Jelang Idul Fitri, BI Malang Optimistis Perekonomian Membaik

  • Whatsapp
Kepala KPwBI Malang, Azka Subhan (tengah) saat konferensi pers. Foto: Ulul Azmy

Tugumalang.id – Bank Indonesia Malang optimistis aktivitas perekonomian jelang Hari Raya Idul Fitri kian meningkat. Selain karena memasuki bulan ramadhan, juga ditunjang oleh pelaksanaan program vaksinasi COVID-19, baik secara nasional maupun regional.

“Juga dengan selesainya Pemberlakuan Pembahasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan berlanjut menjadi PPKM Mikro menjadikan masyarakat lebih leluasa untuk beraktivitas. Utamanya dari sisi konsumsi,” jelas Kepala BI Malang, Azka Subhan A

Bacaan Lainnya

Hal itu, lanjut Azka, tercermin dalam hasil survey Konsumen BI pada Maret 2021 yang mengindikasikan bahwa keyakinan konsumen mulai meningkat. “Berdasarkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Maret tercatat sebesar 96,08 atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,01,” ujarnya

Kondisi ini juga diikuti oleh perbaikan kinerja penjualan eceran yang diprakirakan masih berlanjut. Hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) BI Malang menunjukkan bahwa perkiraan penjualan pada bulan Maret 2021 tumbuh sebesar 18,53 persen (mtm) meningkat dari bulan Februari 2021 sebesar 3,32 persen (mtm).

“Share omzet penjualan eceran ini didominasi oleh kelompok kendaraan 53,68 persen, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor 16,01 persen, serta suku cadang dan asesoris 11,82 persen,” jelasnya.

Artinya, dampak relaksasi kebijakan BI di sisi makroprudensial berupa pelonggaran ketentuan Uang Muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB/PKB) menjadi paling sedikit 0 persen untuk semua jenis kendaraan bermotor baru yang berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai 31 Desember 2021.

Ke depan, Azka menambahkan bahwa kegiatan dunia usaha juga diprakirakan mengalami peningkatan. Responden dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI Malang memprakirakan adanya optimisme kegiatan usaha pada triwulan II-2021 yang akan tumbuh positif. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan kegiatan usaha sebesar 11,53 persen lebih tinggi dari realisasi SBT triwulan I-2021 sebesar -29,08 persen.

Baca Juga  Perjalanan Mudik di Wilayah Malang Raya Dilarang

“Industri pengolahan diperkirakan masih mencatatkan kinerja usaha positif sebagaimana terindikasi dari SBT prakiraan sebesar 6,01 persen terutama didorong oleh permintaan yang mulai membaik,” tambahnya.

Disisi lain, berdasarkan rilis inflasi BPS pada 1 April 2021, Kota Malang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,08 persen (mtm) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,16 atau secara tahun kalender tercatat sebesar 0,12 persen (ytd) sehingga inflasi tahunan tercatat sebesar 1,26 persen (yoy).

“Inflasi yang dialami Kota Malang kali ini juga mengindikasikan adanya optimisme pertumbuhan ekonomi di akhir triwulan I 2021 setelah pada periode sebelumnya mencatatkan deflasi. Sementara itu, rata-rata inflasi lima tahun terakhir (2016-2020) yang bertepatan dengan periode bulan ramadhan di Kota Malang mencapai 0,26 persen (mtm) atau 2,80 persen (yoy),” jelasnya.

Adapun stabilitas harga dan pasokan terutama menjelang perayaan Idul Fitri tetap perlu dikendalikan. Diketahui dari hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) BI Malang hingga ketiga April 2021, mengindikasikan beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan namun masih dalam kisaran wajar, misalnya telur ayam ras, daging ayam ras, dan ikan bandeng.

Sehingga, untuk tetap mengendalikan tekanan inflasi pada targetnya, Azka mengatakan bahwa BI Malang bersinergi dengan seluruh dinas dan lembaga terkait untuk yang menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis. Pasalnya, ketersediaan pasokan dan manajemen stok pangan akan lebih efektif dan efisien jika dilakukan antar daerah dengan memanfaatkan sumber daya daerah yang berlebih.

Kata dia, upaya tersebut diwujudkan melalui implementasi kesepakatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan mengoptimalkan koordinasi lintas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota. Utamanya di wilayah produsen pangan.

“Hal ini penting diperkuat untuk mengantisipasi potensi permasalahan pasokan, distribusi, maupun keterjangkauan harga secara dini. Apalagi di masa pandemi ini, masyarakat juga diharapkan dapat mengatur pengeluaran secara bijak dan berdasarkan skala prioritas yang berdampak terhadap ekspektasi inflasi sehingga kenaikan harga komoditas tetap stabil,” tandasnya.

Baca Juga  Target Kumpulkan Rp 503 Miliar, BAZNAS dan GoPay Kolaborasi untuk Sukseskan Gerakan Cinta Zakat

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *