Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Film Romantik Problematik Geliatkan Kembali Perfilman Malang Raya

Redaksi by Redaksi
September 18, 2022 12:08 pm
in Berita
Dunia Film Malang Raya

Suasana nobar dan diskusi film Romantik Problematik garapan BW Purbanegara yang diselenggarakan Bioskop Online bersama Siar Sinema dan Guyub Film Malang Raya di Auditorium Kampus II UMM Malang, Sabtu (17/9/2022). Foto/Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Film Romantik Problematik garapan BW Purbanegara menuai sambutan baik di mata pecinta dan pegiat film di Malang, Jawa Timur. Ratusan penonton tampak antusias menonton film garapan sineas Yogyakarta itu di Auditorium Kampus II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) malam itu, Sabtu (17/9/2022).

Pemutaran film ini seolah menjadi pemuas dahaga para penikmat film di Malang yang sudah haus akan tontonan ‘bergizi’ usai 2 tahun hiatus akibat pandemi COVID-19. Lewat pemutaran film ini, Boskop Online bersama Siar Sinema dan Guyub Film Malang Raya sukses kembali meramaikan blantika perfilman di Malang Raya.

READ ALSO

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Dunia FIlm malang raya
Sesi foto bersama usai pemutaran film Romantik Problematik garapan BW Purwanegara di Malang. Foto/Dok.

Tak hanya pemutaran film, juga dilakukan kegiatan diskusi bersama sutradara filmnya langsung, BW Purwanegara. Mereka asyik berbincang seputar keseruan di balik layar pembuatan film yang juga bisa diakses di bioskoponline.id tersebut.

Dalam diskusi tersebut juga turut hadir Bonifacius Soemarmo selaku VP Growth & Marketing of Digital Business Visinema dan produser film Damar Ardi. Spesialnya, dalam pembuatan film panjang bergenre drama romantik ini juga melibatkan perwakilan sineas Malang.

Film berdurasi 90 menit itu dibintangi dua pemeran utama yaitu Bisma Karisma, dulu dikenal sebagai personil Smash dan Lania Fira, aktris muda yang malang-melintang di dunia sinetron. Keduanya memerankan sepasang anak muda yang menjalin relasi asmara dengan permasalahannya masing-masing.

Sedikit spoiler, diceritakan dalam film itu, Ricky dan Alisha merupakan proses pendewasaan sepasang anak muda yang ingin keluar dari jebakan hubungan yang toksik (toxic relationship). Keduanya memiliki masa lalu yang suram sehingga cukup berpengaruh terhadap perilaku dan relasi asmara mereka sehari-hari.

Sutradara Romantik Problematik BW Purwanegara asyik berbincang dalam sesi diskusi bersama komunitas film di Malang Raya. Foto/Dok.

Karakter Ricky dalam hal ini ditokohkan sebagai sosok yang overthinking hingga obsesif kompulsif. Sementara karakter Alisha digambarkan sebagai perempuan tomboi yang memiliki latar belakang keluarga yang kacau alias broken home.

Tapi jangan kira film ini menyajikan plot cerita cinta yang menye-menye, karena film ini justru menyajikan keruwetan dalam sebuah relasi asmara. Dalam film ini juga berhasil menggambarkan realita masyarakat yang masih memegang teguh asas judgmental dan masalah sosial yang lain.

Film ini bisa dikatakan berhasil keluar dari narasi film drama romantis populer pada umumnya. Dari film ini, menyiratkan nilai edukasi, bahwa menjalin hubungan asmara bahkan menuju fase pernikahan ternyata tidak semudah yang dikira.

”Saling keterbukaan adalah kuncinya. Bagaimana kemudian menjadi penting untuk membangun relasi yang terbuka dan setara,” begitu, kata sutradara BW Purwanegara diwawancara usai sesi diskusi bersama komunitas dan pegiat film.

Film Romantik Problematik ini memang lebih banyak menekankan pada dialog. Dimana keduanya saling bertukar pikiran dan keruwetan yang sama. Kalau kata Mas BW, keduanya menjadi representasi anak muda saat ini (Gen-Z) yang sedang memasuki fase krisis identitas atau pencarian jati diri.

”Ini kan yang saya angkat soal keinginan menikah ya, jadi ini masa-masa mereka merenung. Di film ini, kemudian menjadi penting agar dalam menjalin relasi itu harus saling terbuka, menyelesaikan masa lalunya dulu, agar nantinya tidak menjadi masalah di kemudia

n hari,” paparnya.

Intinya, film ini membuat penontonnya memahami perspektif baru tentang bagaimana masalah dalam sebuah relasi itu selalu ada, dan bagaimana sebuah hubungan itu perlu diperjuangkan oleh kedua belah pihak, untuk bisa melewati masalah.

