Kota Batu, Tugumalang.id – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batu mendorong Pemkot Batu menggandeng pengusaha lokal dalam menyukseskan berbagai program serta visi-misi mBatu Sae yang kini diusung. Sinergi dengan para pelaku usaha dinilai menjadi kunci penting untuk melejitkan perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan Ketua KADIN Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono. Menurutnya, Kota Batu memiliki modal besar untuk menjadi mercusuar ekonomi di Jawa Timur. Namun, potensi alam yang indah dan udara sejuk saja dinilai belum cukup tanpa sinergi yang kuat antara kepala daerah dan inovasi para pengusaha lokal.
Pria yang juga menjabat Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu itu menegaskan bahwa pengusaha bukan sekadar pencari keuntungan, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.
“Denyut ekonomi Kota Batu berada di tangan para pelaku usaha yang setiap hari bergelut dengan realitas di pasar sehari-hari,” ungkapnya, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Maksimalkan Produk UMKM Kota Batu, Kadin akan Bangun Rumah Kurasi dan Vokasi
Pemimpin Diminta Turun Langsung Mendengar Kebutuhan Warga
Menurut Endro, hal itu harus ditangkap oleh Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto. Ia menilai tantangan Kota Batu ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang berani melebur dengan rakyat.
Ia berharap pemimpin daerah tidak hanya duduk di balik meja dan menerima laporan formal yang terkadang berbeda dengan kondisi di lapangan.
“Wali Kota itu harus hadir di tengah masyarakat. Masuk ke pasar-pasar, blusukan ke desa, dan mendengar suara warga tanpa sekat protokoler yang kaku. Dengan begitu, kebijakan yang diambil bisa relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Endro.
Endro menilai, kedekatan pemimpin dengan masyarakat akan membuat arah kebijakan lebih tepat sasaran. Dengan mendengar langsung aspirasi warga dan pelaku usaha, pemerintah dinilai dapat merumuskan langkah yang lebih sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
KADIN Kota Batu Soroti Digitalisasi UMKM dan Penguatan Desa Wisata
Salah satu poin krusial yang disoroti Endro adalah pemanfaatan ide-ide segar dari para pengusaha. Pelaku usaha di sektor pariwisata, perhotelan, pertanian, hingga UMKM dinilainya sebagai pemikir bebas yang tidak terhambat birokrasi.
“Mereka lebih paham tren wisata, perilaku konsumen, dan peluang pasar secara detail. Ide mereka sering kali lebih kreatif dan realistis. Pemerintah harus menjadikan mereka sebagai konsultan alami dalam merumuskan kebijakan,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Dorong Kolaborasi DUDI dan UMKM untuk Tingkatkan Ketenagakerjaan dan Vokasi di Kota Batu
Endro juga melihat masih ada pekerjaan rumah besar di Kota Batu, seperti digitalisasi UMKM yang belum merata dan pengembangan desa wisata yang belum optimal. Ia menilai kolaborasi dengan pengusaha dapat mempercepat solusi atas persoalan tersebut.
Beberapa bentuk kolaborasi yang diusulkannya antara lain digitalisasi layanan di tingkat UMKM, penguatan desa wisata, hingga inovasi destinasi wisata agar Kota Batu memiliki pasar wisata yang lebih beragam dan tidak hanya mengandalkan wisata buatan.
“Saya kira kita harus menguatkan lagi sektor agrowisata berbasis kearifan lokal kita,” tegasnya.
Endro meyakini kemajuan Kota Batu akan melesat jika kolaborasi antara pemimpin, masyarakat, dan pengusaha dapat berjalan beriringan.
“Tugas Wali Kota adalah menjembatani kreativitas pengusaha dengan regulasi. Jika gagasan hebat di lapangan didukung oleh kebijakan yang legal dan terarah, maka ekonomi masyarakat akan bergerak cepat. Batu tidak hanya akan indah dikunjungi, tapi juga maju dijalani oleh warganya,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























