Malang, Tugumalang.id – Pernahkah kamu bangun tidur mendadak di malam hari, dengan jantung berdebar cepat dan tubuh seperti habis dikejutkan sesuatu? Padahal, tidak ada suara keras, mimpi buruk, atau gangguan nyata. Rasanya aneh, membingungkan, bahkan menegangkan.
Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai hypnopompic jerk, yaitu reaksi mengejutkan saat tubuh berpindah dari fase tidur menuju kesadaran. Sensasinya bisa berupa jatuh, tersentak, atau panik mendadak tanpa penyebab yang jelas.
Menurut Dr. Nur Azizah, ahli neurologi dari Universitas Indonesia, kondisi ini terjadi karena otak “salah paham” terhadap sinyal tubuh.
“Ketika kita tidur, otak tetap aktif dan sensitif terhadap perubahan kecil. Saat mendeteksi sesuatu yang dianggap berbahaya—meski tidak nyata—otak langsung mengaktifkan mode siaga,” jelasnya.

Baca juga: 6 Manfaat Bangun Tidur Lebih Pagi
Reaksi ini mirip dengan respons fight or flight, yaitu mekanisme alami tubuh untuk melawan atau melarikan diri dari ancaman. Bedanya, dalam kasus ini, tidak ada ancaman nyata. Hanya otak yang terlalu waspada.
Penyebab Terbangun Terkejut Saat Tidur
Ada banyak faktor yang bisa memicu hypnopompic jerk, di antaranya:
-
Stres berlebih
-
Pola tidur tidak teratur
-
Konsumsi kafein berlebihan
-
Kelelahan ekstrem
-
Gangguan kecil seperti suara pintu berderit
Bahkan, rasa cemas yang tersimpan sepanjang hari bisa ikut terbawa ke dalam tidur dan memicu tubuh untuk terbangun secara dramatis.
Dalam beberapa kasus, terbangun mendadak juga terjadi setelah mengalami mimpi intens, seperti mimpi jatuh, dikejar, atau melihat hal menakutkan. Ini biasanya terjadi saat fase REM (Rapid Eye Movement), fase tidur aktif di mana otak bekerja cukup keras.
Apakah Hypnopompic Jerk Berbahaya?
Secara umum, fenomena ini tidak berbahaya. Namun, jika kamu sering terbangun terkejut hingga kualitas tidur terganggu, sebaiknya mulai memperbaiki kebiasaan malam hari.
Beberapa langkah yang disarankan:
-
Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur.
-
Hindari konsumsi minuman berkafein di malam hari.
-
Tidur pada jam yang sama setiap malam untuk membentuk ritme tubuh yang sehat.
“Tidur berkualitas sangat dipengaruhi oleh persiapan tubuh dan pikiran sebelum tidur,” kata Dr. Azizah. “Menciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman membantu otak memahami bahwa ini waktunya istirahat.”
Baca juga: Terbangun di Malam Hari dan Tak Bisa Tidur Lagi, Ini 5 Tips Agar Bisa Lelap Kembali
Jika kejadian terbangun mendadak ini semakin sering dan menyebabkan kelelahan berlebih, konsultasikan dengan dokter. Bisa jadi ada gangguan tidur seperti sleep apnea atau masalah kecemasan yang perlu ditangani lebih serius.
Cara Mengatasi Terbangun Mendadak
Untuk membantu mengurangi frekuensi terbangun secara tiba-tiba, berikut beberapa tips sederhana:
-
Lakukan relaksasi ringan sebelum tidur, seperti meditasi atau peregangan.
-
Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman: kamar gelap, suhu sejuk, dan bebas gangguan suara.
-
Hindari stres berat dengan mengatur beban kerja dan memberikan waktu istirahat untuk diri sendiri.
Ingat, tidur bukan hanya soal memejamkan mata. Ini adalah proses penting untuk memulihkan tubuh dan pikiran. Jika kamu sering terbangun dalam kondisi panik, anggap itu sebagai sinyal tubuh bahwa sudah saatnya lebih memperhatikan kesehatan mental dan fisikmu.
Biarkan malam menjadi waktu terbaik untuk pulih, bukan waktu untuk cemas. Tubuh yang tenang dan pikiran yang damai adalah kunci tidur yang berkualitas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Keshia Putri Susetyo
redaktur: jatmiko
























