MALANG, Tugumalang.id – Event Johor Autism Conference 2024 (JAC 24) yang diselenggarakan Penawar Special Learning Centre (PSLC) bagian dari Penawar Group, Malaysia di JB Convention and Exhibition Centre Berjaya Waterfront Hotel Johor Bahru, Malaysia telah terlaksana pada 6-8 Desember 2024 lalu. Tetapi terdapat pesan penting yang disampaikan oleh JAC 24 yakni mengajak masyarakat untuk peduli pada perubahan transformatif dalam menangani anak autis.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Clinical Director PSLC Malaysia, Dr. Ruwinah Abdul Karim yang didapuk sebagai keynote speaker dalam event JAC 24. Dalam pemaparannya, Dr. Ruwinah begitu ia kerap kali disapa menyampaikan tentang angka autisme yang terus meningkat.

“Angka autisme terus meningkat dan inisiatif yang telah kita mulai belum membuahkan hasil yang kita bayangkan. Meskipun kita telah membuat kemajuan, jelas bahwa kita masih jauh dari yang kita inginkan,” tuturnya.
Baca Juga: Kisah Peserta Johor Autism Conference 2024, Baru Dapat Kabar Langsung Pesan Tiket Pesawat Demi Mimpi Buka Pusat Terapi Gratis
Ruwinah pun menekankan pentingnya sebuah perubahan yang transformatif dalam melihat permasalahan autisme dan bagaimana melakukan pembaharuan pendekatan-pendekatan dalam menangani anak autis.
“Perubahan ini merupakan perubahan transformatif, perubahan yang jelas dari cara-cara yang dilakukan di masa lalu ke cara-cara yang harus dilakukan untuk bergerak maju,” ujar Ruwinah.
“Perubahan inilah yang mendefinisikan ulang pendekatan kita dalam menangani autisme dan ketidakmampuan belajar. Titik balik yang menetapkan standar baru untuk perawatan dan dukungan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa para orang tua, akademisi, praktisi autism, maupun tenaga profesional yang hadir di JAC 24 memiliki mimpi dan tujuan yang sama. Semangat itulah yang akan memberi dampak positif dalam penanganan anak autis agar kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik.

“Misi kita adalah membangun dunia yang lebih baik, tidak hanya untuk anak-anak autis, tetapi untuk semua anak yang menghadapi kesulitan belajar. Saya sangat yakin bahwa jika kita menggabungkan pengetahuan, dedikasi, dan semangat kita yang dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ruwinah juga menyinggung tentang peran penting dokter medis dalam menangani gangguan spektrum autisme (ASD). Menurutnya peran penting yang dapat dilakukan oleh dokter medis yakni deteksi dini, skrining, kolaborasi, penanganan medis, meresepkan obat, dan memandu rencana perawatan.
Baca Juga: Praktik Langsung Tentang Terapi Okupasi, Para Peserta Autism Management and Train The Trainer Course Begitu Antusias
Peran penting tersebut menunjukkan bahwa dokter medis juga komponen penting dari pendekatan multidisiplin untuk mendukung individu dengan autisme. Apalagi berdasarkan data perkembangan autisme 60 tahun terakhir, angka melonjaknya lebih dari 4 ribu persen.
Melihat permasalahan tersebut, event JAC 24 menjadi wadah penting bagi siapapun, baik itu orang tua, akademisi, praktisi autism, maupun tenaga profesional untuk bersama-sama terlibat dalam gerakan perubahan untuk mewujudkan kehidupan anak dengan autisme yang lebih baik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























