MALANG, Tugumalang.id – Dalam rangka memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan, Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan KKL ini dipusatkan di Pantai Wonogoro, Kabupaten Malang diikuti mahasiswa yang mengambil mata kuliah Geomorfologi Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan KKL Prodi Geografi Unikama diampu oleh Ika Meviana, M.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk mengonversi teori kompleks tentang bentuk muka bumi menjadi pemahaman nyata di lapangan.
Baca Juga: Gelar Kuliah Tamu Internasional, FIP Unikama Libatkan Mahasiswa Lintas Prodi Perkuat Kompetensi Calon Pendidik
Di bawah bimbingan dosennya, para mahasiswa secara aktif mengobservasi dan mendokumentasikan karakteristik geomorfologi pesisir Wonogoro.

Mereka mengidentifikasi tipe morfologi, seperti tebing terjal (cliff), dataran pantai, dan tubir (shore platform), serta mengklasifikasikan bentuk dan bentang lahan yang terbentuk akibat interaksi tenaga endogen dan eksogen.
Bantu Mahasiswa Menganalisis Proses Geomorfologi
Proses pengamatan ini menjadi langkah kritis untuk memahami cetak biru alam dalam membentuk lanskap pantai selatan Malang.
Lebih dari sekadar identifikasi, mahasiswa ditantang untuk menganalisis proses geomorfologi yang masih aktif berlangsung. Mereka menelusuri pengaruh gelombang, abrasi, sedimentasi, dan gerakan massa tanah terhadap perubahan bentuk lahan dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Kolaborasi Bersama BBPVP, Unikama Hadirkan Program Peningkatan Kompetensi
“KKL ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menjadi penghafal teori, tetapi menjadi analis lapangan yang mampu membaca ‘cerita’ geomorfologi dari setiap singkapan batuan, lereng, dan struktur pantai yang mereka temui,” jelas Ika yang menekankan pendekatan inquiry-based learning dalam kegiatan tersebut.
Aspek aplikatif dan mitigatif menjadi puncak dari kegiatan ini. Setelah memetakan bentuk lahan dan prosesnya, mahasiswa melakukan identifikasi potensi bencana geomorfologi, seperti longsor di tebing pantai dan erosi vertikal, serta menganalisis tingkat kerawanannya.
Rumuskan Rekomendasi Upaya Mitigasi
Data lapangan ini kemudian menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi upaya mitigasi yang kontekstual dan sesuai kondisi di lapangan. Selain itu, keterampilan teknis seperti pembuatan sketsa penampang pantai dan analisis data geomorfologi secara berkelompok juga terus diasah.
KKL Geomorfologi ini membuktikan bahwa pemahaman mendalam tentang bumi hanya dapat dicapai dengan menyelami langsung medan studinya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mencapai target perkuliahan, tetapi juga mengasah kepekaan dan tanggung jawab sebagai calon pendidik dan praktisi geografi untuk memberikan solusi atas permasalahan geomorfologi di masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang dinamis.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























