Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan Aqua Dwipayana

Kekuatan Silaturahim dan Penjualan Buku

Redaksi by Redaksi
April 27, 2022 8:11 am
in Aqua Dwipayana
Catatan Aqua Dwipayana, curhat

Dr Aqua Dwipayana

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

*Oleh Dr Sirikit Syah

Catatan: penulis Dr Sirikit Syah, Selasa pagi (26/4/2022) pukul 06.30 WIB meninggal di Rumah Sakit Haji Surabaya, Jawa Timur. Setelah sembilan hari dirawat di sana.

READ ALSO

Pengusaha Rudy Suardana Tutup Usia, Dr Aqua Dwipayana Kagumi Bakti Sang Anak Ventje Suardana

Pesan Dr Aqua Dwipayana Kepada Wartawan Senior Kota Bandung: Jadikan Profesi Wartawan Sarana Menebar Pesan Kebajikan

Beberapa hari lalu saya betul-betul dibuat amazed alias terkesima membaca laporan bahwa Aqua Dwipayana bisa menjual 30 ribu eksemplar bukunya hanya dalam waktu 2-3 bulan. Apalagi dalam situasi pandemi Covis-19. Itu sungguh prestasi yang luar biasa untuk seorang pengarang atau penulis buku.

Saya kemudian melakukan refleksi pada perjalanan perbukuan saya. Buku saya pernah diterbitkan sampai cetak ulang belasan kali, tapi saya tidak mendapat royalti karena sudah dibayar di awal dengan murah.

Saya juga pernah dikagetkan e-mail dari seorang akademisi di Inggris yang akan menganalisis cerpen saya di paper ilmiahnya. Cerpen dikutip dari buku kumpulan cerpen cetakan ketiga.

Lho?! Kok ketiga? Kok saya tidak diberitahu oleh penerbit bahwa cerpen saya sudah naik cetak tiga kali? Saya hanya diberi royalti untuk cetakan pertama.

Buku saya juga pernah beberapa kali diterbitkan dalam rangka Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (HUT PWI). Kali pertama, ketika Ketua PWI Margiono, saya diberi Rp 10 juta. Kali-kali berikutnya, saya hanya diberi 5 eksemplar, tanpa honor dan tanpa royalti.

Pernah saya datangi kantor PWI Pusat di Jl. Kebon Sirih, lalu saya diberi Rp 1,5 juta. Kali selanjutnya, nol honor. Padahal buku itu disponsori Toyota Foundation (logonya ada di halaman pertama).

Saya bertanya pada kenalan di PWI: “Mengapa penulis tidak diberi honor atau hak terbitnya tidak dibeli dengan harga pantas?” Jawabnya: “Waktu pengajuan ke sponsor, itu tidak diajukan. Yang dibiayai hanya cetaknya saja.”

Harus Punya Modal
Nah, pertanyaan berikutnya kan, “Mengapa PWI tidak memasukkan elemen honor penulis buku pada proposal kepada sponsor?” Semoga tahun-tahun yang akan datang, diajukan ya?

Buku saya juga pernah diterbitkan oleh beberapa penerbit mayor, tetapi angka penjualan dan royalti tidak jelas. Akhirnya saya menyimpulkan, menerbitkan secara indie lebih jelas (jumlah penjualan dan uang masuk) daripada diterbitkan penerbit mayor. Kemudian, beberapa buku saya belakangan terbit indie.

Masalah dengan terbit indie adalah: kau harus punya modal untuk biaya cetak/terbit. Tapi ini masalah kecil dibanding dampaknya. Dampak utama adalah: kita tahu/mengenal siapa pembeli kita, karena berhubungan langsung.

Dampak lainnya, uang masuk dengan jelas yang margin keuntungan antara 50-100% dari biaya cetak. (Bandingkan dengan royalti 8% dari penerbit mayor, dari harga jual di toko buku). Kecepatan laku juga lebih memuaskan.

Kalau di toko buku, minggu kedua atau ketiga buku kita akan segera disingkirkan di rak belakang, pojok, tersembunyi, sehingga tidak terlihat oleh pengunjung.

Dengan berjualan sendiri melalui media sosial, perhatian langsung tertuju pada buku kita. Alhamdulillah saya bisa menjual beberapa ratus buku untuk tiap judul, meskipun itu memakan waktu 1-2 tahun.

