Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kisah Pria Sebatang Kara di Kota Batu Hidup di Gubuk Derita Bareng Sapi Ternak

Redaksi by Redaksi
Februari 22, 2024 11:05 pm
in News
pria Sebatang kara,Kota Batu,Gubuk - Kisah Pria Sebatang Kara di Kota Batu Hidup di Gubuk Derita Bareng Sapi Ternak

Rudik (42), pria sebatang kara yang juga warga desa di Kota Batu berada di gubuk deritanya dengan kondisi seadanya. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di tengah gegap gempita dan keindahan pariwisata, di Kota Batu, Jawa Timur, ternyata ada warganya yang hidup memprihatinkan. Dia adalah Musmulidi atau akrab disapa Rudik oleh para tetangga dan warga sekitarnya. Dia menjadi pria sebatang kara di Kota Batu yang hidup dengan ternaknya.

Pria berusia 42 tahun itu diketahui hidup di rumah yang sebenarnya tidak layak dihuni selama 7 tahun terakhir. Sebenarnya, rumah yang ia huni lebih serupa gubuk yang dibangun dari triplek dan tiang dari bambu dan papan triplek.

READ ALSO

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Baca Juga: Cerita Eko Cahyono, 25 Tahun Membuka Perpustakaan Gratis di Pelosok Desa Sukopuro Malang

Sehari-hari, Rudik tinggal dengan beralaskan tanah dan kompor yang dibuat sendiri dari tanah liat dan kayu bakar. Jika malam hari tiba, Rudik tidur di atas kasur yang sudah usang dan tak layak.

Rudik bersama hewan ternak yang setiap hari ia rawat di dalam gubuk rumahnya. Foto: Azmy
Rudik bersama hewan ternak yang setiap hari ia rawat di dalam gubuk rumahnya. Foto: Azmy

Kadang jika musim hujan, ia bingung mau tidur di mana karena ruang kasur yang ia tempati bocor dan basah semua.

Mirisnya, rumahnya juga terpaksa dimanfaatkan untuk kandang hewan ternak milik orang lain yang ia rawat. Meski bukan miliknya, sapi-sapi inilah yang bisa ia andalkan untuk kebutuhan darurat.

Hidup berdampingan satu rumah dengan hewan ternak membuat bau dan kotoran sapi menjadi udara yang ia hirup sehari-hari.

Tak Ingin Menyusahkan Orang Tua

Ditemui tugumalang.id, Rudik terpaksa hidup ala kadarnya sejak bercerai dengan istri pada 7 tahun yang lalu. Ia terpaksa kembali ke tempat asalnya di desa. Namun, ia tak ingin merepotkan orang tua dan memutuskan hidup ala kadarnya seperti sekarang.

Penampakan di ruang kamar tidur Rudik seadanya dengan kasur yang sudah usang dan kadang kebocoran saat di musim hujan. Foto: Azmy
Penampakan di ruang kamar tidur Rudik seadanya dengan kasur yang sudah usang dan kadang kebocoran saat di musim hujan. Foto: Azmy

Baca Juga: Cerita Sumiasih di Balik Penyerahan Paten Batik Garudeya

”Sebenarnya, dari 7 anak dari orang tua saya, saya adalah anak pertama, tapi seolah-olah tidak pernah dianggap sama bapak saya sendiri. Tapi saya gak masalah, saya juga gak ingin repot-repot dan ya mau gimana lagi, hidup seadanya saja di sini,” ujarnya.

Rudik tercatat sebagai warga asli RT 78 RW 12 di Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tanah di bawah gubuk yang ia tinggali merupakan peninggalan dari neneknya.

Pekerjaannya sebagai buruh tani lepas tak cukup untuk menghidupinya secara layak. Rudik mengaku penghasilannya tak menentu karena dia baru bekerja jika ada yang membutuhkan. Paling banter, dalam seminggu ia bisa bekerja sebanyak 3 kali dengan penghasilan Rp 60 ribu sehari.

Penampakan bagian depan rumah Rudik terbuat dari papan triplek dan tiang bambu seadanya. Dia adalah pria sebatang kara yang hidup bersama ternaknya.
Penampakan bagian depan rumah Rudik terbuat dari papan triplek dan tiang bambu seadanya. Dia adalah pria sebatang kara yang hidup bersama ternaknya. Foto: Azmy

”Itu pun dibayarnya gak langsung, harus nunggu 1-2 minggu,” kata dia.

Alhasil, hari-harinya selama 7 tahun kerap diwarnai dengan tidak punya uang sepeserpun. Kerap kali ia tidur tanpa penerangan karena tidak punya uang untuk beli listrik.

Pernah Puasa hingga 4 Bulan

Jika tidak punya uang, ia juga rela untuk puasa makan atau terpaksa minta singkong untuk dimasak dan dimakan.

Namun, Rudik adalah pria yang kelewat mandiri. Ia lebih memilih menanggung beban hidupnya sendiri karena tidak ingin merepotkan. Pernah ia berpuasa selama 4 bulan dan hanya bisa lemas tertidur di kasur usangnya.

”Itu rasanya sudah gelap sekali mata saya. Saya sudah lemes, mau ke kamar mandi saja itu saya harus ngesot. Saya bertahan hanya dengan air putih saja. Waktu itu akhirnya ada ponakan-ponakan dan tetangga yang gedor pintu rumah saya,” kisahnya.

Rudik sendiri sebenarnya juga memiliki 3 orang anak yang ikut dengan istrinya. Terkadang, mereka hanya bisa menjenguk ayahnya beberapa kali. Rudik bilang jika sudah 4 bulan ini, anaknya belum ada yang menengok.

”Ya tapi itu bukan salah anak saya. Ini murni karena saya sendiri yang tidak ingin merepotkan siapa-siapa,” ungkapnya.

Tak Terdeteksi Pemerintah

Sebab itulah mungkin Rudik tidak terdeteksi oleh pemerintah. Sejauh ini, ia mengaku juga tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. ”Misal kalau dapat ya mau saja. Tapi kalau dari orang lain saya pikir-pikir karena tidak ingin merepotkan orang lain,” ujarnya.

Rudik menambahkan jika baru-baru ini dari Pemdes Bumiaji sudah berkunjung ke rumah menengok dirinya. Mereka berjanji akan membangun rumah yang layak bagi dirinya. ”Tapi katanya gak bisa cepat, mungkin nunggu setahun lagi,” ujarnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: berita malangHeadlinekota batuPria Sebatang KaraRudikWarga Miskin Kota Batu

Related Posts

Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Suasana Imigrasi Malang saat gelar Rakor tim pengawasan orang asing di Lumajang.

Imigrasi Malang Gelar Rakor Tim Pengawasan Orang Asing di Lumajang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.