Minggu, Agustus 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kala Permusikan Kota Malang Berjaya, Pemuda Rela Jual Celana Untuk Beli Tiket

Redaksi by Redaksi
Juli 12, 2021 4:20 pm
in Asli Malang
Hengki Herawan saat ditemui di Museum Musik Indonesia (MMI)

Hengki Herawan saat ditemui di Museum Musik Indonesia (MMI)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Perjalanan perkembangan permusikan di Kota Malang diwarnai cerita cerita unik. Kala permusikan Kota Malang berjaya, para pemuda rela menjual celana untuk dapat membeli tiket konser.

Perkembangan pesat musik modern di Kota Malang dimulai sekitar tahun 1960an. Saat itu, band band lokal mulai bermunculan mewarnai permusikan di Kota Malang.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Dimana, sebelumnya hanya ada musik musik tradisi, musik rakyat dan lainnya. Kemudian, kemunculan lagu lagu hits musik Barat saat itu mulai menginspirasi musisi tanah air dalam berkarya, tak terkecuali musisi Kota Malang.

“Jadi mulai 1960an itu mulai lahir band band musik modern, awalnya mereka hanya membawakan lagu lagu orang lain. Kemudian berkembang dengan menciptakan sendiri lagu pop hingga rock,” ujar Hengki Herawan, Pendiri Museum Musik Indonesia (MMI) Kota Malang.

Pada era 1970an, beberapa grup musik Kota Malang mulai melakukan rekaman meski distribusinya tak seluas lebel ternama di tanah air. Genre rock dan pop yang dibawa musisi luar Malang saat itu juga sangat menginspirasi selera pecinta musik Kota Malang.

“Walaupun distribusinya minim, jaringan mereka sangat luas dan bahkan mereka punya penggemar hingga luar negeri. Namun selera musik warga Kota Malang saat itu juga sangat besar,” ungkapnya.

Diera inilah musik rock mulai berkembang pesat dan sangat digemari di Kota Malang. Musisi musisi lokal juga turut merasakan kejayaan permusikan di Kota Malang.

Bahkan di era 1970 hingga 1976, sangat marak pemuda Kota Malang yang menjual pakaiannya, seperti baju dan celana. Hal itu mereka lakukan untuk bisa mendapatkan uang demi membeli tiket konser musik yang mereka gemari.

“Dulu banyak sekali cerita jual celana, mereka biasa menjual di pasar loak. Memang banyak sekali yang melakukan itu untuk membeli tiket konser,” ungkapnya.

Menurutnya, kebiasaan pemuda Kota Malang yang menjual celanannya untuk membeli tiket konser itu menunjukkan bahwa antusias pemuda saat itu sangat fanatik.

“Mereka rela melakukan itu untuk bisa melihat musik yang mereka gemari. Kalau ternyata musiknya gak bagus, ya banyak juga pasti yang kecewa hingga diteriaki, bahkan ada yang melempari musisinya,” paparnya.

Disebutkan, saat itu mayoritas pemudanya menggemari musik rock. Kemudian musik rock di Kota Malang terus berkembang dan mendominasi hingga tahun 2000an.

Perjalanan permusikan di Kota Malang terus mengalami perkembangan yang juga memberikan dampak pada pelaku dan penikmat musik. Namun kemunculan pandemi Covid-19 membuat dunia permusikan mulai kehilangan pijakan.

Pertunjukan atau konser musik terpaksa harus dihentikan pergelarannya. Tentu pandemi ini juga sangat berdampak pada perekonomian para musisi maupun pelaku permusikan.

“Pengaruh pandemi ini sangat besar sekali, karena konser musik lekat dengan penonton yang ada di ruang publik,” ujarnya.

Namun disebutkan, saat ini banyak sekali musisi yang mulai beralih ke media digital. Hal itu dilakukan demi bisa tetap bertahan dan tetap berekspresi dalam masa sulit ini.

“Sekarang mereka berekspresi melalui medsos. Saya pikir musisi Kota Malang dengan bakat, kemampuan dan jiwa seninya akan bisa terus berkembang dan bisa menciptakan karyanya,” tuturnya.

“Menghadapi situasi pandemi ini, jangan kendor, tetap terus berkarya. Karena pasti pandemi ada akhirnya. Terus manfaatkan teknologi,” pesannya.

Tags: HENGKI HERAWANkota malangMuseum Musik Indonesia

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi sistem Smart CCTV dari mahasiswa UB. Foto: dok.

Inovasi Smart CCTV dari Mahasiswa UB untuk Mendeteksi Pelanggar Prokes

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.