Rabu, Juli 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Kembar Bersaudara Pudjihartono dari Surabaya Teliti Genetika di New Zealand

Redaksi by Redaksi
Juli 4, 2022 4:12 pm
in Berita
Kiri Michael Pudjihartono, Kanan Nicholas Pudjihartono. dok

Kiri Michael Pudjihartono, Kanan Nicholas Pudjihartono. dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Memiliki saudara kembar merupakan sebuah anugerah. Berbagi dengan model DNA yang hampir sama, membuat anak kembar cenderung memiliki beberapa kesamaan dalam hidup mereka.

Meski begitu, sangat jarang ditemukan saudara kembar yang bahkan hingga program studi kuliahnya pun sama. Inilah Nicholas dan Michael Pudjihartono, saudara kembar dari Surabaya yang menempuh pendidikan hingga program doktor di New Zealand dengan mengambil program studi yang sama.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

“Kami sama-sama mengambil bidang Biokimia dan Genetika. Sejak saat menempuh pendidikan sarjana di Univeristy of Otago hingga sekarang program doktor di University of Auckland, kami memang mengambil prodi yang sama. Karena ya kami sama-sama tertarik di bidang ini.” Michael menjelaskan perjalanan studinya bersama saudara kembarnya, Nicholas.

Nicholas dan Michael bersama rekan satu kampus

Nicholas juga menceritakan bahwa memiliki ketertarikan ilmu yang sama dengan saudara kembar itu banyak memberikan kemudahan. Salah satunya adalah mereka bisa saling berdiskusi dan membantu dalam menyelesaikan studi mereka. Dalam perjalanannya, Nicholas dan Michael sering belajar bersama, bekerja sama menyelesaikan projek, saling membantu dan saling memberikan motivasi.

“Apalagi di jenjang doktor, orang yang bisa kita ajak diskusi pasti sangat terbatas. Sebab, semakin tinggi jenjang pendidikan yang kita ambil, pasti sedikit juga rekan diskusinya. Jadi, untuk diskusi terkait genetika, riset paling baru, ataupun berita terbaru terkait prodi ini, rekan paling enak untuk diskusi ya saudara kembar saya ini,” tambah Nicholas.

Meskipun mengambil prodi yang sama, tentu riset dan objek penelitian yang tengah mereka kerjakan saat ini berbeda. Penelitian yang diangkat Nicholas berkaitan dengan genetika di balik penyakit imun manusia, berjudul “Understanding the gene-regulatory mechanisms behind Juvenile Idiophatic Arthritis (JIA) and Its Comorbidities”. Sedangkan penelitian dari Michael berfokus pada genetika di balik penyakit kanker, berjudul “Interpretation of Noncoding Mutations Driving Melanoma”.

“Intinya sih penelitian kita ini nantinya bisa diaplikasikan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit kanker dan penyakit imun. Singkatnya, setiap manusia itu kan bisa terjangkit penyakit yang berbeda-beda, karena memang spesifikasi DNA nya berbeda. Kami tengah meneliti mengapa pergantian di DNA manusia bisa menyebabkan penyakit tertentu, contohnya kanker atau imun. Kita ingin tau, mengapa mutasi-mutasi DNA tertentu bisa menyebabkan penyakit ini. Ini penting karena DNA bisa dibaca, sehingga mutasi mana saja yang bisa menyebabkan kanker atau penyakit imun juga bisa dibaca bahkan sejak dini. Jika sejak dini bisa dideteksi, maka kita bisa melakukan pencegahan melalui perawatan tertentu secepatnya,” Michael menjelaskan terkait penelitian yang tengah mereka kerjakan.

“Karena mencegah tentu lebih baik kan dari pada mengobati,” timbal Nicholas setelah saudara kembarnya menjelaskan panjang lebar terkait penelitian mereka.

Rencana kedepannya pun, kembar bersaudara ini akan kembali ke Indonesia dan menerapkan riset yang tengah mereka kerjakan. Tentu, dengan teknologi-teknologi tertentu yang mungkin masih sedikit atau bahkan belum ada di Indonesia.

Mereka memiliki keinginan agar Indonesia juga bisa memberikan perawatan lebih awal bagi siapapun yang memiliki kemungkinan terjangkit penyakit kanker maupun penyakit imun. Dengan begitu, jumlah penderita kanker dan imun di Indonesia bisa berkurang dan diminimalisir.

“Memang sudah jadi rencana sih nanti kita bakal kembali ke Indonesia kalau program PhD kita di sini udah selesai, ya kira kira 2 tahun lagi lah. Harapannya semoga masyarakat Indonesia akan welcome dan aware ya terkait pencegahan penyakit kanker dan imun ini. Kita semua pasti berharap untuk Indonesia lebih sehat dan lebih baik kedepannya,” terang Michael.

Untuk mewadahi rencana tersebut, Michael dan Nicholas nantinya akan membangun sebuah tempat layanan masyarakat seperti lab yang akan diisi dengan teknologi memadai untuk melakukan pemeriksaan dini kepada orang-orang agar bisa memberikan perawatan maksimal sehingga jumlah penderita kanker dan penyakit imun bisa berkurang seiring berjalannya waktu.

 

Reporter: Ulya Aziza Fitriya

editor: jatmiko

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: anak kembarDNA

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Air PDAM

Air PDAM Sering Mati, Warga Kota Malang Ambil Air Sungai hingga Mengungsi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.