JAKARTA, Tugumalang.id – Menghadiri acara Pembukaan Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah dan Mukernas Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada Jumat (17/4/2026).
Ketua Alisa Khadijah ICMI Malang Raya yang saat ini juga menjabat sebagai Humas Alisa Khadijah ICMI Jawa Timur, Dr. Sita Acetylena, S.Pd, M.Pd menekankan pentingnya silaturahmi dan berbagi ilmu untuk mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan.
Ia mengaku antusias dengan digelarnya Pembukaan Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah dan Mukernas Perempuan ICMI 2026 yang dihadiri peserta dari berbagai provinsi.
“Sangat antusias dapat melaksanakan Mukernas Perempuan ICMI dan sangat terinspirasi karena luar biasa, dari berbagai provinsi datang dan juga mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi dari perempuan ICMI,” kata Sita.
“Pastinya halal bihalal mempererat tali silaturahmi dan saling berbagi ilmu serta jaringan. Ini yang pastinya akan memberikan warna baru bagi Malang Raya dan Jawa Timur,” imbuh perempuan yang juga menjadi pengurus ICMI Jawa Timur ini.
Baca juga: Kajian Spirit Gilang Gemilang, Selaraskan Kolaborasi Membangun Malang Bersama

Dalam acara Pembukaan Muzakarah Nasional Cendekiawan Muslimah dan Mukernas Perempuan ICMI 2026 juga digelar Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan oleh pengurus ICMI Pusat. Serta beberapa seminar yang menghadirkan akademisi dan Dewan Pakar ICMI dari Timur Tengah, kemudian tokoh gender dari Mesir sebagai narasumber.
Sejumlah tokoh juga hadir dalam acara tersebut, diantaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Umum ICMI, Arif Satria, serta Dewan Pakar maupun Ketua Perempuan ICMI.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan Cendekiawan Senior Award yang diberikan kepada Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin.
Dorong Peran Perempuan Muslimah sebagai Agen Perubahan
Sementara dalam sambutannya, Menteri PPA, Arifah Fauzi mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan nasional yang semakin kompleks.
Pihaknya menggarisbawahi saat ini perempuan masih menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari kesenjangan ekonomi, keterbatasan akses sumber daya, hingga beban kerja berlapis di tengah krisis global.
“Perempuan dalam perspektif Islam memiliki kedudukan yang sangat mulia dan peran strategis sebagai tiang negara. Namun saat ini, kita masih melihat ketidakadilan pada perempuan, misalnya dari segi ekonomi, perempuan kerap mengalami ketidakadilan di ruang kerja,” ujarnya.
Baca juga: ICMI Orda Kabupaten Malang Gelar Raker, Sepakati Strategi Ngaji, Operasional, dan Publikasi
“Masih banyak tempat kerja yang membedakan upah antara laki-laki dan perempuan,” tegas Arifah.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa perempuan juga kelompok yang paling rentan terdampak oleh tantangan perubahan iklim, serta proses transisi energi.
Arifah berharap momentum Muzakarah yang diselenggarakan oleh ICMI mampu memaksimalkan potensi perempuan yang selama ini seringkali bergerak dalam keterbatasan dan situasi yang tidak selalu aman.
“Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas perempuan Indonesia hari ini. Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Keluarga yang kuat akan membentuk masyarakat yang tangguh dan masyarakat yang tangguh akan menjadi fondasi bagi bangsa yang maju, adil, dan berkelanjutan,” terangnya.
Wadah Literasi untuk Merumuskan Konsep Strategis Pembangunan Bangsa
Sementara Ketua Umum Perempuan ICMI, Welya Safitri menjelaskan agenda Muzakarah Nasional dirancang sebagai wadah literasi untuk merumuskan konsep strategis pembangunan bangsa.
Berbeda dengan kongres biasa, fokus utama kegiatan ini adalah menghasilkan pemikiran komprehensif yang akan dituangkan dalam Buku Muzakarah.
“Muzakarah ini akan membahas mengenai ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam perspektif perempuan. Kami mengajak seluruh organisasi masyarakat Islam perempuan di Indonesia untuk bersinergi merumuskan langkah nyata bagi ketahanan nasional,” jelasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























