Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Berawal dari Ngopi, Komunitas Tandur Gelar Pameran Bhinneka Tunggal Rasa Sampaikan Pesan Moral Lewat Seni

Redaksi by Redaksi
Agustus 15, 2024 11:02 pm
in News
Salah satu pegiat seni Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro berpose bersama karya seni miliknya yang dipamerkan di pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Salah satu pegiat seni Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro berpose bersama karya seni miliknya yang dipamerkan di pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Berawal dari teman ngopi yang memiliki minat terhadap seni terutama seni rupa. Komunitas Tandur menggelar acara pameran seni rupa bertajuk Bhinneka Tunggal Rasa di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) yang berada di Jalan Majapahit No. 3 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus sampai 14 Agustus 2024 kemarin. Seniman Komunitas Tandur yang menampilkan karya terbaik mereka dalam pameran seni tersebut diantaranya Agni Tripratiwi, Bagus Brahmananto, MUDE aka Dja Mboel, Tamtama Anoraga, dan Teguh Nuswantara.

READ ALSO

Pemkab Malang Kaji Empat Lokasi Alun-Alun Kepanjen

Daftar Rais Aam dan Ketua PBNU dari Masa ke Masa, Siapa Pemimpin Berikutnya?

Selain itu juga ada perform dari Wiky dan Victor kemudian writer, Tamtama Anoraga yang juga didukung bapak Effendy S (Goweng).

Baca Juga: Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Dalam sekapur sirihnya, Komunitas Tandur ingin menjadikan seni sebagai ruang interaksi antara seniman, karya seni, dan penikmat seni.

Karya seni yang dipamerkan dalam Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan oleh Komunitas Tandur di gedung Dewan Kesenian Malang./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Karya seni yang dipamerkan dalam Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan oleh Komunitas Tandur di gedung Dewan Kesenian Malang./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Nantinya akan memunculkan nilai-nilai kompleksitas karya seni seperti nilai estetika, nilai sosial, moral, budaya, bahkan hingga nilai ekonomi.

Dalam pameran Bhinneka Tunggal Rasa tidak hanya mewadahi keinginan para seniman di Komunitas Tandur untuk menampil karya terbaik mereka tetapi juga menyampaikan makna penting berupa pesan moral dalam setiap karya yang dipamerkan dan dapat dinikmati oleh pengunjung.

Baca Juga: Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Salah satu pegiat seni di Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro mengatakan selain berangkat dari teman ngopi dan juga teman satu almamater sesama alumni SMA Negeri 3 Malang.

Mereka yang memiliki minat di bidang kesenian terutama seni rupa. Komunitas Tandur menjadi wadah bagi para seniman tanpa berpatokan pada pakem aliran seni tertentu.

Berawal dari teman ngopi, Komunitas Tandur gelar pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa untuk menyampaikan pesan moral lewat karya seni./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Berawal dari teman ngopi, Komunitas Tandur gelar pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa untuk menyampaikan pesan moral lewat karya seni./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Sehingga tajuk Bhinneka Tunggal Rasa mewadahi semua karya seni para seniman di Komunitas Tandur. Selain itu, bukan sekedar menampilkan keindahan karya seni saja tetapi juga makna filosofi dari kata Tandur itu sendiri yakni menanam.

Teguh menjelaskan makna dari menanam adalah memberi kebaikan kepada sesama manusia dan karya seni yang ditampilkan oleh Komunitas Tandur di pameran Bhinneka Tunggal Rasa memberi pesan moral untuk menanam kebaikan dengan mencintai sesama manusia maupun juga mencintai dan menjaga lingkungan sekitar.

“Kita berangkatnya sebetulnya dari teman ngopi, kita sering ngopi bareng terus begejesan (bercanda) bareng karena kita memiliki hobi yang sama. Sama-sama melukis akhirnya terbesit pemikiran bagaimana kalau kita pameran bareng-bareng,” tutur Teguh kepada Tugumalang.id, Kamis (15/8/2024).

“Masing-masing membawa ciri khas sendiri-sendiri karena tidak sama dalam konsep berkesenian sehingga muncul Bhinneka Tunggal Rasa. Kita satukan dalam pameran kali ini,” imbuhnya.

