MALANG, Tugumalang.id – Sumber mata air Umbul Sengkaring yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo mulai menunjukkan tanda-tanda debit airnya mulai naik, meski hanya sedikit dan belum bisa mengaliri sungai.
“Kami pantau setiap hari dan ini ada pergerakan bagus. Debitnya jika dibandingkan saat awal mengering itu sekarang sudah naik, walaupun belum sampai meluber ke arah sungai,” ujar Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, belum lama ini.
Akibat surutnya debit air mata air Umbul Sekaring, sejak 22 September 2024 hingga 3 November 2024, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan total 395 ribu liter kepada 473 kepala keluarga (KK) di Desa Tulungrejo. Penyaluran ini dilakukan karena warga kesulitan mengakses air bersih akibat keringnya Umbul Sengkaring.
Baca Juga: Air Sumber Umbul Sengkaring Donomulyo Tak Mengalir, Warga Gunakan Pompa untuk Penuhi Kebutuhan
Selama ratusan tahun, Umbul Sengkaring menjadi sumber mata air andalan warga Desa Tulungrejo. Mata air tersebut memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga hingga mengaliri persawahan.
Ichwanul mengatakan distribusi air bersih ke Desa Tulungrejo akan terus dilakukan selama warga masih membutuhkan. Pihaknya juga akan mengupayakan agar kondisi Umbul Sengkaring bisa kembali seperti sedia kala.
“Kami masih mengupayakan agar ke depannya ketersediaan air itu pulih sebagaimana yang diharapkan,” kata Ichwanul.
Meski demikian, Kepala Desa Tulungrejo, Nuryadi mengatakan kondisi Umbul Sengkaring masih belum banyak berubah dibanding sebelumnya. Warga masih perlu menggunakan pompa air untuk mengambil air bersih dari sumber tersebut.
“Kondisi masih tetap seperti tempo hari. Apabila ada kenaikan debit, itu sedikit banget ya,” kata Nuryadi.
Saat ini, warganya masih memanfaatkan pompa yang dipasang di sumber untuk mengambil air. Pompa ini mengalirkan air ke tangki air yang dibawa mobil pickup dan didistribusikan ke rumah warga.
“Alhamdulillah sudah turun hujan biarpun kategori hujan ringan,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan Umbul Sengkaring tiba-tiba mengering di pertengahan September 2024. Arus air dari sungai sempat berbalik ke arah sumber seperti tersedot. Air masih keluar dari sumber yang ada di bawah tanah, namun debitnya kecil sehingga tidak bisa naik untuk mengaliri sungai lagi.
Baca Juga: Kronologi Keringnya Sumber Umbul Sengkaring, Aliran Air Sempat Berbalik Arah
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Malang, Farid Habibah mengatakan pihaknya kesulitan mengetahui penyebab fenomena ini karena beberapa hal. Mulai dari keterbatasan anggaran sehingga tidak bisa menggunakan geolistrik, serta tidak adanya ahli yang bisa meneliti kondisi sumber.
“Sepertinya fenomena ini cukup sulit untuk diketahui penyebabnya karena berbicara dengan kondisi aliran di bawah tanah. Untuk melakukan identifikasi lebih lanjut, kami belum mampu. Kami upayakan apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko





























