Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Fakta Sejarah Masjid Tiban Turen Malang, Bukan Dibangun Jin, Tapi Hasil Karya Santri

Redaksi by Redaksi
September 1, 2025 4:13 pm
in Asli Malang
Keindahan arsitektur Masjid Tiban Turen yang penuh kaligrafi, dicetak langsung oleh santri dengan lebih dari 680 motif. Foto/Imas Salisah Goniyah

Keindahan arsitektur Masjid Tiban Turen yang penuh kaligrafi, dicetak langsung oleh santri dengan lebih dari 680 motif. Foto/Imas Salisah Goniyah

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masjid Tiban Turen di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seringkali diindentikkan dengan hal mistik dan mahluk halus. Banyak cerita beredar di masyarakat maupun media sosial yang menyebut bangunan megah ini muncul secara tiba-tiba dan dipercaya dibangun oleh bangsa jin.

Tapi benarkah demikian? Untuk mendapatkan jawaban yang pasti, tim Tugumalang.id datang langsung ke lokasi Masjid Tiban Turen dan mewawancarai salah satu pengurus pondoknya bernama Muhajirin (58).

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Dia menjelaskan, bangunan yang populer dengan sebutan Masjid Tiban itu sebenarnya Pondok Pesantren yang di dalamnya terdapat masjid. Pondok itu bernama Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Masjid Tiban Malang yang Menjadi Ikonik

Keindahan arsitektur Masjid Tiban Turen yang penuh kaligrafi. Foto/Imas Salisah Goniyah
Keindahan arsitektur Masjid Tiban Turen yang penuh kaligrafi. Foto/Imas Salisah Goniyah

“Di YouTube atau media sering disebut masjid, padahal ini pondok pesantren. Kaligrafi yang menghiasi tembok adalah nama pondok, semuanya dibuat sendiri oleh para santri,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (29/08/2025)

Sejarah pondok ini dirintis sejak tahun 1963, ketika masih berupa musala kecil di belakang rumah pendiri. Pada 1978, pondok resmi berdiri dengan jumlah santri terbatas yaitu sekitar 40 orang. Mereka hanya berasal dari kampung sekitar.

“Menjelang 1988, mulai berdatangan santri dari Banyuwangi dan Ponorogo, hingga pembangunan pondok yang lebih besar dilaksanakan pada 1988–1992,” kata pria asal Grubukan Jawa Tengah itu.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Wisata Religi di Malang Raya, Bikin Hati Tenang dan Adem

Tim Tugumalang.id saat mewawancarai Muhajirin, salah satu pengurus Masjid Tiban Turen. Foto/Hikmah
Tim Tugumalang.id saat mewawancarai Muhajirin, salah satu pengurus Masjid Tiban Turen. Foto/Hikmah

Pembangunan sempat terhenti karena masalah perizinan IMB yang baru selesai pada akhir 1997. Setelah itu, pada 1998 hingga sekarang, proses pembangunan terus berjalan.

“Semua pembangunan dilakukan oleh santri dan jemaah sendiri. Tidak ada keterlibatan jin seperti yang diberitakan. Cerita itu muncul karena saat proses pembangunan bagian depan masih tertutup rumah dan dapur, sehingga tiba-tiba terlihat megah setelah dibongkar,” jelas Muhajirin.

Arsitektur megah pondok ini bukan meniru bangunan lain, melainkan hasil istikharah para pengasuh pesantren. Ornamen-ornamen yang menghiasi setiap sudut dibuat sendiri oleh santri dengan cetakan khusus.

Keadaan Masjid Tiban Turen Malang. Foto/Imas Salisah Goniyah
Keadaan Masjid Tiban Turen Malang. Foto/Imas Salisah Goniyah

Saat ini terdapat lebih dari 680 cetakan ornamen yang digunakan untuk memperindah bangunan.

Kini, sekitar 70 keluarga santri tinggal di kawasan pesantren itu. Beberapa di antaranya menikah di lingkungan pondok, bahkan ada yang datang saat sudah berkeluarga sejak awal. Jadi total santri di pesantren ini sebanyak 350 santri. Semuanya pengabdian dari kakek-nenek sampai cucunya.

Selain pesantren, lembaga pendidikan formal juga berkembang di area ini, mulai dari KB, RA, hingga MI. Tahun depan, rencananya akan dibuka jenjang Tsanawiyah dengan tenaga pendidik dan gedung yang sudah dipersiapkan.

Meski sempat sepi saat pandemi, Masjid Tiban tetap menjadi magnet wisata religi. Wisatawan datang tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri seperti Amerika, Prancis, Italia, dan Australia.

“Harapan kami ke depan, pesantren ini bisa semakin berkembang, bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi,” tambah Muhajirin.

Dengan demikian, cerita mistis tentang pembangunan Masjid Tiban oleh bangsa jin dapat dipastikan hanyalah mitos. Keindahan bangunan ini adalah bukti nyata dari kerja keras santri, jemaah, serta doa dan istikharah para pengasuh pesantren.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Imas Salisah Goniyah (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Bangunan Jinkabupaten malangmasjid MalangMasjid Tiban Turen

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Gedung DPRD Kota Malang

Ratusan Massa Datangi DPRD Kota Malang, Ban Bekas Dibakar di Depan Gedung

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.