Senin, Juli 27, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Kisah Perjuangan Kartini, Pahlawan Emansipasi Melawan Belenggu Adat Pingitan Jawa

Redaksi by Redaksi
April 21, 2021 10:08 am
in Budaya
RA Kartini. Dokumen.

RA Kartini. Dokumen.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Tanggal 21 April senantiasa diperingati sebagai hari emansipasi wanita di Indonesia, karena tanggal tersebut merujuk pada tanggal kelahiran sosok pahlawan emansipasi wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini, yang lahir pada 21 April 1879.

Dalam buku biografi Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer, Kartini kecil harus putus sekolah dari Sekolah Rendah Belanda karena terbentur adat istiadat Jawa saat itu, Adat Pingitan pada 1892.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Sebelumnya, Kartini kecil dalam suratnya kepada sanga sahabat, Estella Zeehandelaar, mengatakan memang sangat jarang seorang perempuan bisa sekolah di zaman itu. Tidak lain karena pengaruh dan kasih sayang sang ayah yang juga Bupati Jepara, RM Adipati Ario Sasroningrat.

“Penghianat besar terhadap adat kebiasaan negeriku, kami bocah-bocah perempuan keluar rumah untuk belajar dan karenanya harus meninggalkan rumah setiap hari untuk mengunjungi sekolah. Lihatlah adat negeri kami melarang keras gadis-gadis keluar rumah, pergi ke tempat lainpun kami tak boleh,” tulisnya kepada sang sahabat yang sudah kembali ke Eropa untuk melanjutkan studi.

Selanjutnya, Pram (sapaan akrab Pramoedya Ananta Toer) menulis jika sejak masuk pingitan membuat sejarah Kartini terlihat jelas. Pasalnya dari kehidupan bocah yang bebas merdeka menjadi hukuman dengan peraturan-peraturan yang tak kenal ampun, sekaligus membuat Kartini berubah menjadi gadis dewasa dengan singkat.

“Kau tanyakan kepadaku, bagaimana keadaanku diantara empat dinding tebal itu. Tentu kau berpikir tentang sel atau semacamnya. Tidak Stella, penjaraku adalah sebuah rumah besar, dengan pekarangan luas, tapi sebuah pagar tembok tinggi yang mengelilinginya, dan pagar itulah yang mengurung aku,” tegasnya kepada sahabatnya kembali.

Kartini mengatakan dirinya harus tunduk pada adat kebiasaan negerinya yang mewajibkan gadis-gadis muda tinggal di rumah. Hidup dalam pengucilan yang keras dari dunia luar sedemikian lama.

“Sampai tiba masanya seorang pria yang diciptakan Tuhan untuknya datang menuntutnya serta menyeretnya ke rumahnya,” tegas Kartini.

“Dia tahu benar bahwa pintu sekolah yang memberi jalan pada banyak hal yang dicintainya telah tertutup baginya,” tulis Kartini.

Bahkan, Kartini pernah berlutut di kaki ayahnya agar disekolahkan ke Semarang di sekolah Hogere Burgerschool (Setingkat SMP) seperti abang-abangnya.

Namun, dengan kasih sayang sang ayah dengan membelai rambut hitam Kartini dan dengan nada lembut mengatakan ‘tidak boleh.’

Kehidupan murung dan membosankan harus dihadapi oleh Kartini muda karena setiap hari berada di rumah yang sama, lingkungan yang sama, orang-orang yang sama dan rutinitas yang sama.

“Kehidupan murung itu berjalan terus, makin murung, makin membosankan,” jelas Kartini.

Empat tahun menjalani hidup sebagai tahanan di rumah sendiri, akhirnya pada 1986 Kartini mendapatkan kebebasannya.

“Hari itu masih pagi, dan pagi itulah untuk pertama kali setelah meninggalkan sekolah aku melihat kembali dunia luar,” ucapnya.

Kebebasan tersebut juga merupakan kebebasan sementara, pasalnya Kartini dan adik-adiknya hanya menghadiri pentahbisan gereja baru. Dan itu merupakan kali pertama Kartini mengikuti kebaktian Nasrani.

Kartini selama itu masih menjalani penahanan di rumahnya, namun lambat laun ia lebih sering bepergian hingga ke Yogjakarta. Dan pada pengobatan Ratu Wilhelmina pada tahun 1900, Kartini dan saudari-saudarinya memperoleh kebebasan secara resmi.

 

Reporter Rizal Adhi Pratama

Editor Rino Hayyu Setyo

Tags: EmanisipasiHari KartiniJawaKartiniPahlawanPeringatan Kartini

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
prof dr dyah sawitri

Dyah Sawitri: Tantangan Kartini Masa Kini Perbaiki Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.