Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Keris Milik KH Masduqi Mahfudz dan KH Tholhah Hasan Membersamai Keris Lain di Acara Pameran Pusaka di Festival Sekarbanjar Lesbumi NU Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 14, 2023 10:39 am
in Budaya
Pameran keris di Festival Sekarbanjar Lesbumi PCNU Kota Malang.

Pameran keris di Festival Sekarbanjar Lesbumi PCNU Kota Malang. Foto/dok for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Festival Sekarbanjar yang digelar oleh Lesbumi PCNU Kota Malang telah selesai dilaksanakan pada Jumat-Minggu (6 – 8 Oktober 2023) lalu di Sumber Serut Genting, RW 07 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Festival Sekarbanjar merupakan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Lesbumi PCNU Kota Malang bekerja sama dengan masyarakat Genting. Acara tersebut dibuka oleh Plt Gubernur Jawa Timur lalu dilanjutkan dengan kirab gunungan jeruk, tumpeng, dan pusaka Lesbumi PCNU Kota Malang berupa tombak Kyai Sekarbanjar.

READ ALSO

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Ketua Lesbumi NU Kota Malang, Fathul H. Panatapraja, menjelaskan tombak tersebut akan dijadikan ikon pusaka pada festival tiap tahunnya. Tombak Kyai Sekarbanjar memiliki dhapur megantara luk tujuh dan berpamor ngulit semangka.

Baca Juga: Ngaji Sewelasan sebagai Strategi Kebudayaan Lesbumi PCNU Kabupaten Malang

“Tombak Kyai Sekarbanjar dibuat oleh seorang Mpu bernama Ki Krisna Singo Menggolo Putro. Salah seorang Mpu muda kebanggaan Kota Malang,” jelasnya.

Poster acara Festival Sekarbanjar Lesbumi PCNU Kota Malang.
Poster acara Festival Sekarbanjar Lesbumi PCNU Kota Malang. Foto/dok for TM

Seperti diketahui sebelumnya bahwa saat Plt. Gubernur Jawa Timur, H. Emil Elestianto Dardak membuka secara langsung Festival Sekarbanjar Lesbumi NU Kota Malang yang menghadiahkan sebilah keris Pasupati yang juga garapan dari Mpu Krisna.

Di dalam rangkaian acara Festival Sekarbanjar, dihadirkan pula keris para kiai NU dalam sebuah pameran pusaka yang diselenggarakan di dalam ruang pameran, bersama dengan Pustaka (kitab dan lontar) dan seni rupa (lukisan dan patung).

“Kami sengaja menghadirkan pusaka para kiai NU pada Festival Sekarbanjar ini dengan maksud dan harapan agar masyarakat bisa meneladani para kiai tersebut, bahwa pusaka adalah warisan budaya yang adiluhung dan sudah seharusnya kita lestarikan,” kata dia.

Baca Juga: PCNU Kota Malang Gelar Halaqah Fikih Peradaban

“Pusaka tersebut merupakan capaian tertinggi dari silang upaya antara seni, spiritualitas dan teknologi. Keris merupakan sebuah doa yang dibendakan, dengan teknik tempa metalurgi yang di belahan dunia lain masih belum bisa melakukannya saat itu, sedangkan leluhur kita saat itu sudah bisa. Bahkan dengan hasil yang elok sekali, baik dalam bentul lurus maupun berkelok (luk),” imbuh Fathul.

Para pengunjung menyaksikan benda pusaka di Festival Sekarbanjar Lesbumi PCNU Kota Malang.
Para pengunjung menyaksikan benda pusaka di Festival Sekarbanjar Lesbumi PCNU Kota Malang. Foto/dok for TM

Ki Krisna sebagai Mpu asli kelahiran Kota Malang menjelaskan bahwa memahami keris memang tidak bisa dipandang hanya sebagai senjata, apalagi aspek mistis saja. Memahami keris adalah menyelami adat masyarakat Jawa. Alam di mana fungsi, estetika, dan simbol-simbol akan nilai kehidupan ditempa menjadi satu.

Salah satu keris pusaka milik Almaghfurlah KH. Achmad Masduqi Mahfudz, kiainya para kiai NU di Malang ini mewarnai gelaran Festival Sekarbanjar ini. Keris ini berjenis Tosan Aji keris lurus, memiliki dhapur Tilam Upih dengan pamor Melati Sinebar, tangguh Mataram dan warangka Gayaman Surakarta.