Meski begitu, Sutradara Film Ziarah (2016) yang memenangi ASEAN International Film Festival itu tidak ingin film Romantik Problematik jadi acuan nilai utama. Karena menurut dia, anak muda sendiri yang tahu cara menyelesaikannya masalahnya sendiri.

”Kalau solusi di generasi saya ya pendekatannya seperti ini. Maka itu, seharusnya yang paling tepat dalam membicarakan problematika anak muda ya anak muda itu sendiri, bukan generasi yang lain. Jadi, kuharap film seperti ini juga dibuat anak muda sekarang,” ujarnya

Antrean membeludak para pecinta dan pegiat film di Malang untuk menonton pemutaran film Romantik Problematik. Foto/Dok.

”Kalau citayam fashion week saja bisa ada, harusnya semangat itu juga harusnya bisa menular ke dunia film,” imbuh Alumnus Ilmu Filsafat UGM itu.

Di lain sisi, Damar Ardi Sebagai produser, ikut aktif memaparkan pengalamannya bekerjasama dengan BW Purbanegara yang mencoba keluar dari gaya signature film khasnya. Di film ini, BW Purwanegara kata dia berhasil mendobrak gaya film drama menye-menye pada umumnya.

”Bagi kami film ini sangat menarik dan relate banget sama anak muda sekarang. Banyak dialog-dialog yang menyentil masalah sosial di sekitar kita. Selain itu juga banyak nilai edukasi, agar kita tidak terjebak dalam hubungan yang toksik,” paparnya.

”Dalam membangun hubungan, tak semudah yang dipikirkan. Di sini perjuangan itu muncul. Meski ceritanya anak muda banget, tetapi ada pesan mendalam yang disampaikan lewat film ini,” imbuh dia.

Selama kegiatan berlangsung, antusias positif yang terbangun antara anggota komunitas. Teman-teman komunitas film aktif membangun komunikasi dengan narasumber yang hadir.

Bonifacius Soemarmo, selaku VP Growth & Marketing of Digital Business Visinema, pihaknya dalam jajaran Bioskop Online ikut senang bisa berkolaborasi dengan para komunitas ini, karena membuat mereka terlibat aktif dalam diskusi seputar film.

“Karena komunitas ini juga salah satu roots-nya perfilman, itu sebabnya juga Bioskop Online ingin lebih banyak melakukan kolaborasi dengan teman-teman komunitas,” kata dia.

Semangat membangkitkan kualitas perfilman di Indonesia ini juga datang dari Arfan Adhi Perdana, Ketua Komunitas Guyub Film Malang Raya. Arfan, yang juga ikut terlibat aktif membidani pemutaran film-film festival di Malang bersama Siar Sinema ini berharap dari sini bisa jadi momentum bangkitnya dunia perfilman, khususnya di Malang Raya.

Sebenarnya, menurut dosen perfilman di UMM ini, potensi sineas di Malang juga tak kalah seru dengan di Yogyakarta. Hanya saja memang dukungan dari pemerintah daerah belum proporsional. Animo dari pemutaran film Romantik Problematik menjadi bukti bahwa potensi industri perfilman di Malang sangat tinggi.

”Potensi tinggi banget, kualitas SDM ada, tinggal sokongan biaya dan fasilitas publik yang proper, saya kira akan sangat bagus buat perfilman Malang kedepannya,” ungkapnya.

Antrean membeludak para pecinta dan pegiat film di Malang untuk menonton pemutaran film Romantik Problematik. Foto/Dok.

Sebagai informasi, Bioskop Online adalah sebuah layanan TVOD (Transaction Video On Demand) yang menawarkan kurasi film dari berbagai produser film lokal. Film yang lolos kurasi bisa diakses langsung melalui situs www.bioskoponline.com, atau lewat aplikasi yang bisa diunduh melalui App Store atau Google Play Store.

Konten film yang ada disana terdiri dari banyak jenis genre dan film mulai film panjang, konten original dengan durasi mid-feature, dan special show. Untuk film Romantik Problematik sendiri tak hanya diputar secara online, tapi juga secara offline sebagai upaya menjaga denyut industri film lokal.

Selain di Malang, roadshow Bioskop Online yang berkolaborasi dengan rekan-rekan komunitas film di beberapa kota ini sudah terselenggara di Yogyakarta dan Semarang. Film Romantik Problematik ini sudah rilia sejak 23 Agustus 2022 lalu.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: FIlm Malangperfilman malang rayaRomantik Problematik

Related Posts

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Next Post
Penganguran di Kota Batu Tinggi

Angka Pengangguran di Kota Wisata Batu Capai 14 Ribu

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.