Tugumalang.id – Grand Final Pemilihan Duta Kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berlangsung meriah pada Kamis (19/12/2024) malam.
Bukan sekadar kontes kecantikan, ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa merefleksikan kemampuan dan meningkatkan kompetensi.
Ajang itu menuntut 10 pasang finalis menampilkan kelebihannya sebagai brand ambassador, representative, sekaligus role model kampus.
Para finalis tampil dengan 2 busana yakni perpaduan kemeja merah dan bawahan hitam dan busana batik modern yang kekinian dan dinamis.
Baca Juga: Ciptakan Penyedap Rasa Alami, Mahasiswa ITN Malang Dapat Hibah Riset dari Indofood
Mereka memperebutkan tiga posisi juara dan duta favorit dengan hadiah utama gratis UKT 1 semester untuk top 3 dan hadiah uang tunai hingga 12 juta rupiah.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., mengatakan bahwa ajang duta kampus bukan sekadar kontes biasa, namun merupakan ajang bagi mahasiswa ITN yang berprestasi untuk mengekspresikan diri. Sekaligus menjadi wakil ITN Malang dalam mempromosikan kampus ke masyarakat luas.
“Kami sangat bangga kepada adik adik semua yang menjalani seleksi duta kampus hampir satu bulan. Ada sekitar enam tahapan seleksi yang cukup ketat. Kami mengikuti tahap demi tahap dimana mereka berjuang untuk bisa sampai ke grand final ini,” ucapnya.
Menurutnya, duta kampus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bisa meningkatkan potensi dan lebih berkembang.
Mereka tidak hanya dilihat dari kemampuan akademiknya, namun juga dilihat dari soft skill untuk bisa menjadi pribadi pribadi yang lebih komplit dan lengkap dari sebelumnya.
Baca Juga: Rektor ITN Malang Hadiri Undangan Kemendiktisaintek Bahas Masa Depan Sains dan Teknologi
Untuk menuju grand final, finalis telah melewati proses seleksi ketat. Mulai seleksi bakat minat dan kepribadian, public speaking, pengetahuan seputar ITN Malang, dan lainnya.
Finalis juga mengikuti karantina selama 2 hari untuk mendapat pembekalan manner pageant, public speaking, beauty class, personal branding, dan tak kalah penting materi SDGs (Sustainable Development Goals/ Pembangunan Berkelanjutan).
Awan menyatakan, selama karantina mahasiswa mengalami perkembangan luar biasa. Mereka menjadi lebih sopan dalam gesture, cara berkomunikasi lebih tertata, begitupun cara berbicara kepada publik juga lebih komunikatif dan luwes. Bahkan ikatan kekeluargaan antar mahasiswa berkembang dengan baik.
Seluruh perjuangan finalis selama proses seleksi dan karantina menghasilkan performa memukau di atas panggung grand final. Baik saat perform maupun saat berhadapan dengan dewan juri. 10 pasang finalis kemudian terseleksi menjadi 5 pasang dan masuk ke lima besar.
Berdasarkan tiga pilar utama yang harus dimiliki seorang duta yakni brain, behavior, dan beauty (3B) maka finalis melakukan season speech dan sesi tanya jawab dengan dewan juri.
3B merupakan istilah yang merujuk pada kecerdasan, perilaku, dan kecantikan fisik. Ada tiga dewan juri yang menilai, semua merupakan juri dari eksternal. Pemilihan juri dari eksternal ini untuk menjaga objektivitas.
Awan berharap kegiatan duta kampus semakin berkembang kedepannya dan bisa berkontribusi baik kepada ITN Malang. Seluruh finalis nantinya akan diikutkan dalam kegiatan promosi dan mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi.
Institusi telah membangun banyak pusat center of excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan yang nantinya menjadi wadah bagi mahasiswa terutama duta kampus untuk mengembangkan diri.
“Semoga acara ini menjadi titik awal duta kampus menjadi pribadi lebih baik lagi. Sekali lagi, mari kita dukung Duta Kampus ITN Malang 2024 untuk kebangaan kita semua. From nothing to be something,” tandasnya.
Ajang ini menobatkan Chris M.O.L. Da Costa (Teknik Informatika S1) dan Sasti Nur Rizkillah (Teknik Sipil S1) sebagai The Winner Duta Kampus ITN Malang 2024.
Kemudian Runner Up 1 (RU 1) Derek Susanto Oghude (Teknik Mesin S1) dan Baiq Isnina Latifa (Bisnis Digital S1). Runner Up (RU 2) Yosua Liandra Kybernan (Teknik Informatika S1) dan Aulia Dzakiyyah Nur Laili (Teknik Sipil S1). Duta Favorit Shandy Freyado Tumiwan (Teknik Mesin S1) dan Naffa Eka Setiawati (Teknik Sipil S1).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























