Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Jawab Stigma Tempat Penyebaran Covid-19

Masjid Al Fattah Ali Bentuk Masjid Peduli Covid

Redaksi by Redaksi
Agustus 4, 2021 8:03 am
in Berita
Ketua Takmi Masjid menyampaikan penjelasan Masjid Al Fattah jadi Masjid Peduli COvid-19

Ketua Takmir Masjid Peduli Covid, Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS menyampaikan pemaparannya

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Covid-19 mengakibatkan pembatasan di sejumlah tempat yang mengundang kerumunan massa. Tak terkecuali tempat ibadah di masjid telah dibatasi lantaran dianggap sebagai salah satu tempat penyebaran Covid-19. Menjawab stigma itu, Masjid Al Fattah Ali, Kota Malang mulai membentuk Masjid Peduli Covid.

Ketua Takmir Masjid Peduli Covid, Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS, mengatakan, sejauh ini potensi masjid tak dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan pandemi. Bahkan masjid sampai ditutup dalam beberapa kebijakan penanganan pandemi.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Hal ini lah yang kemudian memunculkan ide ide dari beberapa pegiat sosial di Kota Malang untuk membentuk Masjid Peduli Covid tersebut. Sehingga selain sebagai tempat ibadah, masjid juga bisa menjadi tempat kegiatan kemanusiaan.

“Disini, warga yang terdampak Covid-19 tidak sedikit. Banyak pedagang kecil disini yang gak bisa dagang. Untuk itu dengan adanya Masjid Peduli Covid ini bisa dimanfaatkan,” ujar Prof. Bisri yang juga merupakan mantan Rektor UB itu, Selasa (3/8/2021).

Takmir Masjid Al Fattah Ali besama beberapa pegiat sosial usai serah terima bantuan

Disebutkan, gerakan Masjid Peduli Covid yang dimulai di Masjid Al Fattah Ali ini sudah mendapat antusias dan bantuan dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas sosial di Kota Malang.

Mulai Tokoh Perempuan Kota Malang Liza Min Nelly, Ketua LIRA Malang Raya Didik Achmadi, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Sudarno, Akademisi UIN Maliki Malang Zainal Habib, Direktur Jatim Times Lazuardi Firdaus, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq dan sejumlah tokoh lain.

“Kami akan rutin menyalurkan bantuan sosial, tidak hanya sekali ini. Kami akan carikan dana sosial bahkan dana sodaqoh masjid akan kami keluarkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 secara rutin sampai pandemi ini berkurang,” paparnya.

Menurutnya, gerakan ini juga sudah mendapat restu dari Wali Kota Malang untuk dijalankan di Masjid Al Fattah Ali. Jika nantinya gerakan ink bisa berjalan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan gerakan itu bisa menjadi replika di tempat ibadah lain.

“Catatannya, kalau masjid menjadi motor, harus ada kebersamaan dan harmonisasi dengan stakeholder lainnya. Mulai RT/RW, Satgas semuanya harus jadi satu dan jangan jalan sendiri sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, pegiat sosial Kota Malang, Sutopo Dewangga, salah satu penggagas Masjid Peduli Covid mengatakan, masjid dipilih lantaran memiliki potensi yang unggul. Salah satunya, managemen takmir yang memiliki kepercayaan masyarakat lebih tinggi dari instansi atau lembaga lain.

“Kedua, transparansi pengelolaan keuangan yang ada di masjid itu tinggi jika dibandingkan dengan institusi atau lembaga apapun. Namun potensi itu selama ini tidak difungsikan. Bahkan tempat ibadah distigma menjadi tempat penyebaran Covid-19,” bebernya.

Menurutnya, sejauh ini tak ada managemen berbasis resiko dalam penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah. Sehingga data target dari pemerintah pusat dan data realisasi dilapangan terkait penanganan pandemi tak sama.

“Saya melihat bahwa negara atau pemerintah tidak memiliki managemen berbasis resiko. Tidak ada satu sistem yang menjamin bagaimana pandemi ini dikendalikan, dikelola dan target targetnya seperti apa yang terukur,” ungkapnya.

“Misalnya, penyaluran vaksin dari Kemenkes pusat dengan Dinkes Kota itu datanya kacau balau. Pusat mengirim 20 ribu, mungkin Dinkes mencatatnya 5 ribu karena ternyata penyalurannya juga ke instansi lain seperi perguruan tinggi. Sehingga datanya morat marit,” bebernya.

Dengan adanya Masjid Peduli Covid ini maka juga akan dilakukan pengelolaan, treking dan penentuan target terkait permasalahan pandemi. Sehingga kendala yang ada dilapangan dapat segera dipecahkan.

Dia berharap, Masjid Peduli Covid ini nantinya bisa memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat terdampak pandemi dan menjadi contoh tempat ibadah lain untuk melakukan gerakan kemanusiaan.

“Penanganan pandemi bukan sekedar soal virusnya, tapi dampak ekonominya. Orang tidak terpapar Covid-19 tapi tidak bisa mencari nafkah. Maka ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” ucapnya.

Ketua tim pelaksana Masjid Peduli Covid, Masjid Al Fattah Ali, Drs. H. Arif Sufianto mengatakan, beberapa bantuan yang sudah masuk seperti, beras, telur, susu, masker, oksimeter hingga tabung oksigen akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi.

“Sejauh ini kebutuhan oksigen di masyarakat sekitar masih kekurangan, banyak yang kesulitan mencari oksigen. Banyak depo pengisian oksigen yang habis. Maka adanya bantuan oksigen ini, kita memiliki persediaan di sekretariat Masjid Al Fattah Ali untuk warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa bantuan yang ada akan disalurkan kepada warga satu RT sekitar masjid yang terdampak Covid-19. Jika bantuan yang diterima terus bertambah, maka pihaknya memperluas sasaran distribusi ke tingkat RW, kelurahan dan seterusnya.

“Jika ada masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun maka bisa menghubungi sekertariat. Kami siap mengelola dan menyalurkan kapanpun sesuai amanah,” ucapnya.

 

Reporter: M Sholeh
Redaktur: Sujatmiko

Tags: covid-19Masjid Al-fattahMasjid peduli covid

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
PPKM level 4 mempengaruhi omzet penjualan bendera di Kota batu.

PPKM Level 4, Omset Penjual Bendera Terjun Bebas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.