Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Kayutangan Heritage Bawa Harapan, Semoga Terkabulkan

Redaksi by Redaksi
April 1, 2022 4:52 pm
in Pariwisata
Pedestrian Kayutangan Heritage Kota Malang. Foto: M Sholeh

Pedestrian Kayutangan Heritage Kota Malang. Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di sudut jalan kawasan legendaris Kota Malang, Jawa Timur, yang bernama Kayutangan, di depan bedak rokok dan aneka macam jajanan, berdiri seorang pria dengan tangan menyilang di belakang. Pandangannya menerawang, memandang lalu-lalang orang di depannya.

Pria itu merasa jalanan yang dia lihat sejak kecil itu ramai sekali, tak seperti sebelumnya. Ingatannya jauh melayang pada tiga tahun lalu, di tempat yang sama. Waktu itu, suasana di sana tampak gelap, tidak banyak pejalan kaki yang lewat.

READ ALSO

5 Wisata Alam di Pujon Kabupaten Malang Cocok untuk Melepas Penat

Libur Long Weekend Makin Berkesan! 5 Wisata Alam Malang Eksotis di Malang yang Wajib Dikunjungi

Kawasan yang dulunya menjadi lambang kejayaan; sebagai pusat bisnis dan hiburan itu, seolah jadi kota mati. Banyak gedung dan pertokoan beraksitektur lawas mangkrak tak terawat, tanpa penghuni.

Hanya beberapa pengusaha yang konsisten tetap berkecimpung di sana. Pedagang kaki lima (PKL) saja bahkan jarang memilih Kayutangan untuk mangkal, saking sepinya. Hanya ada beberapa pedagang kopi yang memilih bertahan. Salah satunya adalah Ivan (40).

Ivan bersama ibunya memutuskan berjualan kopi ala kadarnya di sana pada 2019. Mereka menggelar tikar seadanya untuk pelanggan menikmati kopi dan jajanan ringan. Sehari-hari, mereka melayani pembeli yang rata-rata adalah tetangga, tukang becak, dan kalau beruntung, anak-anak muda pesepeda yang sedang nongkrong.

”Sekarang udah beda, banyak orang ke sini. Akhirnya saya putuskan buka rombong kecil-kecilan. Sewa di tanah milik kampung. Alhamdulillah ikut kecipratan rejeki sejak Kayutangan Heritage ini dibangun,” kata Ivan kepada Tugu Malang ID.

Sejak dibukanya Kayutangan Heritage dengan wajah baru pada Desember 2021, penghasilan Ivan ikut bertambah. Dari yang semula paling banter menjual 15-25 gelas semalam, kini dia bisa menjual hingga 30-an lebih gelas kopi dalam sehari.

”Alhamdulilah, Mas. Semoga bisa rame terus disini,” harapnya.

Seperti diketahui, kawasan bernilai historis tinggi ini punya wajah baru. Paling ikonik terletak pada wajah pedestriannya yang kini ditata rapi, lengkap dengan bangku duduk yang tersebar di tiap sudut. Warga juga disuguhi latar pemandangan pertokoan yang berpadu dengan sederetan lampu hias berornamen gaya lawas.

Sejak dibuka, wajah baru Kayutangan atau ‘Houten Hand’ dalam bahasa Belanda ini, mendapat respon positif. Perlahan, banyak masyarakat berkunjung untuk sekedar duduk-duduk, jalan-jalan, berswafoto, hingga menikmati kudapan dari berbagai unit usaha kuliner yang mulai bermunculan.

Kayutanganpun kembali mendapatkan tempat di benak masyarakat. Sebelumnya, masyarakat enggan jalan-jalan ke Kayutangan karena kondisi pedestrian yang tidak memadai. Belum lagi karena faktor kondisi deretan bangunan lawas yang tidak terawat sehingga memunculkan kesan angker.

”Kalau dulu saya takut mau jalan-jalan ke sana. Sore sampai malem di sanakan sepi, gelap lagi. Apalagi bangunan-bangunannya gak kerawat, jadi kayak angker gitu. Dulukan gitu, kalau sekarang ya sudah banyak kafe dan PKL,” kata Rahma (25), pejalan kaki di Kayutangan Heritage.

Rahma menyambut penataan kawasan Kayutangan ini dengan positif karena menjadi alternatif baru warga untuk berjalan-jalan. Rahma sendiri sering ke sini dan betah duduk berlama-lama, bahkan sampai petang sekalipun.

”Apalagi anak-anak muda sekarang lagi gandrung bikin konten TikTok ya. Saya seneng sih jalan-jalan ke sini, rame. Bisa sambil cuci mata. Syukur-syukur dapat kenalan,” ungkapnya, cengengesan.

Selain menjadi ruang publik, Kayutangan Heritage diharapkan juga membawa angin segar bagi para pelaku seni dan budaya. Kayutangan yang terletak di jantung kota ini, bisa menjadi panggung seni yang menjadi magnet menarik pengunjung.

Seperti dikatakan Cipto (28) yang berpendapat jika langkah penataan kawasan Kayutangan ini dinilai menjadi pancingan awal agar kawasan ini kembali pada fitrahnya. Menjadi ruang publik. Seperti sejarah kejayaannya dulu, di era kolonial yang jadi pusat perniagaan dan bertemunya pebisnis dan kalangan termasuk insan kreatif dari berbagai penjuru.

Seiring waktu, Kayutangan menjadi pusat kegiatan hiburan publik. Dulu di sini ada gedung bioskop yang artinya banyak insan muda-mudi dari berbagai latar belakang dan wilayah Kota Malang datang untuk menonton film. Dari pertemuan itu, kemudian lahirlah ide-ide kreatif nan bernas datang dari anak muda.

