Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Kolektif Jenius, Cara Membangun Ekosistem Inovatif Menurut CEO PT Paragon

Redaksi by Redaksi
Juli 21, 2021 1:25 pm
in Berita
CEO Paragon Technology and Innovative, Salman Subakat

CEO Paragon Technology and Innovative, Salman Subakat

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 yang digagas Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan didukung PT Paragon Technology and Innovation, kembali dilaksanakan pada Rabu (21/07/2021) melalui Zoom Meeting.

Dalam kegiatan tersebut hadir CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, yang juga akan mengisi materi terakhir ‘membangun ekosistem pendidikan berbasis spirit inovasi untuk Indonesia yang lebih baik.’

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Hadir juga wartawan senior sekaligus Direktur Pelaksana GWPP dan Pimred tugujatim.id, Nurcholis MA Basyari. Selain itu juga para mentor seperti M Nasir, Haryo Prasetyo, Frans Surdiasis, dan Tri J Sukaryana.

Salman mengatakan jika cara untuk membangun ekosistem pendidikan yang inovatif caranya cukup simpel.

“Sebenarnya ekosistem itu simpel dan tidak perlu di desain, tapi ekosistem itu akan sebagus peserta ekosistemnya. Kalau ekosistem masyarakat mungkin ekosistem kota. Misalnya juga ekosistem pantai ya sebagus kesehatan pantai itu seperti rumput laut yang bagus dan harus seimbang,” terangnya.

Ia juga memberi contoh ekosistem yang dibutuhkan untuk membangun Litbang (Penelitian dan Pengembangan) agar lebih inovatif.

“Ini katena tidak kita rawat sebagai sebuah ekosistem. Jadi, ada ekosistem yang namanya Litbang dimana ada orangnya, perlu adanya media, perlu proaktif dari masyarakat memberi feedback, perlu akademisi aktif, perlu ada hubungannya ekosistem ini ke kampus, dan perlu jadi tugas akhir,” tuturnya.

Ia juga mengatakan manusia juga bisa menjadi platform ekosistem di alam.

“Manusia kalau mau jadi platform ekosistem masuk ke alam ya harus bisa bangun kelestarian. Misalnya kalau pencinta alam masuk ke gunung jangan meninggalkan apa-apa kecuali jejak, dan jangan membawa apa-apa kecuali kenangan,” bebernya.

Terakhir, Salman memberikan satu kunci sukses untuk membangun suatu ekosistem, yaitu kolektif jenius.

“Yang membangun ekosistem sendiri mulai dari semangat gotong royong atau bisa disebut Kolektif Jenius bahasa kerennya. Atau menyatukan para ahli di bidangnya masing-masing, tinggal digabung-gabungkan,” pungkasnya.

Reporter  : Rizal Adhi Pratama

Redaktur : Sujatmiko

Tags: CEO ParagonSalman Subakat

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Wali Kota Malang Sutiaji saat menyambangi 3 bocah di Malang yang menjalani isoman tanpa kehadiran orang tuanya, Rabu (21/7/2021). Foto/Azmy.

Sutiaji Kirim Pendamping Psikologis untuk 3 Bocah Isoman Tanpa Orang Tua

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.