Tugumalang.id – Keberhasilan dalam membuat abon yang renyah dan tahan lama sangat ditentukan oleh seberapa bersih minyak yang ditiriskan setelah proses penggorengan.
Bagi para pelaku usaha mikro, tantangan terbesarnya adalah harga mesin spinner industri yang cukup menguras kantong.
Namun, para ibu rumah tangga tidak perlu khawatir lagi karena ada solusi praktis alat peniris abon yang ekonomis dan mudah didapatkan di toko perlengkapan dapur mana pun.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Toko Roti dan Kafe dengan Salt Bread Terbaik di Malang
Penggunaan alat untuk meniriskan abon yang ekonomis ini menjadi alternatif kemajuan produksi abon rumahan. Dengan memanfaatkan alat-alat sederhana, para ibu bisa menghasilkan abon yang awet dengan kualitas premium meski hanya diproduksi dari dapur sendiri.
Berikut Dua Alat Dapur yang Bisa Jadi Peniris Minyak pada Abon.
1. Alat Press Kentang (potato ricer)
Alat pertama yang bisa diandalkan sebagai peniris minyak abon rumahan adalah alat press kentang atau yang sering disebut potato ricer. Alat yang biasanya digunakan untuk menghancurkan kentang rebus ini memiliki mekanisme tekanan manual yang sangat kuat.
Cara penggunaannya pun sangat mudah, yakni dengan memasukkan abon yang masih hangat ke dalam tabung press, lalu menekan tuasnya hingga minyak keluar melalui lubang-lubang kecil di bagian bawah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Coto Makassar Terenak di Malang dengan Rasa Autentik
Penggunaan alat press kentang ini sangat efektif untuk menghasilkan abon dengan tekstur yang padat dan benar-benar kering.
Namun, alat press kentang memiliki kapasitas yang sangat terbatas, sehingga harus melakukan proses pengepresan berkali-kali jika jumlah abon cukup banyak.
Selain itu, tekanan yang terlalu kuat membuat tekstur abon menjadi terlalu pipih atau menggumpal, sehingga diperlukan penguraian kembali setelah dipres agar tampilan abon tetap cantik.
2. Alat Peniris Sayur (Salad Spinner)
Alat kedua yang bisa digunakan untuk meniriskan abon adalah salad spinner atau alat peniris sayur. Berbeda dengan alat press yang mengandalkan tekanan fisik, salad spinner bekerja melalui putaran cepat.
Ibu rumah tangga hanya perlu memasukkan abon ke dalam keranjang putar, lalu memutar tuas pada tutupnya dengan kecepatan tinggi.
Keunggulan alat ini terletak pada kemampuannya menjaga tekstur abon agar tetap ringan dan mengembang, serta prosesnya yang jauh lebih cepat untuk meniriskan sisa minyak dalam jumlah yang sedikit lebih banyak.
Tentu, salad spinner juga memiliki kekurangan, yaitu daya tiris yang tidak sekuat alat press manual. Durasi dan kecepatan putaran menjadi poin penting untuk menghasilkan abon yang kering dan tidak berminyak.
Karena berbahan plastik, alat ini juga memerlukan perawatan ekstra agar sisa lemak minyak tidak menempel permanen.
Jika dibandingkan, harga kedua alat ini masih tetap masuk dalam kategori sangat terjangkau. Alat press kentang biasanya dibanderol dengan harga mulai dari Rp45.000 hingga Rp90.000, tergantung pada kualitas bahan yang digunakan.
Sementara itu, salad spinner memiliki rentang harga sedikit di atasnya, yaitu sekitar Rp75.000 hingga Rp150.000. Dari segi kapasitas, alat press kentang lebih cocok untuk porsi sekali tekan yang sedikit, sedangkan salad spinner mampu menampung sekitar 500gram hingga 1 kg abon dalam sekali putar.
Pemilihan alat untuk meniriskan abon yang ekonomis harus disesuaikan dengan tekstur abon yang ingin dihasilkan. Kedua alat ini bisa menjadi atlernatif cerdas untuk mendukung produksi abon rumahan skala kecil dengan modal yang minim, namun kualitas yang dihasilkan tetap higienis, kering, dan tahan lama.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah (Magang)
Editor: Herlianto. A





























