Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Fanatisme

Fajrus Sidiq by Fajrus Sidiq
Agustus 11, 2022 6:00 am
in Catatan, Politik
Kopi Pagi, Fajrus Sidiq.
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Fans MU biasa saja timnya kalah 1-2 di kandang sendiri. Laga perdana liga inggris. Lawan Brighton. Tidak ada berita supporter blokade jalanan. Mendukung klub sewajarnya.

Sejarah tercatat tak luput dari perkara-perkara fanatisme. Saya ingat betul penceramah kondang dan fenomenal KH Zainudin MZ. “cintailah orang yang kamu cintai sekedarnya saja”. itu hadits Nabi Muhammad SAW.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Hampir setiap habis subuh bapak saya setel radio, yang menayangkan ceramah Sang Dai Sejuta Umat itu. Saya masih umur 7 di tahun 1998. Tahun dimana banyak orang katanya bankrut. Tapi nelayan desa kami tetap menerjang ombak. Seperti biasa. Melaut cari ikan. Seperti nenek moyang.

Cinta dan benci sekedarnya saja. Tak perlu berlebihan. Fanatisme bikin kolot. Sulit membuka ruang diskusi dengan orang lain.

Anda masih ingat James Eagan Holmes Si Joker. Cerita penembakan brutal di bioskop Century, Colorado AS. Tahun 2012. Sejumlah pengakuannya yang ditulis media, Holmes adalah Joker di dunia nyata. Tugasnya melibas Batman.

Holmes fanatik betul terhadap Joker. Saat bioksop akan memutar film Batman, dia bertindak. Holmes melesatkan tembakan brutal ke area penonton. Hingga saat ini, peristiwa 20 Juli 2012 tercatat sebagai peristiwa mengerikan di AS.

Kisah fanatisme lain juga diperankan Ibnu Muljam. 17 Ramadhan 40 Hijriah. Atau tahun 661 Masehi. Tebasan pedang berlumur racun menghujam Khalifah Ali. Peristiwa ngeri ini digambarkan di sejumlah kitab lama karangan para ilmuan.

Perbedaan tafsir. Perbedaan pandangan. Seolah jalan keluarnya hanyalah pertumpahan darah. Padahal pokok dari perbedaan itu adalah kesatuan. Bukan jadi perpecahan yang wajib terpecah belah. Tersekat-sekat.

India dan Pakistan juga akhirnya jadi terpecah. Mahatma Gandhi yang menyerukan kesatuan, ditembak mati Nathuram Gosde. Penganut aliran “fanatisme” Hindu. Padahal Gandhi berkata; Tuhan tidak punya agama.

Ketiga contoh tadi, para pelaku bukan orang biasa. Holmes itu Sarjana Neurosains. Muljam guru ngaji kepercayaan Khalifah Umar. Dan Godse, tokoh nasional India.

Fanatisme menjadi sumber kekuatan untuk bersatu. Tapi konotasi fanatisme seperti diperlihatkan Holmes, berbuah bahaya.

Tan Malaka pernah bilang; Setiap orang berkumpul dengan jenis dan wataknya. Ibarat air berkumpul dengan air. Minyak dengan minyak.

Banyak pendapat menyatakan, pemilu jadi ajang pertunjukan fanatisme. Media sosial tak terbendung. Klaim dan perang komentar melesat-lesat. Bagai miliaran anak panah berapi. Beterbangan di atas rumah.

Apalagi 2 periode terakhir. Duel Jokowi-Prabowo. Banyak makan energi. Fanatisme kedua pendukung jadi tontonan sehari-hari. Yang tanggung (harus) jadi golput. Yang mikir belum tentu sampai.

Untuk itu, saya perlu belajar kepada Gus Dur. Yang membubarkan sikap fanatik pasukan berani mati. Gus Dur tak perlu dibela dengan pertumpahan darah. “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” kata gajah yang meninggalkan gading itu.

 

 

Fajrus Sidiq

GM Tugumalang.id

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

Tags: fanatismegus durjokerpolitik

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Belajar kepemimpinan dari CEO PT Paragon

5 Kata Menggambarkan Salman Subakat

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.