Tugumalang.id – Grand Final Stand Up Comedy Malang Jeh (STMJ) 2026 sukses mengguncang Gedung Malang Creative Center (MCC) pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Kompetisi stand up comedy yang digagas untuk memperingati Haul ke-16 tahun KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberi refleksi dan dampak positif bagi perkembangan stand up comedy di Malang dan Jawa Timur.
Grand Final STMJ 2026 menampilkan 5 komika dari berbagai daerah. Mereka telah melalui babak semifinal pekan lalu bersama 15 komika lainnya setelah mengalahkan ratusan komika yang mendaftar di kompetisi tingkat Jawa Timur itu. Setidaknya, ada 3 juri dalam sepanjang kompetisi ini yakni Dewangga, Gilang Herlambang dan Widi.
Baca Juga: 5 Komika Terbaik Jawa Timur Siap Unjuk Gigi di Final STMJ 2026
Ratusan penonton memadati MCC dan bertahan hingga akhir acara Grand Final STMJ 2026. Antusiasme tersebut menunjukkan semakin kuatnya penerimaan masyarakat terhadap stand up comedy, khususnya di kalangan anak muda dan mahasiswa di Kota Malang dan Jawa Timur.
Komika nasional Wawan Saktiawan yang hadir sebagai guest star Grand Final STMJ 2026 bersama komika Bobby Darwin itu menilai tingginya minat penonton itu sebagai tanda bahwa stand up comedy telah mengakar di masyarakat.

“Dari tahun ke tahun penontonnya selalu antusias. Itu menunjukkan stand up comedy sudah mengena ke masyarakat, terutama anak muda dan mahasiswa di Malang dan Jatim,” kata Wawan yang dalam 3 season kompetisi ini konsisten menjadi guest star STMJ.
Dari sisi kualitas penampilan, Wawan juga menilai keseluruhan kompetisi tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Ia menyebut Grand Final STMJ 2026 sebagai yang terbaik sepanjang penyelenggaraan. “Menurut saya, tahun ketiga ini yang terbaik. Lima finalis tampil seru,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Banyuwangi ke Malang, Alvin Delvale Tantang Diri di Panggung STMJ 2026
Lebih jauh, stand up comedy tingkat Jawa Timur bertajuk STMJ 2026 itu dinilai berperan penting sebagai ruang tumbuh kembang komika daerah. Ajang ini memberi kesempatan bagi komika daerah untuk berkompetisi, unjuk kreativitas, mengasah mental dan mengukur kemampuan di panggung level regional.
“Komika daerah itu butuh panggung dan kompetisi seperti ini. Supaya tidak hanya tampil di kotanya sendiri, tapi bisa diadu dengan komika antar kota sebelum tampil di panggung nasional,” tuturnya.
Ia menekankan kompetisi stand up comedy ini perlu digelar berkelanjutan untuk perkembangan komika ke depan yang lebih baik.
Di Jawa Timur, aktivitas komunitas stand up comedy memang terus bergeliat. Bahkan juga mulai banyak masyarakat yang mulai melirik dan bergabung ke dunia stand up comedy.
“Jumlah komika mulai banyak dan terus berkembang, lintas profesi. Stand up kan dibilang guyonan cerdas, sekarang siapapun bisa ikut dari mahasiswa, driver ojol, pedagang pasar, kuli dan lainnya,” kata dia.
Hal tersebut menegaskan bahwa stand up comedy kini telah menjadi ruang ekspresi yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja.
Dengan kemasan yang ringan dan penuh humor, peringatan Haul Gus Dur melalui Stand Up Comedy Malang Jeh 2026 ini membuktikan bahwa hiburan dapat menjadi sarana refleksi, penguatan komunitas kreatif, sekaligus wadah regenerasi komika di daerah.
Adapun dalam Grand Final STMJ 2026 ini, 5 komika dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk gigi menampilakan karya jenakanya. Mereka telah melalui seleksi ketat mengalahkan ratusan komika pendaftar dari berbagai daerah di Jatim dan babak Semifinal STMJ 2026 pekan lalu. Mereka adalah:
Juara 1: Muhammad Rifqi alias Rifqi Elmo asal Malang
Juara 2: Ari Tri Irawan asal Kediri
Juara 3: Kadung Agus asal Mojokerto
Juara Harapan 1: Wahyu asal Pasuruan
Juara Harapan 2: Fajar Fathoni asal Malang
Kompetisi Stand Up Comedy Malang Jeh 2026 ini didedikasikan Tugu Media Group (Tugumalang.id dan Tugujatim.id) untuk memperingati Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sisi humoris Gus Dur dengan pemikiran pemikirannya yang selalu membangkitakan kewarasan berpikir dan menyejukkan rakyat Indonesia menjadi spirit event stand up comedy STMJ 2026 ini.
CEO Tugu Megia Group, Irham Thoriq mengatakan bahwa Haul Gus Dur kali ini dikemas dengan kompetisi stand up comedy secara gratis agar lebih efektif dalam mengenalkan pemikiran pemikiran besar Gus Dur kepada generasi muda.

“Melalui kompetisi stand up comedy STMJ 2026 ini, kami berharap nilai nilai kebijaksanaan, kemanusiaan dan kegembiraan ala Gus Dur dapat terus hidup dan menjangkau generasi lintas usia dengan cara yang segar dan membumi,” kata Thoriq.
Dalam pembukaan acara Grand Final STMJ 2026 ini, ratusan penonton dari berbagai kalangan juga ia ajak berdoa bersama untuk mengenang jasa jasa dan pemikan mendiang Gus Dur. Seluruh penonton dengan khidmat melakukan doa bersama.
STMJ 2026 dalam rangka Haul Gus Dur ke-16 ini juga didukung oleh Bank BTN, UIN Malang, Project Management Unit (PMU) UIN Malang, MS GLOW FOR MEN, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Agro Mineral Water, Grand Mercure Malang, Kahf, Perum Jasa Tirta I, Malang Strudel. Serta community partner, Stand Up Indo Malang dan Amazing Malang selaku media partner.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























