Hadiah Anggrek Putih Buat Ulang Tahun ke-61 Ventje Suardana

  • Whatsapp
Anggrek putih untuk Ventje Suardana. Foto: dok

Oleh: Dr Aqua Dwipayana – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.

“Pak Ventje, saya sekeluarga mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-61. Semoga bapak selalu sehat, bahagia, gembira, dan mendapat kemudahan dari TUHAN setiap melaksanakan semua aktivitas mulia. Aamiin…,” ujar saya Sabtu tadi pagi (15/5/2021) lewat telepon kepada Direktur Utama PT Duta Anggada Realty, Ventje Chandraputra Suardana.

Bacaan Lainnya

Sambil bercanda saya melanjutkan, “Kami sekeluarga sengaja mengirimkan rangkaian bunga anggrek putih pilihan Retno sebagai ungkap rasa syukur kami atas ulang tahun Pak Ventje pada hari ini. Kalau bapak kan biasanya mengirimkan bunga deposito. Jadi masing-masing kita ada porsinya.”

Aqua Dwipayana dan Ventje Suardana. Foto: dok

Mendengar semua yang saya sampaikan. Ventje spontan menjawab sambil tertawa. “Bisa aja Pak Aqua. Kalau untuk urusan yang beginian bapak memang jagonya. Saya kalah deh!”

Bapak dua anak dan kakek satu cucu itu menambahkan, “Terima kasih Pak Aqua, Ibu Retno, Alira, dan Ero untuk doa dan semua atensinya termasuk kiriman bunganya. Gede sekali dan bagus banget.”

Sabtu tadi pagi kami sekeluarga mengirimkan karangan bunga anggrek putih itu ke rumah Ventje di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bunga itu sebagai ungkapan rasa syukur atas ulang tahun Ventje ke-61 pada hari ini.

Ventje Suardana dan sang cucu. Foto: dok

Retno meminta ke tempat pembuat bunganya agar mengirimkannya sepagi mungkin. Sehingga begitu Ventje bangun tidur dan belum melakukan aktivitas yang lain, bunganya sudah tiba di rumahnya. Jadi sekaligus sebagai kejutan.

Sejak awal memesan bunganya, pembuat bunganya intens komunikasi sama Retno. Seluruh bunganya dipilih langsung oleh Retno. Semua dilakukan untuk memberikan yang terbaik kepada Ventje.

Penjual bunganya sangat kooperatif. Menyampaikan semua informasi ke Retno. Mulai bunganya dibawa dari tempat merangkainya hingga tiba di rumah Ventje. Lengkap dengan fotonya.

Aqua Dwipayana dan keluarga. Foto: dok

“Saat menerima bunga itu saya cukup kaget. Ketika itu saya sedang pakai sepatu mau olahraga jalan kaki keliling kompleks perumahan tempat tinggal saya. Eh… ternyata bunganya dari Pak Aqua sekeluarga. Sekali lagi makasih banyak Pak Aqua,” ujar Ventje.

Baca Juga  Jangan Mengeluh, Laksanakan Semua Nasihat Dokter

Laki-laki asal Surabaya itu adalah teman akrab saya. Hubungan kami sudah lebih dari saudara. Meski perkenalan kami relatif baru, sekitar 5 tahun. Tepatnya Rabu malam, 20 April 2016, sekitar pukul 22.00 Wita di Hotel Hilton Garden Inn kompleks Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Sesaat setelah saya mendarat di Bali dari Jakarta.

Hotel tersebut milik PT Duta Anggada Realty. Sehari kemudian, Kamis, 21 April 2016 hotel itu soft launching. Dihadiri undangan yang jumlah terbatas termasuk saya.

Ventje Suardana (berdiri). Foto: dok

Waktu itu Komandan Lanud Ngurah Rai Bali Kolonel Pnb Danet Hendriyanto – Sekarang Danlanud Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan dengan pangkat Marsma TNI – yang mengenalkan saya ke Ventje.

Pertemuan tengah malam itu membawa kesan sangat mendalam. Sehingga terus berlanjut sampai sekarang dengan relasi yang sangat berkualitas.

Saya Bukan Makelar

Aqua Dwipayana dan Ventje Suardana. Foto: dok

Dalam silaturahim singkat itu, Ventje sangat terkesan dengan ucapan saya kepadanya. “Saya siap membantu menuntaskan urusan Pak Ventje. Cuma tolong saya jangan diberi uang karena saya bukan makelar.”

Ucapan “bukan makelar” yang saya sampaikan sangat membekas di hati Ventje. Sebagai pengusaha besar di bidang properti yang tergolong sukses, Ventje sebelumnya tidak pernah mendengar kalimat itu dari orang yang membantunya.

