Malang, Tugumalang.id – Di balik gemerlap panggung kompetisi stand up comedy yang dipenuhi gelak tawa, tersimpan spirit yang tak pernah padam. Seorang komika asal Banyuwangi, Alvin Delvale, berdiri tegak membawa satu misi besar: menantang diri sendiri di panggung Stand Up Comedy Malang Jeh (STMJ) 2026.
Bagi Alvin, kompetisi stand up comedy tingkat Jawa Timur ini bukan sekadar ajang adu jenaka. Lebih dari itu, STMJ 2026 menjadi ruang belajar, ruang perjumpaan dengan warna baru, sekaligus cermin untuk menguji sejauh mana kualitas komedinya saat berdiri di atas panggung.
“Malang sangat keren, disini meriah banget penontonnya,” kata Alvin menggambarkan atmosfer kompetisi di Kota Malang itu.
Semifinal STMJ 2026, Panggung Pembuktian Diri
Alvin berhasil menembus babak Semifinal STMJ 2026 yang digelar di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) pada Sabtu (24/1/2026) malam. Antusiasme penonton dan dukungan sesama komika menjadi energi tersendiri baginya. Ia menyebut, panggung tersebut terasa hidup, bukan hanya oleh tawa, tetapi juga oleh semangat kolektif yang saling menguatkan.
Menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Jawa Timur, Alvin memilih sikap sederhana: nothing to lose. Semua komika memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanyalah niat yang sama, yakni menghibur.
Baca juga: 15 Komika Jatim Kocok Perut Penonton Semifinal STMJ 2026 di Kampus Unikama, Auditorium Pecah Total
Dari Inspirasi Televisi ke Komunitas Stand Up Banyuwangi
Keinginan Alvin untuk menjadi komika berangkat dari kekagumannya saat pertama kali melihat komika tampil di televisi. Ia terinspirasi melihat seseorang mampu berdiri di atas panggung dan membuat banyak orang tertawa. Dari sanalah langkahnya bermula, hingga akhirnya ia menjejakkan kaki di komunitas stand up comedy Banyuwangi. Di sanalah ia tumbuh, belajar, dan membangun mental panggung.
“Yang penting niatnya, aku ingin menghibur saja,” kata Alvin seraya menyebut doa sebagai pelecut langkahnya.
Sebelum tampil di babak semifinal, ia rutin menulis materi dan mengujinya di berbagai panggung open mic lokal. Rutinitas yang tampak sederhana, namun menjadi fondasi penting dalam membangun konsistensi. Baginya, dunia komika adalah dunia yang dibentuk oleh proses panjang dan keberanian untuk terus mencoba.

Pengalaman Baru, Wawasan Baru di Kota Malang
Perjalanan di Kota Malang memberinya pengalaman yang berbeda. Bertemu komika dari berbagai daerah membuka perspektif baru dalam memandang dunia stand up comedy.
“Malang sangat mengesankan, banyak warna baru, banyak komika komika daerah daerah lain. Jadi kayak ngebuka wawasan wawasan baru,” urainya.
Baca juga: Semifinal STMJ 2026, 15 Komika Muda Jatim Guncang Kampus Unikama
Ia menyadari bahwa stand up comedy di Indonesia begitu luas, beragam, dan terus berkembang. Keikutsertaannya dalam Stand Up Comedy Malang Jeh 2026 menjadi bentuk tantangan terhadap diri sendiri, keluar dari zona nyaman, sekaligus mengukur kualitas personal di panggung kompetisi. Targetnya sederhana, yakni menambah pengalaman.
“Terlepas dari lolos atau tidak lolos, target saya sih yang penting nambah pengalaman. Soalnya jarang juga stand up di luar kota, jadi ini pengalaman yang sangat berharga buat saya,” ungkapnya.
Datang sendiri ke Kota Malang dan menginap di rumah teman komunitas stand up setempat, Alvin merasakan kuatnya solidaritas antar komika. Panggung boleh kompetitif, tetapi di luar itu ada persaudaraan yang hangat. Sebuah ekosistem yang, menurutnya, perlu terus dirawat melalui event-event seperti STMJ 2026.
Meski harus gugur di babak semifinal, Alvin berharap kompetisi semacam ini tidak berhenti di satu kota saja. Ia membayangkan hadirnya wadah besar yang rutin digelar sebagai jalan menembus kompetisi skala nasional.
“Semoga kompetisi ini terus berkembang. Ini penting buat komika komika daerah yang jarang terekspos dan jarang punya panggung,” ujarnya.
Di tengah gemuruh tawa dan sorot lampu panggung, perjalanan Alvin Delvale di Stand Up Comedy Malang Jeh 2026 menjadi pengingat bahwa mimpi sering berjalan pelan, sendirian, dan jauh dari rumah. Namun selama ada keberanian untuk melangkah dan menggenggam niat yang kuat, setiap perjalanan sekecil apa pun selalu layak diperjuangkan.
STMJ 2026 dan Spirit Gus Dur
Stand Up Comedy Malang Jeh 2026 didedikasikan oleh Tugu Media Group untuk memperingati Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Diketahui, Gus Dur merupakan sosok pluralis yang dicintai rakyat Indonesia, dengan selera humor yang tajam namun menyejukkan. Humor Gus Dur dikenal mampu merawat kewarasan berpikir dan semangat kemanusiaan.
Baca juga: Panduan Menjelajahi Kota Malang: Kuliner Legendaris, Budaya, dan Wisata yang Selalu Dirindukan
CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq, menjelaskan bahwa kompetisi STMJ 2026 digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Gus Dur. Melalui STMJ 2026, generasi muda diajak membangun nuansa baru dalam merawat pemikiran-pemikiran humanis, kritis, dan humoris Gus Dur.
“STMJ ini juga bertujuan memberikan wadah bagi para komika muda di Jatim untuk mengembangkan kreativitas,” ucapnya.
Ia menyebut, kompetisi ini mendapat animo besar. Tercatat, ratusan komika dari berbagai daerah di Jawa Timur telah mendaftar, mulai dari Malang, Kediri, Jombang, Pasuruan, Mojokerto, Tulungagung, Jember, hingga Banyuwangi.
“Semoga mereka nantinya bisa menjadi talenta komika yang luar biasa di masa depan,” tandasnya.
Sebagai informasi, STMJ 2026 dalam rangka Haul Gus Dur ke-16 ini didukung oleh Bank BTN, UIN Malang, Project Management Unit (PMU) UIN Malang, MS GLOW FOR MEN, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Agro Mineral Water, Grand Mercure Malang, Kahf, Perum Jasa Tirta I, Malang Strudel, serta community partner Stand Up Indo Malang dan Amazing Malang sebagai media partner.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko































