Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Gus Dur dan Kemanusiaan di Era Digital

Redaksi by Redaksi
Desember 16, 2021 11:49 am
in Ruang Cendekia
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: Pinterets)

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: Pinterets)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: M Nasruddin*

Tugumalang.id – Membincang kemanusiaan tidak dapat dipisahkan dari sosok guru bangsa Indonesia, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Jika kita membaca biografi Gus Dur atau tulisan yang memuat cerita hidupnya, kita akan menggeleng-gelengkan kepala. Bagaimana tidak?

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Segala aktivitas dan tindakannya selalu memberi makna positif bagi para pembaca. Meskipun tak jarang pula Gus Dur dianggap sebagai sosok kontroversial karena keputusannya sering di luar nalar. Kalau orang sekarang menyebut pemikiran Gus Dur terlampau maju bagi orang-orang di zamannya.

Perjuangan Gus Dur, baik ketika masih jadi santri hingga maupun presiden RI tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat atau aktivis dalam memulai pergerakannya. Banyak nilai-nilai yang dapat diteladani dari sosoknya.

Namun setidaknya, ada sembilan nilai utama yang dirumuskan oleh para pecinta Gus Dur tanpa mengkerdirkan nilai-nilai yang lainnya. Melansir dari laman Gusdurian.net, sembilan nilai tersebut meliputi ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, dan kearifan tradisi.

Nilai-nilai inilah yang membidani munculnya beragam komunitas dan pergerakan yang berusaha menyuarakan keadilan, kemanusiaan, dan aksi sosial kemasyarakatan lainnya.

Penulis sendiri tertarik dengan nilai keteladanan Gus Dur ini, utamanya yang berkaitan dengan kemanusiaan. Semua manusia adalah makhluk mulia yang diciptakan dengan bentuk sebaik-baiknya.

Segala perbedaan baik agama, suku, jenis kelamin, maupun kelengkapan fisik itu ada bukan untuk saling dicela namun supaya manusia bisa saling menghargai dan menghormati. Seperti apa yang telah dikatakan Gus Dur  bahwa “memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya, begitu sebaliknya, merendahkan manusia berarti merendahkan penciptanya.”

Memandang manusia tak sekadar apa yang nampak di mata, namun lebih dalam lagi, pada dasarnya di dalam diri setiap manusia terdapat perwujudan Tuhan yang biasa disebut wujud majazi (bayang-bayang). Oleh karena itu sebagaimana yang telah dilakukan Gus Dur, kita seharusnya turut membela kemanusiaan tanpa syarat apa pun.

Hal ini senada dengan pernyataan Husein Muhammad dalam bukunya Islam: Cinta, Keindahan, Pencerahan, dan Kemanusiaan yang menjelaskan bahwa Islam berperan sebagai agama rahmatan lil ‘alamin jika dapat dimaknai sebagai agama kemanusiaan, cinta, keindahan, dan perdamaian.

Kemanusiaan universal yang mengakui hak dan kewajiban seluruh masyarakat tanpa pendeskriminasian perlu digaungkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat.

Apalagi di era yang serba digital di mana arus informasi tersebar begitu cepat memungkinkan pengokohan nilai kemanusiaan melalui literasi digital atau kampanye-kampanye sosial di kalangan pemuda. Hal demikian mengingat bahwa generasi muda sekarang ini sangat dekat dengan dunia digital sehingga perlu pendekatan-pendekatan yang lebih inovatif.

Pendekatan tersebut diperlukan supaya jati diri bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah, santun, dan menjunjung tinggi budaya gotong royong tidak hilang ditelan zaman. Pentingnya menjaga spirit kemanusiaan, melihat manusia secara luas menjadi modal utama bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Akhirnya perpecahan yang disinyalir dari golongan-golongan pemilik kepentingan dengan dalih “kesucian agama” dapat diminimalisir dengan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan yang universal, utuh, dan menyeluruh.

*Penulis adalah peserta magang Tugu Media Group.

Editor: Herlianto. A

Tags: Era Digitalgus durGus Dur dan Kemanusiaan

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Ikatan Alumni Trisakti Peduli Korban Semeru

Ikatan Alumni Trisakti Peduli Korban Semeru

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.