MALANG, Tugumalang.id – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar kegiatan penyuluhan stunting dan pemeriksaan kondisi kesehatan siswa SMP Negeri (SMPN) 7 Malang pada hari Jumat (19/7/2024).
Kegiatan tersebut digelar FKIK UIN Malang yang memperoleh laporan dari Dinas Kesehatan Kota Malang bahwa wilayah di sekitar SMPN 7 Kota Malang merupakan wilayah dengan tingkat stunting cukup tinggi.
Laporan itulah yang kemudian menjadi dasar akademisi FKIK UIN Malang melakukan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Bikin Bangga! Tiga Mahasiswa UIN Malang Sukses Menjuarai Lomba Debat Konstitusi Se-Jawa Timur
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, dosen FKIK UIN Malang yang berkolaborasi dengan mahasiswa UIN Malang khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Narasumber kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan FKIK UIN Malang, Dr. Nurlaili Susanti menjelaskan tentang pentingnya peran dari remaja dalam mencegah stunting.
“Meskipun pencegahan stunting itu ada pada anak yang kurang dari 2 tahun. Namun ketika remaja saat ini, peran mereka diperlukan untuk bisa memaksimalkan pertumbuhan dengan memperhatikan gizi yang baik, pola hidup bersih dan sehat,” tuturnya.
Baca Juga: Optimalisasi Sertifikasi Halal, LPH UIN Malang Gelar Kegiatan Kaji Ulang Manajemen
Pihaknya berharap melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan kepada siswa SMPN 7 Kota Malang yang diselenggarakan UIN Malang dapat menjadi wawasan baru bagi siswa yang mayoritas masih remaja.
Sehingga depan wawasan yang cukup tentang pencegahan stunting sejak usia remaja dapat membantu menekan angka stunting di masa depan ketika para siswa tersebut telah menjadi orang tua.
Sementara salah satu mahasiswa FKIK UIN Malang yang juga didapuk sebagai Ketua Pelaksana, Farika, mengatakan bahwa latar belakang mengambil tema stunting dan pemilihan tempat merupakan hasil analisis laporan Dinas Kesehatan terkait tingginya angka stunting di wilayah SMPN 7 Malang. Menurutnya perlu perubahan mindset masyarakat bahwa untuk mencukupi gizi itu mahal.
Melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan tersebut dapat memberi wawasan kepada remaja bahwa gizi itu penting untuk mencegah stunting.
“Perlu juga adanya memperbaiki mindset para siswa yang menganggap makanan gizi itu mahal. Ini sangat perlu menjadi perhatian dikarenakan salah satu upaya mencegah stunting adalah dengan memperhatikan gizi yang masuk pada tubuh,” terang Farika.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan FKIK UIN Malang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang cukup dan mendalam bagi siswa yang saat ini masih berusia remaja.
Dengan wawasan yang cukup dapat menjadi upaya untuk menekan peningkatan angka stunting di Indonesia, khususnya di Kota Malang.
Informasi lebih lanjut seputar UIN Malang dapat diakses melalui laman ini (klik di sini).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























