Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Farhanuddin Fatah, Guru SD Sumawe Bantu Kembangkan Esports di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2022 8:14 am
in Featured, Insight
membina esports kabupaten malang

Fattah saat menerima penghargaan dari Bupati Malang. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kabupaten Malang memiliki potensi atlet esports yang sangat besar. Dengan upaya pengembangan yang tepat, akan ada banyak atlet-atlet berprestasi yang lahir dari wilayah ini.

Farhanuddin Fattah. Foto: Aisyah Nawangsari

Farhanuddin Fattah (23), pemuda asal Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang melihat besarnya potensi ini. Ia pun berinisiatif untuk mengembangkan kemampuan anak-anak muda yang masih duduk di bangku sekolah untuk berkompetisi di dunia esports.

READ ALSO

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Berkat kerja kerasnya, ia berhasil meyakinkan developer Mobile Legend, Moonton untuk memberikan beasiswa kepada enam sekolah di Kabupaten Malang. Beasiswa ini berupa enam unit handphone per sekolah dan pembebasan biaya pelatihan bagi anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler (ekskul) esports.

Upayanya ini rupanya diapresiasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Malang. Mereka pun merekomendasikan Fattah kepada Bupati Malang untuk mendapat penghargaan sebagai pemuda penggerak teknologi di Kabupaten Malang.

Pada Jumat (28/10/2022), Fattah diundang ke Pendopo Agung Kabupaten Malang untuk menerima penghargaan tersebut. Ia satu di antara lima pemuda penggerak di Kabupaten Malang yang menerima penghargaan tersebut.

Seorang Guru yang Mengajar Esports

Sebagai seseorang yang lahir di keluarga pendidik, Fattah memiliki passion mengajar. Ia pun mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).

Passion mengajar itu juga dibarengi dengan kegemarannya bermain esports Awalnya, ia sendiri mengikuti berbagai turnamen. Namun setelah menginjak usia 20 tahun, ia beralih menjadi pelatih.

“Banyak adik-adik yang minta diajarin main game. Karena basic saya pengajar, jadi kenapa nggak? Saya sudah nggak jadi player, karena usia sudah di atas 20 tahun,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Wasit dan Pelatih Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Malang.

Agar bisa mengajar dengan baik, ia mencari informasi pelatihan untuk pelatih (coach) esports. Pada tahun 2021 ia mendapat panggilan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Dari sekitar 40 orang yang mendaftar, yang lolos hanya sekitar 28 orang. Saya mewakili Jawa Timur bersama dua orang lainnya,” tuturnya.

Sepulang dari pelatihan tersebut, Fattah mulai mengajar esports bagi generasi muda. Di samping pekerjaan rutinnya sebagai guru di SDN 3 Argotirto, Fattah memanfaatkan waktunya untuk mengajar ekskul esports di SMAN 1 Bululawang, MTsN 4 Malang, SMK Cendika Bangsa, dan Universitas Islam Raden Rahmat.

Salurkan Beasiswa Esports untuk 6 Sekolah

Kabupaten Malang akan menjadi wilayah pertama di Indonesia yang sekolah-sekolahnya mendapat beasiswa dari Moonton. Kesempatan ini tentu saja hadir berkat Fattah. Ia berhasil meyakinkan mereka bahwa anak-anak muda di Kabupaten Malang memiliki potensi yang luar biasa.

Fattah saat mengikuti pelatihan untuk ekskul esporta di Jakarta. Foto: dok. Farhanuddin Fattah

Sebelumnya, ia berkeluh kesah kepada teman-teman di jaringan akademi Esports Garudaku tentang kondisi esports di Kabupaten Malang. “Ternyata mereka ada program beasiswa bersama Moonton selaku developer game Mobile Legends,” kata Fattah.

Pada tanggal 17 November 2022 nanti, mereka akan datang ke Malang untuk menyerahkan bantuan beasiswa kepada enam sekolah di Kabupaten Malang.

Enam sekolah tersebut adalah SMAN 1 Bululawang, SMK Cendika Bangsa Kepanjen, MTsN 4 Malang, Universitas Islam Raden Rahmat, SMAN 1 Turen, dan SMAN 1 Gondanglegi.

“Ada dua sekolah lagi yang masih tahap pengajuan yaitu SMAN 1 Tumpang dan SMKN 1 Turen,” imbuh Fattah.

Program ini tentunya akan membantu calon atlet esports di Kabupaten Malang dalam menggali potensi mereka.

Tak Percaya Dapat Penghargaan dari Bupati

Fattah sedang bersama teman-temannya saat ia menerima telpon dari Ketua KNPI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok. Zulham mengabarkan bahwa Fattah mendapat penghargaan dari Bupati Malang sebagai pemuda berprestasi.

Fattah awalnya tak percaya. Ia tak merasa punya prestasi yang membuatnya berhak mendapat penghargaan dari bupati.

“Saya tanya prestasi saya apa. Dia jawab dia dengar saya membantu menyalurkan beasiswa ke enam sekolah,” kata Fattah.

foto/dok.pribadi

Ketika pulang ke rumah, ia pun masih tidak percaya bahwa dia menerima penghargaan. Sehari sebelum pemberian penghargaan, Fattah kembali ditelpon oleh Zulham untuk menekankan bahwa pemberian penghargaan ini benar adanya dan akan dilakukan pada Jumat (28/10/2022) selepas upacara sumpah pemuda.

“Nanti undangannya biar dikirim orang KNPI,” kata Fattah menirukan Zulham.

Secara pribadi, ia masih merasa belum memberi banyak bagi Kabupaten Malang. Tapi ia mengakui tim ESI Kabupaten Malang telah membawa pulang banyak piala.

“Tahun ini saja kami juara 2 Porprov V Jawa Timur dan juara 2 Piala Menpora,” ujarnya.

Harapan untuk Esports Kabupaten Malang

Esports adalah industri baru yang belum dikenal oleh banyak orang. Kabupaten Malang sendiri memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan para atlet esports.

Fattah berharap kedepannya seluruh sekolah di Kabupaten Malang memiliki ekskul esport dan dilatih pelatih berlisensi nasional dengan ketentuan dari PBESI.

“Tujuannya untuk regenerasi. Atlet kita akan termakan usia dalam waktu 2-3 tahun lagi. Untuk regenerasi, dimulai dari sekolah,” jelas Fattah.

Di samping itu, Fattah juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberi perhatian lebih bagi esports. Para atlet sudah cukup berprestasi, namun belum ada dukungan dari Pemkab Malang.

Hingga saat ini esports belum tergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

“Bahkan kami di ESI Kabupaten Malang masih menggunakan uang pribadi untuk memberi apresiasi pada para atlet,” kata Fattah.

Ia berharap ini bisa segera berubah agar para atlet esports Kabupaten Malang bisa berkembang secara maksimal.

Reporter: Aisyah Nawangasari Putri
editor: jatmiko

Tags: esportskabupaten malangKNPImoontonsumber manjing wetan

Related Posts

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi
Insight

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Jumat, 17 Jul 2026
Coach Fahmi berbagi pandangan tentang kepemimpinan berkarakter sebagai fondasi bangsa yang tangguh. /Foto: Dok.
Insight

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026
Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
Tewas tercebur sumur

Kakek di Tajinan Tewas Terjatuh ke Sumur Sedalam 25 Meter

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.