MALANG, Tugumalang.id – Judi online atau judol menjadi fenomena yang marak dan menjadi penyakit akut di masyarakat. Bahkan judi online juga merambah ke anak-anak yang kecanduan dan berdampak pada kondisi kesehatan mental masyarakat.
Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Dewi Fatmasari Edy angkat bicara mengenai fenomena judi online di masyarakat yang membuat Indonesia mengalami darurat judi online.
Menurutnya fenomena judi online adalah ‘penyakit tersembunyi’ yang disebabkan oleh penggunaan teknologi yang kurang bijak. Efek candu negatif judi online memberi dampak buruk kepada masyarakat terutama dari aspek perilaku sosial yang menyebabkan terjadinya berbagai perilaku menyimpang di kalangan masyarakat.
“Sebenarnya, fenomena judi online ini sendiri adalah manifestasi dari penggunaan atau pemanfaatan perkembangan teknologi internet yang tidak bijak. Kadangkala disebut sebagai penyakit tersembunyi karena memang sifatnya tidak tampak secara langsung tanda-tanda fisik, sama seperti misalnya kecanduan game online,” papar perempuan yang akrab disapa Dewi itu kepada Tugumalang.id, Selasa (16/7/2024).
Baca Juga: Judi Online Marak, Pj Wali Kota Malang Minta Disdikbud Cek Ponsel Siswa
“Yang perlu dipahami adalah karena ini sifatnya ‘candu’ maka perlu juga dibarengi dengan pemahaman kriteria atau tanda kecanduan itu sendiri. Salah satunya misalnya seringkali berbohong tentang lamanya waktu ia berjudi, utang, dan menghalalkan segala cara untuk tetap ikut berjudi,” sambunya.
“Sampai pada perilaku mencuri atau merusak lingkungan untuk tetap mempertahankan perilaku judi itu sendiri,” lanjut alumni Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan untuk membantu masyarakat terlepas dari kecanduan judi online. Dimulai dengan membantu masyarakat sadar terlebih dahulu tentang dampak buruk dari kecanduan judi online dan situasi yang dihadapi mereka saat ini terutama dampak-dampak buruk yang sudah dirasakan.
Dari kesadaran pribadi masyarakat, menurut Dewi akan mudah mencari treatment yang pas untuk membantu masyarakat keluar dari jerat kecanduan judi online.
“Untuk mengatasi, kita perlu balik membuat mereka sadar dulu bahwa mereka sedang mempunyai masalah terkait dengan perilaku tersebut. Menyadari situasi sendiri ini sangat penting,” terangnya.
“Keefektifan sebuah treatment tidak hanya bergantung pada teknik dan orang yang menolong. Tetapi yang paling esensial adalah kesadaran sendiri. Setelah ada kesadaran bahwa dirinya ada dalam kondisi memiliki masalah perilaku, apakah mereka juga mau keluar dari jerat candu tersebut atau tidak,” jelas Dewi.
Hal tersebut dirasa efektif untuk mengatasi kecanduan judi online di kalangan masyarakat. Dewi menambahkan perlu informasi dari masyarakat yang mengalami kecanduan judi online tentang alasan mengapa tertarik dengan judi online hingga mengalami kecanduan.
Dari informasi masyarakat tersebut dapat dicarikan solusi dan treatment yang pas untuk mengatasi kecanduan judi online. Karena menurut Dewi setiap orang memiliki alasan yang beragam mengapa sampai kecanduan judi online.
Baca Juga: Anggota Polri yang Terlibat Judi Online Terancam Dipecat
Menurutnya treatment untuk membantu mengatasi masalah kecanduan judi online sangat tergantung pada penyebabnya.
“Oleh karena itu, cara memperlakukan masing-masing orang yang mengalami kecanduan judi online pun bisa jadi berbeda, bervariasi, sangat tergantung pada penyebabnya,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko
























