Malang, Tugumalang.id – Ratusan pecinta lingkungan dan pegiat konservasi lingkungan berkumpul di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Minggu (24/12/2024). Tempat ini merupakan kawasan hutan lindung tersisa di wilayah Malang selatan.
Mereka berkumpul dalam rangka Jambore Kupu-Kupu Indonesia ke-5 yang diselenggarakan oleh Sahabat Alam Indonesia dengan tema ‘Flutter of Change: Butterfly Conservation in a Warming World’.
Jambore Kupu-Kupu Indonesia ke-5 kali ini terbuka bagu semua kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, peneliti, pengamat, fotografer terutama para pegiat alam bebas yang tertarik untuk mendalami lebih jauh tentang kupu-kupu dan ekosistem mereka.
Baca Juga: Populerkan Konservasi Lingkungan, PJT I Bagi-bagi Bibit Pohon di Car Free Day Kota Malang
”Jambore ini dihadiri lebih dari 90 peserta dari 27 kota/kabupaten berbagai wilayah seperti Lombok, Langkat, Makkasar, Magelang, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta , Malang dan daerah lainnya lainnya,” terang Galuh Ayu Chantika Dwitara selaku Ketua Pelaksana.
Dalam jambore tersebut tidak hanya dilakukan dalam rangka berbagi pengetahuan, tetapi juga berjejaring untuk saling menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli dan terlibat dalam upaya konservasi.
Berbagai kegiatan digelar seperti seminar-seminar oleh para ahli dan pengamat kupu-kupu, seperti diantaranya adalah Ida Amal, penulis buku dan pengamat kupu-kupu dari Sahabat Kupu-Kupu Indonesia, Fariq Izzudien Ash Siddiq, pegiat alam dan peneliti hutan dari Kupunesia, serta Dr. Martinus, pendiri Taman Kupu-Kupu Gita Persada di Lampung.
Baca Juga: Kisah Lembaga Konservasi SAI Berperang Melawan Perusak Lingkungan
Para narasumber membahas berbagai topik seputar identifikasi dan kehidupan kupu-kupu, tantangan yang dihadapi spesies, serta upaya-upaya konservasi yang perlu dilakukan di tengah perubahan iklim.
Para peserta juga diajak menjelajah hutan lindung tersisa Malang Selatan untuk mendapat pengalaman pengamatan kupu-kupu langsung di alam liar. Menurut Galuh, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperdalam pengetahuan peserta jambore mengenai peran penting kupu-kupu dalam ekosistem.
‘Harapan dari kegiatan ini dapat menanamkan benih kecintaan terhadap alam yang lebih dalam, serta memotivasi generasi muda untuk lebih aktif dalam upaya pelestarian alam dan keanekaragaman hayati di indonesia,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Redaktur: jatmiko





























