Kota Batu, Tugumalang.id – Sebanyak 72 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi merampungkan kegiatan Jatim Retreat 2025. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan ini berlangsung dua hari penuh dan ditutup pada Minggu (27/4/2025) di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud) TNI AD, Kota Batu.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung menutup acara tersebut. Ia menegaskan bahwa Jatim Retreat 2025 bukan sekadar forum pertemuan biasa, melainkan ruang strategis untuk memperkuat orkestrasi pembangunan lintas perangkat daerah, sekaligus mendukung program-program prioritas pemerintah pusat.
“Setiap pemimpin birokrasi harus berperan layaknya konduktor dalam sebuah orkestra, menyatukan semua instrumen agar tercipta harmoni pelayanan publik yang berkualitas,” tegas Khofifah.
Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggelar retreat kepemimpinan ini, mengikuti langkah serupa yang diterapkan di pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat daya tahan mental, fisik, dan semangat pengabdian para pemimpin daerah dalam mewujudkan Jatim Gerbang Baru Nusantara.
Mewujudkan Jatim Gerbang Baru Nusantara
Dalam sambutannya, Khofifah memaparkan arah pembangunan Jawa Timur ke depan. Provinsi ini diposisikan sebagai simpul konektivitas nasional, atau Gerbang Baru Nusantara, dengan infrastruktur strategis meliputi 7 bandara, 37 pelabuhan, 12 ruas tol, dan 12 kawasan industri aktif.
Baca juga: Sinergi OPD Jatim: Jatim Retreat 2025 di Pusdik Arhanud Kota Batu Resmi Digelar
Ada empat pilar utama yang menguatkan peran Jawa Timur:
Pusat perdagangan dan logistik domestik.
Gerbang perdagangan dan logistik internasional dengan penguatan ekspor-impor ke kawasan ASEAN dan pasar global.
Mitra pengembangan industri dan jasa, memperkuat rantai nilai produk industri wilayah timur Indonesia.
Mitra hubungan antarwarga (people-to-people) dengan pengembangan konektivitas inter-moda udara, laut, dan darat.
“Jatim memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia,” ujar Khofifah.
Sinergi Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya
Retreat ini juga menjadi ajang untuk menyelaraskan program Nawa Bhakti Satya dengan visi nasional Asta Cita serta pendekatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick wins. Kesembilan prioritas dalam Nawa Bhakti Satya meliputi:
Jatim Sejahtera
Jatim Kerja
Jatim Cerdas
Jatim Sehat
Jatim Akses
Jatim Berkah-Amanah
Jatim Agro
Jatim Harmoni
Jatim Lestari
“Retreat ini membantu membreakdown Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya agar setiap perangkat daerah memahami arah kerja mereka secara lebih detail,” jelas Khofifah.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh ASN harus menjadikan prioritas tersebut sebagai panduan utama dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program. “Setiap rupiah dari APBD harus berdampak nyata, terukur, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.
Capaian Kinerja Jawa Timur
Khofifah turut mengungkapkan berbagai capaian strategis Jawa Timur. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 4,93% (c-to-c), berkontribusi sebesar 14,39% terhadap PDB nasional dan 25,23% terhadap PDRB Pulau Jawa.
Sementara itu, tingkat inflasi Jatim pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,77% (y-on-y) dan 1,44% (m-to-m), lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,65%. Hal ini menunjukkan ketahanan ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika global.
Menumbuhkan Budaya Kepemimpinan Unggul
Dalam forum ini, para kepala OPD diajak merefleksikan peran mereka tidak hanya sebagai manajer, tetapi juga inovator dan inspirator perubahan. Retreat menjadi ruang membangun keteladanan, memperkuat integritas, serta menumbuhkan budaya kerja unggul di birokrasi.
“Gunakan forum ini untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan menyamakan langkah demi mewujudkan pemerintahan yang melayani dan hadir di tengah masyarakat,” tutup Khofifah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























