Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Gadget dan Persilangan Budaya Satu Dua Dekade Silam

Redaksi by Redaksi
Juli 30, 2021 10:42 am
in Ruang Cendekia
Royhan Rikza/tugu malang

Royhan Rikza. (Foto: Dokumen)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Roihan Rikza*

Tugumalang.id – Detak jam dinding kuno di ruang tamu semakin terdengar kencang. Tak tak tek tek. Lampu penerang ruang berukuran 5×2 meter itu telah saya matikan. Jalan raya di depan rumah, sejak awal bulan lalu tampak sepi.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Maklum, demi sebuah pernyataan untuk mencegah merebaknya Covid-19, pemerintah memberlakukan pemadaman penerang jalan raya sejak pukul 20.00 WIB.

Tanggapan warga pun beraneka ragam. Tak luput pula komentar di media sosial yang tak bisa dibendung. Sebab, zaman terus melaju dan akan mengalami perubahan.

Jika boleh saya sampaikan perenungan saya, tentu perubahan di era digital ini sangatlah berefek ada tingkah pola generasi yang dielu-elukan sebagai generasi milenial.

Hampir segala aktivitas kehidupan sehari-hari setiap orang yang memiliki gadget bisa jadi tontonan. Baik berupa foto, video singkat, maupun sekedar catatan ringan, melalui akun media sosial yang saling terhubung.

Mencoba menarik mundur pada kurun waktu satu dasawarsa sebelumnya. Sekira tahun 2011 atau mundur setahun sebelumnya, di tahun 2010.

Tidak semua aktivitas seseorang dapat diketahui oleh orang lain. Terkecuali luapan pemikiran melalui jejaring sosial semacam Mailing List, Friendster, dan barangkali Facebook yang memiliki tampilan sederhana dan tidak secanggih saat ini.

Kemudian mundur kembali pada 2 dekade silam. Tahun 2001 atau tahun 2000an. Pada tahun ini, televisi (TV) sudah merata satu rumah satu TV. Informasi di luar lingkungan yang tidak dapat dijangkau oleh pandangan mata dapat diamati di layar tabung ini.

Bagaimana keseruan penyambutan malam tahun baru tahun 2000, pertumpahan darah oleh karena perseteruan antar suku, kelompok, atau golongan, sinetron berjilid seperti Tersanjung, film serial Jin dan Jun, dan juga pidato-pidato presiden bisa langsung ditangkap dengan duduk di depan layar itu.

Ada kepuasan tersendiri karena kecenderungan manusia yang memiliki dua mata dan dua telinga untuk melihat dan mendengar, lalu disampai-ceritakan sebagai bahan obrolan.

Tentulah aktivitas seseorang pada tahun-tahun itu, tidak mudah diketahui oleh orang lain seperti era gadget saat ini. Alih-alih mengetahui wajah atau kondisi terbaru dua manusia yang saling berjauhan, bisa mendapatkan kabar melalui telepon tetangga adalah kegembiraan yang luar biasa.

Memang untuk melepas rindu, seseorang yang memiliki kerabat teramat jauh, haruslah menyewa telepon ke wartel. Hanya berbincang sekian menit saja tarifnya cukup menguras isi dompet.

Tapi, kini zaman telah berubah. Berubah cepat sekali. Percepatan informasi tak perlu lagi menunggu pergantian hari, siang di Arab malam di Jawa.

Hanya beberapa detik dapat mengetahui kabar saudara yang jauh di perantauan. Ini semua cukup menggunakan gadget dengan aplikasi tatap muka yang kian mudah. Lalu nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan didustakan?

Memanfaatkan Gadget

TV di tahun 2000an, satu rumah satu TV atau lebih merata ketimbang tahun 90-an dan dekade sebelumnya. Kini gadget di tahun 2021 bisa menjadi barang yang biasa dimiliki seseorang. Bahkan, pada kapasitas tertentu, seseorang bisa memiliki lebih dari satu gadget.

Dari kepemilikan dan menjadi kebutuhan seseorang inilah, tidak hanya aktivitas saja yang bisa dibagikan melampaui batas-batas daerah.

Tetapi juga pertukaran informasi tidak lagi memiliki dinding sebagaimana halnya Wartel di tahun 2000an.

Mungkin sekali karena percepatan ini, seseorang bisa memiliki pengetahuan dan informasi yang juga cepat. Karena dengan gadget semuanya jadi mudah.

Namun demikian gadget harus digunakan dengan bijak. Terlebih, ditengah pertarungan wacana, baik itu kaplingan tanah antara kubu A dan kubu B, atau kepentingan ideologis kelompak A dan kelompok Z.

Kita mesti perpedoman pada tokoh agama atau tokoh masyarakat setempat atau seseorang yang memang memiliki kapasitas dibidangnya.

Yang demikian itu, agar tidak menjadi benalu atas kepentingan atau kebijakan umum yang semestinya tersampaikan dengan baik dan benar.

Atau lebih baik lagi, tetap menebar kebaikan yang biasa dan wajar seperti pengajian 1 menit, musik klasik atau tradisi lokal, ungkapan kata-kata bijak, foto kesatria atau tokoh motivator tertentu, yang kini mudah ditemukan berseliweran di berbagai macam media sosial.

Sudah bisa ditebak, bahwa pertempuran di zaman seperti ini, dan dalam kondisi yang tak nyaman ini, senjata yang paling ampuh adalah jempol-jempol yang bijak. Tengadah tangan memohon kebaikan pada Yang Welas lagi Asih.

Dan, akhirnya, kutipan kata bijak dari bahasa Belanda; in het heden ligt het verleden, in het nu wat komen zal. Bahwa keadaan hari ini adalah akibat perkembangan masa lalu, dan apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan. Wallahu a’lam.

*pegiat kebudayaan Kabupaten Malang

Tags: budayacovid-19GadgetpandemiTelevisi

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Kopi,Termahal,Luwak,Black Ivory,Saint Helena,Injerto,Molokai - 5 Kopi Termahal di Dunia, Hingga Belasan Juta

5 Kopi Termahal di Dunia, Hingga Belasan Juta

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.