Perbanyak Silaturahim
Kembali pada keajaiban Aqua Dwipayana. Selain keunggulannya pada tema buku, yaitu buku motivasi (yang sedang ngetrend di tahun-tahun belakangan ini dibanding karya fiksi), ternyata ada faktor lain yang membuat bukunya laris manis.

Aqua suka bersilaturahim. Dia mendatangi dan menghadiri beberapa event, diundang maupun dia volunteer (kemauannya sendiri). Dengan bersilaturahim berbincang tentang apa yang dia kuasai, dia alami, berbagi ilmu dan pengalaman, bukunya dibeli oleh peserta.

Saya dua tahun belakangan ini seperti bersembunyi di dalam kamar, karena tengah menjalani kemoterapi. Silaturahim saya terbatas lewat media sosial. Tak heran bila saya hanya mampu menjual 2-3 buku dalam sebulan, 100-200 dalam 2 tahun. Saya ingin sekali bisa menjual sampai puluhan ribu buku seperti Aqua.

Tantangannya: pertama, apakah saya punya modal mencetak? Kedua: di masa pandemi dan sedang dalam terapi kemo, launching dan diskusi buku (yang pasti menarik untuk kampus-kampus bahasa/sastra dan jurnalistik) tidak dimungkinkan.

Yah, nasib orang memang beda-beda, dan ALLAH SWT sudah mengatur porsinya. Saya belum punya cukup rezeki untuk berumrah, rezeki Aqua sudah diamalkan untuk mengumrahkan banyak orang. Bahkan jumlahnya mencapai ratusan orang. Setiap tahun dia memberangkatkan puluhan orang ke Tanah Suci. Hanya dua tahun terakhir ini kegiatan mulianya terpaksa berhenti karena pandemi Covid-19.

ALLAH SWT Maha adil, dan saya merasa harus berikhtiar lebih keras, bersyukur lebih banyak, dan meniru teladan para penulis di depan saya, di antaranya: perbanyak silaturahim. Silaturahim memanjangkan umur dan mendatangkan rezeki.

Juli 2021

Penulis tinggal di Surabaya, berprofesi sebagai dosen dan pengarang.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Aqua DwipayanaSyirikit Syah

Related Posts

Dr Aqua Dwipayana (paling kiri) bersama Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono (kanan) ketika melayat Rudy Suardana di rumah duka Adi Jasa Surabaya.
Aqua Dwipayana

Pengusaha Rudy Suardana Tutup Usia, Dr Aqua Dwipayana Kagumi Bakti Sang Anak Ventje Suardana

Jumat, 24 Mar 2023
Dr Aqua Dwipayana membagi-bagikan dua buku super best seller karyanya kepada Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Dr Ijang Faisal dan pengurus media online TuguBandung.id.
Aqua Dwipayana

Pesan Dr Aqua Dwipayana Kepada Wartawan Senior Kota Bandung: Jadikan Profesi Wartawan Sarana Menebar Pesan Kebajikan

Kamis, 23 Mar 2023
Dr Aqua Dwipayana dengan gembira saat silaturahim dan ngobrol sama Prof M Mas'ud Said di rumahnya di Malang.
Aqua Dwipayana

Cara Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Membahagiakan Diri dan Orang Lain dengan Silaturahim

Senin, 20 Mar 2023
Kisah Kerja Keras dan Selalu Berpikir Positif yang Dijalani Dr Aqua Dwipayana di Masa Muda Jadi Inspirasi bagi Seorang Amel
Aqua Dwipayana

Kisah Kerja Keras dan Selalu Berpikir Positif yang Dijalani Dr Aqua Dwipayana di Masa Muda Jadi Inspirasi bagi Seorang Amel

Sabtu, 18 Mar 2023
Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Diundang Khusus Pemilik Gurita Bisnis di Yogyakarta untuk Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi
Aqua Dwipayana

Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Diundang Khusus Pemilik Gurita Bisnis di Yogyakarta untuk Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi

Jumat, 17 Mar 2023
Cak Fu bersama para cucu, Dr Aqua Dwipayana, dan mantan narapidana teroris Umar Patek.
Aqua Dwipayana

Cak Fu: Dr Aqua Dwipayana Sosok yang Tak Pernah Lupa Akar Sejarahnya, Menebar Silaturahim dan Benih Kebaikan

Rabu, 1 Mar 2023
Next Post
Kejari Kota Batu

Pemkot Batu Resmi Hibahkan Tanah dan Gedung ke Kejari Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.