Tugumalang.id – Rencana pembangunan jalur alternatif di Jalan Simpang Candi Panggung, Kota Malang menuai pro dan kontra dari masyarakat setempat. Sebagian warga menolak dan sebagian lainnya justru mendukung lantaran harga properti di kawasan itu berpotensi bisa naik.
Penolakan sebagian warga tampak pada banner yang terpampang di sekitar Perumahan Griya Shanta. Mereka tak menghendaki akses perumahan menjadi jalan umum.
Sementara itu, seorang warga perumahan setempat yang enggan disebut namanya justru memberikan dukungan atas rencana pembangunan jalan tembus itu.
Baca Juga: Driver Ojol Dukung Pembangunan Jalan Tembus Candi Panggung Kota Malang
Dia menilai bahwa pembangunan jalan tembus itu justru berpotensi menguntungkan warga perumahan. Dengan adanya jalan tembus, ia menyebut harga properti di kawasan itu bisa naik.
“Jika rencana itu jadi dilakukan, harga rumah saya juga ikut naik. Jadi saya tidak keberatan ataupun mempermasalahkan pembangunan itu,” ucapnya.
Pembangunan jalur alternatif itu juga direspon oleh driver ojol yang merasa jenuh dengan kemacetan di Jalan Candi Panggung. Jalan tembus itu dinilai sebagai solusi pengurai kemacetan.
“Kalau ada jalan tembus, pengantaran order bisa cepat. Saya pernah dicancel, pesanan lama gak sampai sampai karena terjebak macet,” kata Lutfi, salah satu driver ojol.
Baca Juga: Dishub Kota Malang Sebut Jalan Candi Panggung Perlu Jalur Alternatif untuk Urai Kemacetan
DPRD Kota Malang juga sempat mendorong Pemkot Malang untuk memperkuat dialog bersama warga setempat agar pembangunan jalur alternatif itu benar benar menjadi solusi pemecah kemacetan namun tetap menampung aspirasi warga setempat.
“Beberapa warga yang awalnya menolak, sekarang mulai bisa menerima. Tinggal bagaimana komunikasi yang dilakukan Pemkot terus dijaga dan diperkuat,” kata Dito Arief Nurakhmadi, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang.
Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto memandang bahwa kawasan Jalan Candi Panggung telah berkembang menjadi akses masyakarat luas. Bahkan mahasiswa, wisatawan hingga transportasi online.
“Di sana itu perkembangannya memang sangat pesat. Jadi jelas harus ada jalan tembus, supaya tidak terjadi kemacetan,” ucapnya.
“Jadi di RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Malang itu ada 14 rencana jalan tembus, termasuk yang di Candi Panggung itu,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa Jalan Candi Panggung dengan lebar jalan sekitar 6 meter itu telah menjadi salah satu jalur dengan aktivitas lalu lintas terpadat di Kota Malang.
“Tingkat kejenuhannya sudah di rentang angka 0,8 hingga 0,9 sekian. Itu sudah sangat padat,” ungkapnya.
“Jadi di daerah sana memang sangat dibutuhkan jalan jalan alternatif lainnya untuk mengurangi beban lalu lintas,” sambungnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























