Tugumalang.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II menunjukkan kontribusinya dalam menopang keuangan negara. Per 31 Juli 2025, Kanwil Bea Cukai Jatim II berhasil menghimpun penerimaan negara sebesar Rp 32,06 triliun.
Kepala Kanwil DJBC Jatim II, Agus Sudarmadi mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung perekonomian Indonesia agar terus bertumbuh.
Kanwil DJBC Jatim II dengan wilayah kerja mencakup 24 kabupaten/kota di Jatim itu memiliki beberapa peran utama dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Hari Pabean Internasional 2025, Bea Cukai Mendapatkan Apresiasi dari APKB
1. Trade Facilitator, yakni memberikan fasilitasi perdagangan melalui berbagai upaya strategis.
2. Industrial Assistance, mendukung industri dalam negeri dengan membantu meningkatkan daya saing.
3. Community Protector, menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan illegal.
4. Revenue Collector, mengoptimalkan penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai.
Dengan jumlah pengguna layanan mencapai 453 perusahaan, Kanwil DJBC Jatim II juga terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan di bawah tujuh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Seperti di Malang, Kediri, Blitar, Madiun, Jember, Banyuwangi dan Probolinggo.

Dalam fungsinya sebagai Revenue Collector, Kanwil DJBC Jawa Timur II per 31 Juli 2025 berhasil menghimpun penerimaan negara sebesar Rp 32,06 triliun.
Baca Juga: Bea Cukai Malang Terus Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
“Ini menjadi bukti nyata kontribusi besar Kanwil DJBC Jawa Timur II dalam menopang keuangan negara,” kata Agus, Selasa (12/8/2025).
Pihaknya juga berhasil melakukan pengamanan dan penindakan signifikan terhadap pemberantasan barang kena cukai ilegal. Dikatakan, Jatim memang menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari sektor cukai.
“Oleh karena itu kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal, terutama rokok ilegal yang tidak hanya merugikan negara tetapi juga merugikan industri hasil tembakau legal yang ada,” tuturnya.
Untuk menegaskan komitmen dalam pengawasan barang kena cukai, pihaknya juga membentuk Satgas Optimalisasi Penerimaan dan Pengawasan Barang Kena Cukai llegal. Satgas ini untuk mencegah peredaran rokok dan barang kena cukai ilegal lainnya sehingga penerimaan negara semakin optimal.
Setidaknya, 642 penindakan telah dilaksanakan selama 2025 ini. Rinciannya, penindakan hasil tembakau sejumlah 64.829.711 batang dan minuman mengandung etil alkohol sejumlah 20.078 liter.
Nilai barang tersebut diperkirakan mencapai Rp 98 milyar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp 59,5 miliar.
Adapun komoditi lain yang berhasil ditindak oleh Kanwil DJBC Jatim II salah satunya narkotika sebanyak 9.944 butir.
Kanwil DJBC Jatim II juga berperan aktif dalam menjalankan fungsi sebagai trade facilitaror dan industrial assistance untuk mendukung investasi melalui penerbitan izin Fasilitas Kawasan Berikat kepada 4 perusahan sepanjang 2025.
Dampak ekonomi dari penerbitan fasilitas kepabeanan itu mampu menciptakan lapangan kerja bagi 6.939 tenaga kerja dengan total investasi mencapai Rp 1,8 triliun.
Agus juga menjelaskan bahwa Bea Cukai memiliki peran strategis sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung industri. Terutama dalam mendukung keberlanjutan sektor industri domestik termasuk program pemberdayaan UMKM.
“Kontribusi Bea Cukai ini akan lebih optimal jika dijalankan secara bersama sama melalui sinergi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta media,” jelasnya.
Komitmen Kanwil DJBC Jatim II terhadap Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus berlanjut sejak pencanangan pertama kali pada 2019.
Pada tahun 2025, predikat ZI WBBM tetap terjaga berkat evaluasi dan pemantauan yang berkesinambungan. Kemudian hasil Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan skor yang sangat baik di berbagai aspek. Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan 1: 3,75 (skala 4) pada Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan II: 3,71 (skala 4).
“Kami bangga dengan apa yang telah diraih, tetapi tantangan ke depan menanti. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kami yakin bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


