“Kita namakan kelompok (komunitas) Tandur karena misinya kita itu manusia. Hidup sebagai manusia sebisa mungkin seyogyanya harus bisa menanam (kebaikan). Kalau tidak ada petani, manusia juga punah keberadaannya. Kita ingin menanam kebaikan lewat seni, harapannya bisa terus tumbuh pohon, ranting-ranting, daun-daun baru menggambarkan kesenian bisa terus tetap tumbuh,” papar Teguh.

Ketika Tugumalang.id berkunjung ke ruang pameran Bhinneka Tunggal Rasa, karya seni para pegiat seni Komunitas Tandur terpajang dengan rapi. Terdapat beberapa karya seni lukis, kolase, dan juga instalasi seni.

Masing-masing karya seni tersebut diakui Teguh memiliki pesan moral masing-masing dan tidak terikat dengan aliran seni tertentu. Ada karya seni beraliran surealis, fauvisme, dan juga beberapa aliran seni lukis lain yang semuanya diwadahi di Komunitas Tandur.

Uniknya, dalam pameran Bhinneka Tunggal Rasa ini, para pegiat seni Komunitas Tandur yang mayoritas alumni SMA Negeri 3 Malang berkolaborasi dengan guru kesenian mereka yang juga menjadi inisiator dari terselenggaranya acara pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa yakni Bagus Brahmananto.

“Kebetulan kami masih satu almamater cuma lintas angkatan di SMA 3 Malang. Sedangkan yang paling sepuh (tua) dalam kelompok kami adalah guru kesenian kami di SMA 3. Beliau yang menginginkan pameran dengan mantan-mantan siswanya waktu masih SMA dulu,” terangnya.

Sementar pegiat seni Komunitas Tandur lainnya, Agni mengatakan bahwa karya seni terutama yang ia ciptakan menyampaikan pesan tentang kepedulian manusia terhadap lingkungan.

Seperti kesadaran limbah kain di industri garmen yang belum dikelola dengan baik dan dapat mencemari lingkungan.

Kemudian salah satu karya Agni juga menyampaikan pesan pentingnya untuk menanam pohon di sekitar lingkungan karena selama ini manusia lebih banyak menebang daripada menanam pohon.

“Dalam karya seni ini kita mencoba menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang mungkin selama ini belum dipikirkan oleh banyak orang. Seperti bagaimana mengelola limbah potongan-potongan kain dan mengapa lebih banyak menebang daripada menanam,” ujar Agni.

Sementara untuk menanam pohon di sekitar rumah, hal yang sebenarnya kecil masih terasa berat karena enggan menyapu daun-daun yang guru. Pesan itulah yang coba kita sampaikan melalui karya seni ini,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Bhinneka Tunggal RasaDewan Kesenian MalangdkmKomunitas Tandurmalangpameran seniPegiat SeniTandur

Related Posts

Pemkab Malang Kaji Empat Lokasi Alun-Alun Kepanjen
News

Pemkab Malang Kaji Empat Lokasi Alun-Alun Kepanjen

Sabtu, 29 Agu 2026
Daftar Rais Aam dan Ketua PBNU dari Masa ke Masa, Siapa Pemimpin Berikutnya?
News

Daftar Rais Aam dan Ketua PBNU dari Masa ke Masa, Siapa Pemimpin Berikutnya?

Sabtu, 29 Agu 2026
RMI PBNU Bahas Peran Bu Nyai Wujudkan Pesantren Aman
News

RMI PBNU Bahas Peran Bu Nyai Wujudkan Pesantren Aman

Sabtu, 29 Agu 2026
Gus Kautsar Ungkap Makna Historis Muktamar NU di Tambakberas
News

Gus Kautsar Ungkap Makna Historis Muktamar NU di Tambakberas

Sabtu, 29 Agu 2026
Kongkow Santri Bareng Masyayikh Bahas Ulang Qonun Asasi NU Jelang Muktamar ke-35
News

Kongkow Santri Bareng Masyayikh Bahas Ulang Qonun Asasi NU Jelang Muktamar ke-35

Sabtu, 29 Agu 2026
MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya
News

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengukuhkan 72 anggota Paskibraka. Foto: Prokopim KWB

Pj Wali Kota Batu Kukuhkan 72 Anggota Paskibraka Jelang HUT RI ke-79

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.