MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menegaskan komitmennya sebagai kampus unggul bereputasi internasional.
Dalam rangka menjaga kualitas tata kelola serta layanan pendidikan yang sesuai dengan standar internasional. Kampus Ulul Albab ini menggelar kegiatan Surveillance Audit ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 pada Kamis (18/6/2026).
Kegiatan audit ini dilaksanakan selama dua hari, yakni 18-19 Juni 2026 sebagai upaya memastikan pelaksanaan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen organisasi pendidikan telah berjalan secara konsisten dan berkelanjutan sesuai standar internasional.
Baca Juga: Khotmil Qur’an dan Pembekalan Yudisium Fakultas Psikologi UIN Malang: Semangat Baru Menuju Reputasi Internasional
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si mengatakan digelarnya kegiatan audit ini bukan sekadar pemeriksaan administrasi, tetapi sebagai momentum penting bagi kampus untuk melakukan evaluasi dan juga pembenahan secara berkelanjutan di segala aspek layanan, baik akademik maupun administrasi.
“Surveillance audit ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan bahwa budaya mutu tidak hanya menjadi dokumen. Tetapi benar-benar terimplementasi dalam setiap aktivitas akademik maupun administrasi di UIN Malang,” ujarnya.
Kegiatan surveillance audit ini juga turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, Kepala Biro, Dekan, Ketua SPI, dan Ketua P2B UIN Malang.
Tidak Cukup Hanya Andalkan Akreditasi
Di tengah persaingan peningkatan kualitas perguruan tinggi saat ini yang semakin kompetitif. Prof. Ilfi menilai tidak cukup jika hanya mengandalkan akreditasi untuk meningkatkan kualitas kampus.
Baca Juga: Pembekalan Hari Pertama PKL Fakultas Psikologi UIN Malang: Proses Membangun Karier Mahasiswa
Menurutnya perlu ditunjang dengan sertifikasi internasional, pemeringkatan, dan penguatan tata kelola menjadi instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik. Sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi, baik di level nasional maupun internasional.
“Kita tidak bisa berhenti hanya pada akreditasi. Sertifikasi internasional, pemeringkatan, dan berbagai indikator mutu lainnya harus terus kita ikuti sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” tegas Prof. Ilfi.
Menghadapi tantangan tersebut, beberapa langkah strategis telah dilaksanakan oleh UIN Malang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Tidak hanya mempertahankan sertifikat ISO, kampus juga memperluas cakupan kerja sama global. Serta menyiapkan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Saat ini, masing-masing fakultas telah menyiapkan berbagai skema sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.
Harapannya lulusan UIN Malang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga ditunjang dengan sertifikat profesi. Hal ini sebagai nilai tambah bagi lulusan sebagai bekal menghadapi persaingan global.
“Kami ingin mutu lulusan UIN Malang tidak kalah bersaing. Mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan yang dipelajari, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur dan diakui dunia kerja,” jelasnya.
Sementara di bidang infrastruktur, UIN Malang terus memperkuat transformasi digital di lingkungan kampus. Salah satu proyek strategis yang sedang dikembangkan adalah pembangunan pusat data atau data center modern.
Pembangunan pusat data tersebut disebut-sebut sebagai yang paling lengkap di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Capaian ini semakin mempertegas posisi kampus sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional.
Sejumlah Aspek Menjadi Perhatian
Lead Auditor, Sholichin Agung Darmawan menjelaskan bahwa proses audit akan menilai implementasi standar ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan pada berbagai unit kerja dan fakultas di lingkungan kampus.
Ia menyebutkan sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam audit kali ini, yakni pengelolaan lingkungan dan limbah, integrasi sistem informasi kampus, tata kelola layanan pendidikan, hingga penerapan prinsip inklusivitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
“ISO 21001 menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif. Pendidikan adalah hak semua orang, sehingga organisasi pendidikan perlu memastikan layanan yang diberikan dapat menjangkau seluruh peserta didik tanpa diskriminasi,” jelas Sholich.
Pihaknya berharap seluruh unit kerja dapat berpartisipasi aktif sepanjang proses audit berlangsung. Sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi pijakan dasar dalam melakukan upaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan UIN Malang.
Melalui audit ini, UIN Malang optimis dapat terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan profesionalisme tata kelola, serta menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik di level nasional maupun global.
Informasi selengkapnya tentang UIN Malang dapat diakses melalui laman ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















