Tugumalang.id – Sesi inspiratif yang dibawakan Sartika Sari, Founder & Lead Consultant Perfection by Sartika, menjadi salah satu highlight dalam gelaran Rising Star 2026 yang berlangsung di Ballroom Grand Mercure Malang, pada Sabtu (10/1/2026).
Dalam event eksklusif yang digelar oleh PT. RAJA RATU (HERBAMOUR) ini, Sartika Sari mengupas tuntas pentingnya membangun personal image sebagai fondasi kepercayaan diri dan kesuksesan, baik secara personal maupun profesional.
Rising Star merupakan agenda prestisius yang dihadiri keluarga besar HERBAMOUR dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang pembelajaran dan refleksi diri melalui sesi edukatif yang dikemas elegan dan berkelas.
Event Eksklusif Keluarga Besar HERBAMOUR
“RISING STAR” adalah sebuah event eksklusif yang didedikasikan untuk merayakan pencapaian, berbagi ilmu, dan menikmati malam penuh kemewahan bersama keluarga besar PT. RAJA RATU (HERBAMOUR).

Mengusung konsep apresiasi dan pengembangan diri, Rising Star menghadirkan para pembicara profesional untuk memberikan nilai tambah nyata bagi para peserta.
Baca Juga: Wajah Kayutangan Heritage Akan Diekspansi, Diintegrasikan dengan Pertunjukan Seni Budaya di DKM
Kehadiran Sartika Sari dari Perfection by Sartika menjadi bagian penting dari visi tersebut. Materi yang ia bawakan selaras dengan semangat Rising Star, yaitu mendorong setiap individu untuk tampil lebih percaya diri, berkarakter, dan siap bersinar.
Personal Image Menentukan Kesan Pertama
Dalam sesi bertajuk “Jadilah Bersinar dengan Warna Terbaikmu”, Sartika Sari menjelaskan bahwa kesan pertama terbentuk hanya dalam hitungan detik. Ia menekankan bahwa persepsi awal seseorang sering kali ditentukan oleh tampilan visual sebelum komunikasi verbal terjadi.
“Dalam tujuh detik pertama, orang sudah membentuk penilaian. Bukan hanya soal penampilan fisik, tapi juga tentang kompetensi, profesionalisme, rasa hormat, hingga tingkat kepercayaan,” ungkap Sartika di hadapan peserta.
Ia juga mengangkat realita yang kerap dialami banyak orang, yakni merasa sudah berpakaian rapi namun tetap terlihat kurang segar atau tidak percaya diri. Menurutnya, masalah tersebut seringkali bukan terletak pada pakaian atau makeup, melainkan pada ketidaksesuaian warna dan gaya dengan karakter alami diri.
Personal Color Analysis sebagai Solusi
Salah satu inti materi yang disampaikan adalah Personal Color Analysis, sebuah metode untuk mengenali warna-warna yang paling selaras dengan undertone kulit, karakter, dan kepribadian seseorang. Dengan memahami personal color, seseorang dapat tampil lebih bersih, sehat, dan bersinar secara natural.

Sartika juga mengungkap fakta menarik terkait pola belanja fashion dan beauty. Banyak orang mengeluarkan biaya besar setiap tahun untuk pakaian dan kosmetik, namun hanya sebagian kecil yang benar-benar terpakai secara optimal. Hal ini disebabkan karena belum mengenal warna dan gaya yang tepat.
Baca Juga: Situs Purbakala Landungsari Diusulkan Jadi Cagar Budaya
“Ketika seseorang mengenal personal color-nya, keputusan belanja menjadi lebih efektif, tepat guna, dan tidak mubazir. Dampaknya bukan hanya pada penampilan, tetapi juga kepercayaan diri,” jelasnya.
Tiga Langkah Membangun Personal Image
Dalam sesi tersebut, Sartika Sari memaparkan tiga langkah utama dalam analisis personal color. Langkah pertama adalah mengenali undertone kulit (warm atau cool).
Langkah kedua adalah menentukan season color seperti spring, summer, autumn, atau winter. Sementara langkah ketiga adalah memahami intensity color, yaitu tingkat ketajaman warna yang paling sesuai dengan karakter individu.
Tak berhenti pada teori, peserta juga mendapatkan panduan praktis terkait penerapan personal color dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemilihan busana kerja, warna hijab, makeup, aksesori, hingga perhiasan. Sartika turut membahas teknik mix and match warna, kombinasi monokromatik, analogous, dan komplementer agar tampilan tetap profesional dan harmonis.
Warna sebagai Pesan Personal Branding
Lebih jauh, Sartika mengaitkan warna dengan psikologi dan personal branding. Menurutnya, warna bukan sekadar estetika, tetapi juga sarana komunikasi non-verbal yang menyampaikan pesan tentang siapa diri seseorang.
“Apa yang kita pilih untuk ditampilkan adalah pesan tentang siapa diri kita,” ujar Sartika, mengutip Najwa Shihab, yang menjadi penutup reflektif dalam sesi tersebut.
Respon Positif Peserta Rising Star
Sesi personal image branding dari Sartika Sari mendapat respons positif dari para peserta Rising Star 2026. Banyak peserta mengaku mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya personal image sebagai investasi jangka panjang, terutama dalam membangun kredibilitas, profesionalisme, dan kepercayaan diri.
Dengan latar belakang sebagai Personal Color & Branding Image Specialist, sertifikasi internasional, serta pengalaman lebih dari satu dekade, kehadiran Sartika Sari dari Perfection by Sartika dinilai memberikan nilai strategis bagi Rising Star.
Sesi ini semakin menegaskan bahwa Rising Star bukan sekadar perayaan pencapaian, melainkan juga wadah edukasi eksklusif yang mendorong setiap individu untuk tumbuh dan bersinar dengan versi terbaik dirinya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis
Editor: Herlianto. A
