Atmosfer kreatif seperti itulah yang diimpikan Cipto. Bukan tidak mungkin nanti Kayutangan Heritage ini dapat memunculkan seniman-seniman baru, para pegiat seni yang bersinergi dalam membangun iklim kesenian yang riuh beriringan dengan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

”Harapan saya sih Kayutangan yang baru ini bisa jadi panggung. Maksudnya jadi pusat kegiatan publik yang diisi dengan berbagai kegiatan kreatif anak muda. Jadi ramaikan nanti, pedagang juga akan dapat untungnya. Secara iklim kan jadi positif, ya?,” paparnya.

Hidupkan Gairah Investasi Kayutangan

Zona 3 Kayutangan Heritage. Foto: M Sholeh

Penataan di sepanjang koridor Kayutangan ini diakui dapat menjadi magnet baru pertumbuhan investasi di Kota Malang. Selama ini, gedung dan bangunan pertokoan tidak lagi memiliki daya jual karena untuk menata ulang bangunan lama butuh waktu dan biaya yang tak sedikit.

Tokoh pengusaha di Malang, Donny Kris Puriyono ikut angkat bicara perihal ini. CEO Malang Strudel itu optimistis Kayutangan punya daya pikat sendiri dibanding kawasan lain. Dengan ditata ulang, tentu bisa menjadi awal kebangkitan Kayutangan yang dulunya dikenal sebagai kawasan elite itu.

”Saya kira di sana hanya tinggal tunggu waktu saja. Langkah penataan sudah tepat. Tinggal pemerintah nanti mengenalkan grand design-nya seperti apa dan semua pihak akan menyesuaikan agar tidak ada tumpang tindih,” ungkap Donny Kris.

Menurut Donny, penataan Kayutangan Heritage yang semula digagas Kementerian PUPR senilai Rp 23 miliar ini, harus digarap lebih serius lagi oleh daerah. Apalagi, Kayutangan adalah salah satu kawasan ikonik Kota Malang yang juga mendapat perhatian banyak pihak.

”Jadi tinggal ditata lagi grand design-nya, sambil jalan. Saya yakin nanti kalau jadi, maka dampak multiplier effect-nya akan ada. Kawasan jadi hidup, pengunjung dan wisatawan berdatangan, akhirnya ekonomipun bertumbuh,” kata pria kelahiran Malang 20 April 1982 ini.

Donny yang juga tumbuh besar di Malang dari daerah Lawang itu menuturkan bahwa riak pro kontra yang terjadi sekarang adalah hal yang lumrah. Sejak dipasangnya sederet lampu jalan hias bergaya klasik di sana, kawasan ini sering disebut mengekor gaya penataan di Malioboro, Yogyakarta atau Kota Lama, Semarang.

Namun Presiden TDA 6.0 ini menganggap bahwa itu hanya kesan di awal saja. Pada akhirnya, Kayutangan akan menemukan wajahnya sendiri. Saat ini masih terlalu dini untuk menilai Kayutangan karena sebenarnya penataan itu belum rampung sepenuhnya.

”Malioboro untuk bisa dikenal sampai sekarang itukan sudah puluhan tahun. Nanti, Kayutangan juga begitu. Prosesnya masih panjang,” paparnya.

Pada akhirnya, penataan di sepanjang koridor Jalan Basuki Rahmat ini sedikit besar mampu membawa perubahan. Pendar sinar Kayutangan yang sempat meredup, kini mulai menyala lagi. Harapan besarnya, titik ini bisa menjadi titik kumpul manusia dari berbagai penjuru. Lalu kembali berjaya, seperti sejarah awalnya dulu.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Headlinekayutangankota malangmalang

Related Posts

Wisata alam menarik di awasan Pujon, Kabupaten Malang. Foto/dok
Pariwisata

5 Wisata Alam di Pujon Kabupaten Malang Cocok untuk Melepas Penat

Senin, 1 Jun 2026
Pantai Banyu Meneng, salah satu rekomendasi wisata alam di Malang yang cocok dikunjungi di momen long weekend. /Foto: Google Review Pantai Banyu Meneng/Firman Tri
Pariwisata

Libur Long Weekend Makin Berkesan! 5 Wisata Alam Malang Eksotis di Malang yang Wajib Dikunjungi

Sabtu, 30 Mei 2026
Fotografi bawah air di Sumber Sirah. (Foto: Instagram/ @yoiki_malang)
Pariwisata

5 Wisata Sumber Air Alami di Malang, Destinasi Short Getaway Akhir Pekan

Rabu, 27 Mei 2026
Kegiatan edukasi wisata hidroponik di Batu Love Garden. Foto: Dok
Pariwisata

Alternatif Kegiatan Toddler dan Muda-mudi di Batu Love Garden, Ada Wisata Edukasi Hidroponik

Selasa, 26 Mei 2026
Rekomendasi wisata keluarga Malang yang bisa dijadikan destinasi wisata seru di momen long weekend bersama keluarga. /Foto: Pinterest/Dimas Setyawan.
Pariwisata

Liburan Long Weekend Seru, 10 Wisata Keluarga Malang Terpopuler yang Wajib Dikunjungi

Sabtu, 16 Mei 2026
Keindahan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. (Foto: Instagram/ @khaerudinm)
Pariwisata

7 Gunung untuk Mendaki di Malang, Suguhkan Panorama Alam yang Memesona

Kamis, 14 Mei 2026
Next Post
Puasa Ramadan

Awal Puasa, Kenapa Berbeda?

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.