Makanya saat mendengarkan itu, Ventje merasa saya “orang aneh” dan “langka” plus unik. Seiring perjalanan waktu, Ventje selalu mewanti-wanti teman-temannya yang dikenalkan ke saya untuk tidak sekali-kali membicarakan komisi kepada saya.

“Tolong kalau ketemu Pak Aqua jangan membicarakan tentang komisi. Beliau tidak suka dengan hal itu dan bisa tersinggung. Pak Aqua setiap membantu orang selalu ikhlas, sama sekali tidak ada pamrihnya. Itu dilakukannya ke semua orang,” jelas Ventje ke teman-temannya.

Dari waktu ke waktu hubungan saya dengan Ventje makin akrab. Tidak hanya sebatas kami berdua, tapi melibatkan keluarga besar kami. Termasuk dengan kedua orangtua Ventje, Rudy Suardana dan almarhumah Susianawati Harlim Suardana. Mereka sudah menganggap saya seperti anaknya sendiri.

Baca Juga  Menyesal Pindah Kerja ke Jakarta

Puncaknya persahabatan kami diabadikan dalam buku berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)”. Sejak dipasarkan awal Januari 2021 sampai sekarang buku itu telah terjual sebanyak 13 ribu eksemplar. Total cetaknya 20 ribu eksemplar.

Buku itu memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya. Saya seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Ayah-Bunda Syaifuddin-Asmi Samad. Sedangkan Ventje seorang Tionghoa Katolik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Papi-Mami Rudy Suardana-Susianawati Harlim.

Yang satu sampai mengenyam pendidikan S3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan satu lainnya kuliah di Amerika Serikat. Terlepas dari banyak perbedaan di antara kami, namun saya dan Ventje yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarkami berdua melainkan juga keluarga besar kedua belah pihak.

Ventje Donatur Paling Besar

Wartawan senior dan penulis banyak buku Nurcholis MA Basyari yang memimpin tim editor buku itu. Penguji Kompetensi Wartawan tingkat nasional itu didampingi mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos Fuad Ariyanto dan editor bahasa Yarno Wiryo.

Buku tersebut masuk dalam buku trilogi The Power of Silaturahim. Dua buku lainnya berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin komunikasi” serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Kami sudah sepakat semua hasil penjualan bukunya digunakan untuk berbagai kegiatan sosial termasuk membiayai umrah puluhan orang. Sejak 2017 lalu saya secara kolektif memberangkatkan banyak orang ke Tanah Suci.

Baca Juga  Spektra Fair Hadirkan Promo dan Hadiah Menarik untuk Warga Malang

Ventje merupakan donatur tetap setiap tahun yang memberikan bantuan uang dengan jumlahnya paling besar. Tidak hanya itu, anak ketiga dari empat bersaudara tersebut selalu membeli vitamin terbaik yang diberikan kepada semua jamaah umrah itu.

Buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” diluncurkan pada 15 April 2016 bersamaan dengan promosi Doktor Komunikasi saya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Bandung. Awalnya ditulis dan diterbitkan dengan tujuan buat souvenir kegiatan tersebut.

Ternyata pesanan bukunya banyak sekali. Sampai sekarang sudah delapan kali cetak sebanyak 160 ribu eksemplar. Setiap cetak 20 ribu eksemplar. Buku itu masuk kategori super best seller.

Dari buku “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” lahirlah kemudian Gerakan Umrah The Power of Silaturahim (The POS) yang dibiayai dari hasil penjualan buku tersebut. Ketua tetap rombongan umrahnya setiap tahun adalah wartawan senior Nurcholis MA Basyari.

Bergulir sejak 2017, total jamaah The POS yang dipimpin Nurcholis itu hingga kini mencapai 167 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial-budaya, ekonomi, dan pekerjaan/profesi.

Perinciannya POS I 2017 sebanyak 35 orang, POS II 2018 berjumlah 39 orang, POS III 2019 mencapai 50 orang, dan POS IV 2020 43 orang.

Jamaah POS IV sedianya berangkat ke Tanah Suci pada 15 April 2020. Namun, keberangkatan jamaah POS IV terhadang oleh pandemi Covid-19 sehingga tertunda entah sampai kapan. Semoga saja pandemi ini cepat berakhir sehingga jamaah POS IV dapat segera menunaikan umrah ke Tanah Suci Mekah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.

Selama ini Ventje sudah banyak membantu berbagai kegiatan sosial saya. Jumlah besar sekali. Semoga semuanya bernilai ibadah.

Selamat ulang tahun Ventje ke-61. Mudah-mudahan bersama keluarga tercinta selalu sehat dan bahagia. Aamiin ya robbal aalamiin…(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *