Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Giliran Petani Keluhkan Tingginya Harga BBM dan Pupuk

Redaksi by Redaksi
September 10, 2022 6:05 pm
in Berita
Petani keluhkan harga Pupuk dan BBM

Suyono, petani kubis dan selada asal Poncokusumo. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk berpengaruh pada kesejahteraan petani, khususnya di saat harga sayur jatuh.

Suyono (55), seorang petani kubis dan selada di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang mengeluhkan dampak kenaikan BBM terhadap harga jual sayur. Ia juga mengatakan biaya perawatan tanaman menjadi cukup tinggi setelah harga pupuk naik.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Saat ditemui di kebunnya belum lama ini, Suyono mengatakan ia mencoba menggunakan pupuk kandang agar biaya perawatan bisa ditekan. Akan tetapi, penggunakan pupuk kandang berpengaruh pada ketahanan sayur setelah dipanen.

“Saya akhirnya memakai pupuk kandang. Tapi faktor risiko busuk tanaman sangat besar. (Biasanya) dua hari tahan. Kalau pakai pupuk kandang, dalam waktu satu malam batangnya sudah busuk,” jelasnya.

Pupuk ZA yang biasanya ia gunakan mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen. Satu karung pupuk ZA yang mulanya seharga Rp 120 ribu, kini naik hingga Rp 300 ribu.

Menurutnya, harga pupuk NPK, SP36, serta obat-obatan untuk memberantas hama juga mengalami kenaikan signifikan.

Saat harga sayur tinggi di bulan Mei-Juni 2022 lalu, ia mengaku masih mendapatkan untung. Namun saat ini harga sayur turun sehingga ia mengalami kerugian. Belum lagi minggu lalu harga BBM juga naik.

“Kemarin waktu harga sayur agak mahal sih nggak papa ya, masih ada untung. Sekarang sudah murah lagi,” ujar Suyono.

Dampak dari kenaikan harga BBM adalah para distributor mencoba menekan harga jual petani agar mereka tidak rugi.

“Karena ongkosnya tinggi, jadi mereka menawar ke petani supaya mereka jualnya di pasar tetap bisa murah,” kata Suyono.

Ia biasanya menjual sayurnya ke distributor yang ada di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Saat ini, kubis di petani dibeli dengan harga Rp 750 per kilo. Menurut Suyono, biaya perawatan kubis mulai semai, tanam, dan panen bisa mencapai Rp 1 ribu per kilo. Sehingga dengan harga jual semurah itu, petani mengalami kerugian.

Suyono berharap ada kebijakan pemerintah yang bisa meringankan petani. “Moga-moga pemerintah bisa membantu, terutama untuk pupuk karena harganya cukup mahal,” ujarnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: bbmpetanipupuk

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Rumah hangus terbakar

Usai Bakar Ayam, Rumah Warga Polowijen Hangus Terbakar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.