedangkan yang paling sepuh (tua) dalam kelompok kami adalah guru kesenian kami di SMA 3. Beliau yang menginginkan pameran dengan mantan-mantan siswanya waktu masih SMA dulu,” terangnya.

Sementar pegiat seni Komunitas Tandur lainnya, Agni mengatakan bahwa karya seni terutama yang ia ciptakan menyampaikan pesan tentang kepedulian manusia terhadap lingkungan.

Seperti kesadaran limbah kain di industri garmen yang belum dikelola dengan baik dan dapat mencemari lingkungan.

Kemudian salah satu karya Agni juga menyampaikan pesan pentingnya untuk menanam pohon di sekitar lingkungan karena selama ini manusia lebih banyak menebang daripada menanam pohon.

“Dalam karya seni ini kita mencoba menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang mungkin selama ini belum dipikirkan oleh banyak orang. Seperti bagaimana mengelola limbah potongan-potongan kain dan mengapa lebih banyak menebang daripada menanam,” ujar Agni.

Sementara untuk menanam pohon di sekitar rumah, hal yang sebenarnya kecil masih terasa berat karena enggan menyapu daun-daun yang guru. Pesan itulah yang coba kita sampaikan melalui karya seni ini,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Bhinneka Tunggal RasaDewan Kesenian MalangdkmKomunitas Tandurmalangpameran seniPegiat SeniTandur

Related Posts

Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Sabtu, 30 Mei 2026 dalam kondisi berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Udara Kabur Mendominasi, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 30 Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026
Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengukuhkan 72 anggota Paskibraka. Foto: Prokopim KWB

Pj Wali Kota Batu Kukuhkan 72 Anggota Paskibraka Jelang HUT RI ke-79

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.