Selanjutnya, Ki Krisna menjelaskan bahwa Keris Tilam Upih merupakan salah satu jenis keris keluarga Jawa yang memiliki bentuk lurus dengan ukuran bilah keris sedang. Ciri Keris Tilam Upih sendiri diketahui memiliki ricikan yang sederhana berupa Gandhik polos, pejetan, lugas dan tikel alis.

Lontar yang bercerita Nabi Muhammad di Festival Sekarbanjar. Foto/dok for TM

Secara filosofis Keris Tilam Upih, bahwa kata “Tilam” memiliki pengertian alas tidur, berupa anyaman daun yang membentuk tikar. Dari kata tersebut kemudian muncul sebuah filosofi tentang Tilam Upih yang memiliki simbol kebahagiaan, khususnya untuk keluarga yang memiliki keris tersebut.

“Pamor Melati Sinebar ibarat bunga melati yg bertebaran di mana-mana. Melati sendiri mempunyai warna putih yang dimaknai kesucian. Melati mempunyai aroma yang sangat harum sehingga disukai banyak orang. Jadi makna pamor Melati Sinebar bermakna manusia hendaklah berperilaku baik sehingga dicintai atau disukai banyak orang,” tambahnya.

Kemudian ada pula pusaka dari Almaghfurlah Prof. Dr. KH. Muhammad Tholhah Hasan. Beliau adalah Rektor UNISMA (1989-1998) dan Menteri Agama era Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sebenarnya ada empat bilah keris yang dipinjamkan oleh keluarga beliau, namun hanya 1 yang menjadi perhatian Ki Krisna, yaitu Cundrik.

“Dhapur Cundrik memiliki ciri khas yang khusus, biasanya berukuran kecil sekitar 10-15 cm. Keris pusaka Cundrik ini sering dikatakan patrem karena ukurannya yang kecil. Keris Cundrik umumnya memiliki bentuk bilah yang lurus seperti belati/pedang kecil karena dahulu adalah senjata rahasia yang mudah dibawa dan disembunyikan,” katanya.

Menurutunta, sebagian orang menganggap Cundrik adalah senjata para putri untuk melindungi dirinya dari segala ancaman. Tetapi ada juga yang memiliki pemahaman bahwa dhapur Cundrik digunakan para alim ulama dan juga orang sakti pada jaman dahulu.

“Cundrik meski memiliki bentuk kecil namun memiliki daya tampung energi atau kekuatan yang cukup besar sehingga tidak heran bahwa para alim ulama dan orang linuwih pada zaman dulu wajib memiliki keris dhapur Cundrik ini,” tutur Ki Krisna.

“Pamor Pancuran Mas mengandung ajaran untuk selalu bersedekah untuk membantu sesama karena sedekah bagaikan sumber air, sebanyak apapun dikeluarkan tidak akan pernah habis.” Pungkasnya.

Sementara, Fajrus Sidiq, ketua pelaksana Festival Sekarbanjar, menyampaikan bahwa tak hanya pusaka tombak Kyai Sekarbanjar dan pusaka para kiai masyhur dari Malang saja yang dihadirkan, namun pusaka milik warga Genting juga dipamerkan di festival ini.

Masyarakat Genting dan sekitarnya sangat antusias dalam menyambut Festival Sekarbanjar ini. Lebih dari dua puluh keris dan tombak pusaka milik warga Genting yang terpajang di ruang pameran.

“Para pemilik juga berkonsultasi kepada Ki Krisna tentang perawatan pusaka mereka agar tetap terjaga,” terang Fajrus.

Pelaksanaan Festival Sekarbanjar 2023 didukung oleh Polresta Malang Kota, PT Djarum, OJK Malang, Unisma, Kominfo Kota Malang, DPRD Kota Malang, Perumda Tugu Tirta, Optima Kreatif, Instituto Superior Cristal, Hippam Sumber Makmur, Uniga Malang, Kelompok Tani Sumber Rejeki, Nawaksara, Zebra Production.

Kemudian, Atozz Audio, malangtimes.com, Tugujatim.id, Kampus Desa Indonesia, bacamalang.com, blokA.com, ketik.id, Dawuh Guru, Langgar.co, nggalek.co, dan sejumlah komunitas dari berbagai pihak. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi panitia di atau DM Instagram @festivalsekarbanjar.

Penulis: Haris Rahmat Daliman

Editor: Herlianto. A

Tags: Festival SekarbanjarKeris PusakaLesbumi PCNU Kota MalangTombak Pusaka

Related Posts

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres DPP PDI Perjuangan (TKRPP), Ahmad Basarah.

Beberapa Nama Tokoh NU Masuk dalam Kandidat Bacawapres Ganjar Pranowo

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.