Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kala Permusikan Kota Malang Berjaya, Pemuda Rela Jual Celana Untuk Beli Tiket

Redaksi by Redaksi
Juli 12, 2021 4:20 pm
in Asli Malang
Hengki Herawan saat ditemui di Museum Musik Indonesia (MMI)

Hengki Herawan saat ditemui di Museum Musik Indonesia (MMI)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Perjalanan perkembangan permusikan di Kota Malang diwarnai cerita cerita unik. Kala permusikan Kota Malang berjaya, para pemuda rela menjual celana untuk dapat membeli tiket konser.

Perkembangan pesat musik modern di Kota Malang dimulai sekitar tahun 1960an. Saat itu, band band lokal mulai bermunculan mewarnai permusikan di Kota Malang.

READ ALSO

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Dimana, sebelumnya hanya ada musik musik tradisi, musik rakyat dan lainnya. Kemudian, kemunculan lagu lagu hits musik Barat saat itu mulai menginspirasi musisi tanah air dalam berkarya, tak terkecuali musisi Kota Malang.

“Jadi mulai 1960an itu mulai lahir band band musik modern, awalnya mereka hanya membawakan lagu lagu orang lain. Kemudian berkembang dengan menciptakan sendiri lagu pop hingga rock,” ujar Hengki Herawan, Pendiri Museum Musik Indonesia (MMI) Kota Malang.

Pada era 1970an, beberapa grup musik Kota Malang mulai melakukan rekaman meski distribusinya tak seluas lebel ternama di tanah air. Genre rock dan pop yang dibawa musisi luar Malang saat itu juga sangat menginspirasi selera pecinta musik Kota Malang.

“Walaupun distribusinya minim, jaringan mereka sangat luas dan bahkan mereka punya penggemar hingga luar negeri. Namun selera musik warga Kota Malang saat itu juga sangat besar,” ungkapnya.

Diera inilah musik rock mulai berkembang pesat dan sangat digemari di Kota Malang. Musisi musisi lokal juga turut merasakan kejayaan permusikan di Kota Malang.

Bahkan di era 1970 hingga 1976, sangat marak pemuda Kota Malang yang menjual pakaiannya, seperti baju dan celana. Hal itu mereka lakukan untuk bisa mendapatkan uang demi membeli tiket konser musik yang mereka gemari.

“Dulu banyak sekali cerita jual celana, mereka biasa menjual di pasar loak. Memang banyak sekali yang melakukan itu untuk membeli tiket konser,” ungkapnya.

Menurutnya, kebiasaan pemuda Kota Malang yang menjual celanannya untuk membeli tiket konser itu menunjukkan bahwa antusias pemuda saat itu sangat fanatik.

“Mereka rela melakukan itu untuk bisa melihat musik yang mereka gemari. Kalau ternyata musiknya gak bagus, ya banyak juga pasti yang kecewa hingga diteriaki, bahkan ada yang melempari musisinya,” paparnya.

Disebutkan, saat itu mayoritas pemudanya menggemari musik rock. Kemudian musik rock di Kota Malang terus berkembang dan mendominasi hingga tahun 2000an.

Perjalanan permusikan di Kota Malang terus mengalami perkembangan yang juga memberikan dampak pada pelaku dan penikmat musik. Namun kemunculan pandemi Covid-19 membuat dunia permusikan mulai kehilangan pijakan.

Pertunjukan atau konser musik terpaksa harus dihentikan pergelarannya. Tentu pandemi ini juga sangat berdampak pada perekonomian para musisi maupun pelaku permusikan.

“Pengaruh pandemi ini sangat besar sekali, karena konser musik lekat dengan penonton yang ada di ruang publik,” ujarnya.

Namun disebutkan, saat ini banyak sekali musisi yang mulai beralih ke media digital. Hal itu dilakukan demi bisa tetap bertahan dan tetap berekspresi dalam masa sulit ini.

“Sekarang mereka berekspresi melalui medsos. Saya pikir musisi Kota Malang dengan bakat, kemampuan dan jiwa seninya akan bisa terus berkembang dan bisa menciptakan karyanya,” tuturnya.

“Menghadapi situasi pandemi ini, jangan kendor, tetap terus berkarya. Karena pasti pandemi ada akhirnya. Terus manfaatkan teknologi,” pesannya.

Tags: HENGKI HERAWANkota malangMuseum Musik Indonesia

Related Posts

Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Next Post
Ilustrasi sistem Smart CCTV dari mahasiswa UB. Foto: dok.

Inovasi Smart CCTV dari Mahasiswa UB untuk Mendeteksi Pelanggar Prokes

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.