Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Farhanuddin Fatah, Guru SD Sumawe Bantu Kembangkan Esports di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2022 8:14 am
in Featured, Insight
membina esports kabupaten malang

Fattah saat menerima penghargaan dari Bupati Malang. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kabupaten Malang memiliki potensi atlet esports yang sangat besar. Dengan upaya pengembangan yang tepat, akan ada banyak atlet-atlet berprestasi yang lahir dari wilayah ini.

Farhanuddin Fattah. Foto: Aisyah Nawangsari

Farhanuddin Fattah (23), pemuda asal Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang melihat besarnya potensi ini. Ia pun berinisiatif untuk mengembangkan kemampuan anak-anak muda yang masih duduk di bangku sekolah untuk berkompetisi di dunia esports.

READ ALSO

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Berkat kerja kerasnya, ia berhasil meyakinkan developer Mobile Legend, Moonton untuk memberikan beasiswa kepada enam sekolah di Kabupaten Malang. Beasiswa ini berupa enam unit handphone per sekolah dan pembebasan biaya pelatihan bagi anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler (ekskul) esports.

Upayanya ini rupanya diapresiasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Malang. Mereka pun merekomendasikan Fattah kepada Bupati Malang untuk mendapat penghargaan sebagai pemuda penggerak teknologi di Kabupaten Malang.

Pada Jumat (28/10/2022), Fattah diundang ke Pendopo Agung Kabupaten Malang untuk menerima penghargaan tersebut. Ia satu di antara lima pemuda penggerak di Kabupaten Malang yang menerima penghargaan tersebut.

Seorang Guru yang Mengajar Esports

Sebagai seseorang yang lahir di keluarga pendidik, Fattah memiliki passion mengajar. Ia pun mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).

Passion mengajar itu juga dibarengi dengan kegemarannya bermain esports Awalnya, ia sendiri mengikuti berbagai turnamen. Namun setelah menginjak usia 20 tahun, ia beralih menjadi pelatih.

“Banyak adik-adik yang minta diajarin main game. Karena basic saya pengajar, jadi kenapa nggak? Saya sudah nggak jadi player, karena usia sudah di atas 20 tahun,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Wasit dan Pelatih Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Malang.

Agar bisa mengajar dengan baik, ia mencari informasi pelatihan untuk pelatih (coach) esports. Pada tahun 2021 ia mendapat panggilan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Dari sekitar 40 orang yang mendaftar, yang lolos hanya sekitar 28 orang. Saya mewakili Jawa Timur bersama dua orang lainnya,” tuturnya.

Sepulang dari pelatihan tersebut, Fattah mulai mengajar esports bagi generasi muda. Di samping pekerjaan rutinnya sebagai guru di SDN 3 Argotirto, Fattah memanfaatkan waktunya untuk mengajar ekskul esports di SMAN 1 Bululawang, MTsN 4 Malang, SMK Cendika Bangsa, dan Universitas Islam Raden Rahmat.

Salurkan Beasiswa Esports untuk 6 Sekolah

Kabupaten Malang akan menjadi wilayah pertama di Indonesia yang sekolah-sekolahnya mendapat beasiswa dari Moonton. Kesempatan ini tentu saja hadir berkat Fattah. Ia berhasil meyakinkan mereka bahwa anak-anak muda di Kabupaten Malang memiliki potensi yang luar biasa.

Fattah saat mengikuti pelatihan untuk ekskul esporta di Jakarta. Foto: dok. Farhanuddin Fattah

Sebelumnya, ia berkeluh kesah kepada teman-teman di jaringan akademi Esports Garudaku tentang kondisi esports di Kabupaten Malang. “Ternyata mereka ada program beasiswa bersama Moonton selaku developer game Mobile Legends,” kata Fattah.

Pada tanggal 17 November 2022 nanti, mereka akan datang ke Malang untuk menyerahkan bantuan beasiswa kepada enam sekolah di Kabupaten Malang.

Enam sekolah tersebut adalah SMAN 1 Bululawang, SMK Cendika Bangsa Kepanjen, MTsN 4 Malang, Universitas Islam Raden Rahmat, SMAN 1 Turen, dan SMAN 1 Gondanglegi.

“Ada dua sekolah lagi yang masih tahap pengajuan yaitu SMAN 1 Tumpang dan SMKN 1 Turen,” imbuh Fattah.

Program ini tentunya akan membantu calon atlet esports di Kabupaten Malang dalam menggali potensi mereka.

Tak Percaya Dapat Penghargaan dari Bupati

Fattah sedang bersama teman-temannya saat ia menerima telpon dari Ketua KNPI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok. Zulham mengabarkan bahwa Fattah mendapat penghargaan dari Bupati Malang sebagai pemuda berprestasi.

Fattah awalnya tak percaya. Ia tak merasa punya prestasi yang membuatnya berhak mendapat penghargaan dari bupati.

“Saya tanya prestasi saya apa. Dia jawab dia dengar saya membantu menyalurkan beasiswa ke enam sekolah,” kata Fattah.

foto/dok.pribadi

Ketika pulang ke rumah, ia pun masih tidak percaya bahwa dia menerima penghargaan. Sehari sebelum pemberian penghargaan, Fattah kembali ditelpon oleh Zulham untuk menekankan bahwa pemberian penghargaan ini benar adanya dan akan dilakukan pada Jumat (28/10/2022) selepas upacara sumpah pemuda.

“Nanti undangannya biar dikirim orang KNPI,” kata Fattah menirukan Zulham.

Secara pribadi, ia masih merasa belum memberi banyak bagi Kabupaten Malang. Tapi ia mengakui tim ESI Kabupaten Malang telah membawa pulang banyak piala.

“Tahun ini saja kami juara 2 Porprov V Jawa Timur dan juara 2 Piala Menpora,” ujarnya.

Harapan untuk Esports Kabupaten Malang

Esports adalah industri baru yang belum dikenal oleh banyak orang. Kabupaten Malang sendiri memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan para atlet esports.

Fattah berharap kedepannya seluruh sekolah di Kabupaten Malang memiliki ekskul esport dan dilatih pelatih berlisensi nasional dengan ketentuan dari PBESI.

“Tujuannya untuk regenerasi. Atlet kita akan termakan usia dalam waktu 2-3 tahun lagi. Untuk regenerasi, dimulai dari sekolah,” jelas Fattah.

Di samping itu, Fattah juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberi perhatian lebih bagi esports. Para atlet sudah cukup berprestasi, namun belum ada dukungan dari Pemkab Malang.

Hingga saat ini esports belum tergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

“Bahkan kami di ESI Kabupaten Malang masih menggunakan uang pribadi untuk memberi apresiasi pada para atlet,” kata Fattah.

Ia berharap ini bisa segera berubah agar para atlet esports Kabupaten Malang bisa berkembang secara maksimal.

Reporter: Aisyah Nawangasari Putri
editor: jatmiko

Tags: esportskabupaten malangKNPImoontonsumber manjing wetan

Related Posts

Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Casila Indonesia
Insight

Casila Indonesia, UMKM Poncokusumo yang Sukses Ekspor ke Jepang dan Singapura

Minggu, 26 Apr 2026
Next Post
Tewas tercebur sumur

Kakek di Tajinan Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 25 Meter

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.