MALANG, Tugumalang.id – Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan melakukan kegiatan pendampingan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Teratai 1 Dusun Segenggeng Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji selama Oktober-November 2023.
Kegiatan ini merupakan implementasi program Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) UM yang diketuai oleh Dr. Sri Wahyuni S.Pd., M.Pd, melalui dana hibah internal UM tahun 2023.
Sri Wahyuni menyatakan, Re-Brand Posyandu digagas sebagai upaya untuk membranding kembali keberadaan Posyandu agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan dukungan sarana prasarana yang memadai.
Baca Juga: Lewat Kolaborasi, Universitas Negeri Malang Siap Ciptakan Ekosistem Inovasi

Terlebih, sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan anak, maka antusiasme masyarakat untuk datang ke Posyandu juga ditargetkan dapat meningkat. Harapannya, langkah ini dapat mengedukasi para ibu untuk peduli terhadap upaya pencegahan stunting di Desa Wonokerso.
“Melalui kegiatan Posyandu diharapkan para ibu mendapatkan banyak informasi tentang tumbuh kembang anak sehingga mereka memiliki wawasan untuk mendidik anaknya menjadi generasi sehat dan cerdas,” terangnya.
Mengingat, kesadaran para ibu terhadap tumbuh kembang anak menjadi hal strategis untuk membantu upaya akselerasi pencegahan stunting, khususnya di Dusun Segenggeng Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji.
Baca Juga: Universitas Negeri Malang Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi S1 Kedokteran

Kegiatan pendampingan diawali dengan koordinasi program di tanggal 30 Agustus 2023 dan 6 September 2023, dilanjut dengan kegiatan aksi yakni pertemun para kader dan serah terima bantuan sarana prasarana yang dibutuhkan di Posyandu pada 4 Oktober 2023.
Selanjutnya, ada monitoring yang berlangsung hingga awal November 2023. Adapun, kegiatan aksi yang dilakukan meliputi pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia.
Dalam kesempatan ini juga turut diserahkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan posyandu, meliputi tempat tidur, papan penyekat yang sekaligus difungsikan sebagai majalah dinding, almari arsip, dan 20 poster edukasi. Penyerahan itu dilakukan oleh Sri Wahyuni kepada Kepala Desa Wonokerso, Nariyadi, S.Sos.
Dalam sambutannya, Nariyadi menyatakan sangat senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan untuk Posyandu. Lebih lanjut Nariyadi berharap agar kegiatan pengabdian ini diluaskan lagi sasarannya ke Posyandu Teratai yang lainnya, dimana jumlah Posyandu di Wonokerso ada 5 Posyandu.
“Semoga tahun depan bisa diusulkan kegiatan pengabdian untuk Posyandu yang lain”, jelas Nariyadi.
Poster edukasi yang dibagikan kepada kader selanjutnya akan dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah paparan publik bagi para ibu agar mereka memperoleh informasi terkait kesehatan ibu dan anak.
Alhasil, kegiatan abdimas ini memperoleh respon positif dari para pasien dan juga dari para kader. Indra sebagai bidan desa, juga memberikan ucapan terimakasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Ia mengatakan bahwa stunting masih menjadi permasalahan di wilayah Pakisaji, maka perlu terus digali penyebab dan cara mengatasinya.
Ke depan, Posyandu diharapkan dapat menjadi pusat Edukasi bagi ibu-ibu menjadi dan pusat literasi kesehatan ibu dan anak di lingkungan Dusun Segenggeng Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji.
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Herlianto. A