Malang, Tugumalang.id – Tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi Alun Alun Merdeka pasca revitalisasi memunculkan catatan serius dari DPRD Kota Malang. Lonjakan pengunjung tersebut diiringi laporan puluhan anak yang sempat terlepas dari pengawasan orang tua di kawasan ruang publik tersebut.
Evaluasi Keamanan Jadi Sorotan DPRD Kota Malang
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pendukung keamanan di Alun Alun Merdeka. Salah satu fokus utama yang didorong adalah penguatan pengawasan berbasis teknologi.
Ia menilai, penambahan unit CCTV di titik-titik strategis menjadi kebutuhan mendesak guna meminimalkan risiko insiden, terutama saat kepadatan pengunjung meningkat tajam.
“Kejadian terlepasnya puluhan anak dari pengawasan orang tuanya harus menjadi evaluasi bagi Pemkot Malang. Maka sarana prasarana pendukung seperti CCTV itu penting untuk segera ditambah,” ujar Dito, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Kunjungan Alun-Alun Kota Malang Membludak, 62 Anak Dilaporkan Hilang dalam 2 Hari
Lonjakan Pengunjung Tingkatkan Risiko Anak Terpisah
Menurut Dito, lonjakan pengunjung yang kerap terjadi pada akhir pekan berdampak langsung terhadap meningkatnya potensi anak terpisah dari rombongan keluarga. Kondisi tersebut, kata dia, tidak bisa hanya diantisipasi melalui pengawasan manual.
Ia menilai sistem keamanan harus diperkuat dengan perangkat pendukung yang memadai agar respons terhadap insiden bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Optimalisasi Speaker dan Penambahan Petugas Lapangan
Selain CCTV, DPRD Kota Malang juga merekomendasikan optimalisasi speaker atau pengeras suara informasi di kawasan Alun Alun Merdeka. Melalui sarana tersebut, petugas diharapkan lebih aktif menyampaikan imbauan kepada pengunjung agar tetap waspada dalam mengawasi anak-anak.
Dito juga menyoroti luasnya area alun-alun yang dibarengi kepadatan pengunjung. Menurutnya, penambahan personel atau petugas lapangan penting dilakukan agar setiap insiden yang muncul dapat segera ditangani.
Tak hanya itu, Pemkot Malang juga didorong memanfaatkan media informasi dan media sosial sebagai sarana sosialisasi langkah antisipasi kepada masyarakat sebelum berkunjung ke Alun Alun Merdeka.
Data DLH: Dilaporkan 62 Anak Hilang dalam Dua Hari
Sebelumnya, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menjelaskan bahwa jumlah pengunjung Alun Alun Merdeka meningkat hingga empat kali lipat setelah revitalisasi. Kondisi ini menyebabkan kepadatan di sejumlah titik, terutama area permainan anak.
Dalam situasi tersebut, DLH menerima laporan puluhan anak yang terpisah dari pengawasan orang tua. Total terdapat 62 anak dilaporkan hilang dalam dua hari terakhir.
“Kondisinya memang ramai, terutama di tempat permainan anak-anak. Laporan anak yang terpisah dari orang tuanya hari ini ada 26 anak dan kemarin Minggu ada 36 anak,” ungkapnya.
Meski demikian, seluruh anak tersebut telah ditemukan dan diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. “Mereka sudah aman, sudah ketemu orang tuanya lagi,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan sementara, mayoritas anak terlepas dari pengawasan saat bermain di area playground. Beberapa kelalaian orang tua, seperti meninggalkan anak untuk ke masjid, berbelanja, atau ke toilet, disebut menjadi pemicu kejadian tersebut.
Meski seluruh anak telah kembali dengan selamat, DLH Kota Malang menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























