MALANG, Tugumalang.id – KID-ABA Autism Center menggelar pelatihan Smart ABA untuk Autisme ke-47 yang digelar di eL Hotel Malang pada 7-8 Desember 2024. Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh orang tua anak autis, guru, dan profesional di bidang autisme.
Pelatihan Smart ABA tidak terlepas dari permasalahan angka kejadian anak dengan autisme yang terus meningkat. Sehingga mengharuskan semua profesional yang fokus di bidang autisme mengembangkan terapi yang benar dan sesuai untuk autisme.
Para peserta mendapat pendampingan langsung dari pemateri berpengalaman dan telah tersertifikasi di bidang penanganan autism yakni dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdl, Arneliza Anwar, serta Lia Mawardi dan tim.
Baca Juga: H-1 Malang Autism Summit 2024, Event Autisme Internasional Pertama di Malang Raya

Salah satu terapi yang dikembangkan untuk autisme adalah Smart ABA yang merupakan pengembangan dari ABA untuk autisme. Smart ABA dan ABA merupakan pengajaran untuk autis berdasarkan learning teori.
Kemudian dimodifikasi dan disesuaikan untuk kebutuhan pengajaran autis, pengembangan Smart ABA meliputi pengembangan sistem mengajar, struktur atau teknik pengajaran Standar Operasional Prosedur (SOP), dan penilaian serta evaluasi.
Baca Juga: Mengenal 9 Jenis Terapi untuk Anak Autisme, Bisa Menjadi Referensi Bagi Orang Tua
Advance Trainer Smart ABA, Arneliza Anwar mengatakan ketiga hal ini sangat penting agar pengajaran untuk efektif dan efisien.

“Pada pelatihan ini seluruh peserta dibekali dengan teori aplikatif tentang Smart ABA dan ABA, kemudian dilanjutkan dengan simulasi dan praktek langsung di Malang,” tutur Liza.
Selama dua hari seluruh peserta dilatih berbagai teknik pengajaran untuk Autis dengan Smart ABA. Dimulai dengan melatih duduk, kontak mata, kepatuhan, Smart DTT, Smart DT, Instruksi, Reward pada program non verbal dan verbal seperti berbicara, membaca, dan lain-lain.
Dalam kegiatan pelatihan Smart ABA, banyak peserta yang menyampaikan bahwa pada pelatihan ini mereka baru menyadari berbagai kesalahan yang dilakukan pada terapi anak-anak autis mereka, yang dampaknya adalah sangat sedikit, bahkan tidak ada progres selama terapi.
Melalui pelatihan Smart ABA ini diharapkan masyarakat bisa mengetahui berbagai kesalahan yang banyak dilakukan dan segera melakukan perbaikan. Pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pendalaman materi pada pelatihan berikutnya.
Kemudian sesi simulasi dan praktek adalah sesi yang menarik bagi peserta, karena dalam sesi ini peserta langsung melihat simulasi dan praktek langsung berbagai teknik pengajaran dengan smart ABA untuk Autisme. Selama sesi pelatihan peserta boleh merekam kegiatan ini secara mandiri, karena panitia tidak menyediakan rekaman khusus.
Umumnya peserta menyampaikan bahwa mereka pernah mengikuti pelatihan serupa, namun dilarang untuk merekam.
Liza berharap melalui pelatihan Smart ABA, para peserta mendapat wawasan dan keterampilan yang tepat dan sesuai prosedur dalam menangani anak autis
“Semoga dengan bekal pelatihan ini para orang tua dan profesional mendapatkan gambaran yang utuh tentang terapi Smart ABA untuk autisme,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























