Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Empat Fakta Menarik Tentang Kentut, Benarkah Kentut Berbunyi Pasti Tidak Bau?

Redaksi by Redaksi
Oktober 12, 2022 2:44 pm
in News
bau kentut

Ilustrasi orang yang terganggu dengan bau kentut, yang biasa diketahui berbau tidak sedap. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

 

(Foto)

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Tugumalang.id — Kentut atau buang angin biasanya diasosiasikan dengan aktivitas yang memalukan dan jorok. Tetapi tidak bisa dipungkiri, semua orang pasti melakukannya. Ini dikarenakan dalam sehari, rata-rata orang akan rutin kentut sebanyak 10-20 kali per hari untuk membuang sebagian besar gas yang dihasilkan oleh bakteri yang membantu mencerna makanan Anda.

Meski tidak lumrah dibicarakan, banyak hal tidak kita ketahui dari proses pembuangan gas dari tubuh ini. Untuk itu, Tugumalang.id akan membahas empat fakta menarik mengenai kentut.

1. Kentut berbunyi pasti tidak berbau, kentut tidak berbunyi pasti berbau

Anda pasti pernah mencoba sekeras mungkin untuk tidak mengeluarkan bunyi saat kentut, tetapi pada akhirnya tetap terdengar? Kemudian, Anda mencoba membela diri dengan mengatakan “tidak akan bau”? Benar. Hal ini telah dipercaya masyarakat banyak sejak dahulu kala. Faktanya, tidak selalu seperti itu, loh.

Dilansir dari Science Focus, kenyaringan bunyi kentut ditentukan oleh jumlah gas yang dihasilkan. Orang yang kentut dengan keras kemungkinan mengalami gangguan pencernaan karena karbohidrat tidak tercerna difermentasi oleh bakteri di usus, menghasilkan gas seperti karbon dioksida dan nitrogen, gas ini sebagian besar tidak berbau. Namun, kentut bisa menjadi berbunyi keras jika seseorang menderita gangguan pencernaan tetapi pada saat yang sama mengonsumsi terlalu banyak protein.

Lalu bagaimana dengan kentut tidak berbunyi? Sebagian besar bau dari kentut berasal dari hidrogen sulfida (protein kaya akan belerang dengan bau telur busuk), gas yang dihasilkan oleh orang yang banyak mengonsumsi susu dan daging. Hidrogen sulfida yang dihasilkan makanan mengandung belerang lebih kecil volumenya dibandingkan dengan karbon dioksida yang dihasilkan fermentasi karbohidrat. Itu mengapa kentut yang bau biasanya menghasilkan sedikit tekanan gas dan tidak berbunyi.

2. Laki-laki lebih sering kentut dan perempuan punya kentut lebih bau

Frekuensi kentut setiap orang memang berbeda-beda, tetapi fakta berbicara bahwa sebenarnya laki-laki lebih sering kentut daripada perempuan. Seperti dijelaskan oleh Dr Syaefudin, Dosen Institut Pertanian Bogor Departemen Biokimia, frekuensi kentut antara perempuan dan laki-laki berbeda satu sama lain. Dimana laki-laki lebih sering kentut, dengan frekuensi 25 kali dalam sehari. Gas yang dihasilkan dari kentut berasal dari udara dan minuman eksogen atau endogen dari fermentasi makanan.

Kemudian fakta menarik lainnya, kentut perempuan nyatanya lebih berbau dibanding laki-laki. Hal ini dibuktikan oleh penelitian berjudul ‘Identification of gases responsible for the odour of human flatus and evaluation of a device purported to reduce this odour’, mengungkap bahwa perempuan memiliki konsentrasi hidrogen sulfida (penyebab kentut berbau busuk) lebih tinggi daripada laki-laki. Data menunjukan pria memiliki konsentrasi hidrogen sulfida 0,59 dalam kentut, sedangkan perempuan memiliki 1,77. Namun sekali lagi, hal ini tidak menjadi penentu, dikarenakan setiap orang memiliki sistem pencernaan dan mengonsumsi makanan berbeda-beda satu sama lain.

3. Senyawa pada kentut bisa sembuhkan penyakit

Dilansir dari Healthline, sebuah studi di tahun 2014-2016 yang dilakukan peneliti Universitas Exeter dan Universitas Texas membuktikan hidrogen sulfida yang terkandung dalam gas kentut baik untuk kesehatan, jika gas hidrogen sulfida diarahkan pada mitokondria.

Bagian dari sel manusia bernama mitokondria, dasar dari gagasan penelitian ini, dapat menghasilkan energi dengan mengambil manfaat dari gas hidrogen sulfat. Namun, peneliti menemukan hubungan antara mitokondria dan gas hidrogen sulfat ini masih punya dampak lain bagi kesehatan. Oleh karena itu, para peneliti menguji sebuah teori, yaitu apakah mengekspos sel ke hidrogen sulfida buatan membantu menjaga mitokondria mereka tetap kuat dan mencegah penyakit menjadi lebih buruk?

Dengan begitu, diciptakanlah senyawa AP39 yang meniru hidrogen sulfida. Ternyata, AP39 sama baiknya dengan hidrogen sulfida alami dalam membantu mitokondria melindungi diri dari penyakit. Hasil awal menunjukkan bahwa 80% mitokondria yang terpapar AP39 diawetkan oleh gas. Ini bisa memiliki efek luas pada banyak kondisi yang terkait dengan kematian sel yang disebabkan oleh fungsi mitokondria.

Dalam uji coba AP39 pada hewan, penelitian menemukan senyawa itu berguna untuk mengobati darah rendah, serangan jantung, stroke, meningkatkan kesehatan ginjal, dan melindungi otak.

Namun ditekankan sekali lagi, bukan berarti dengan menghirup bau kentut, Anda akan sehat dan terhindarkan dari penyakit. Dibutuhkan proses sesuai ilmu medis dan kedokteran agar senyawa tersebut bermanfaat bagi kesehatan.

4. Kentut yang berbau busuk bisa jadi tanda penyakit serius

Meski merupakan proses pembuangan gas dari tubuh dan cenderung menyehatkan karena peran mikrobioma dalam pencernaan dapat menghasilkan vitamin dan asam lemak yang membantu menjaga lapisan usus besar, namun kentut yang berbau busuk ternyata bisa menjadi tanda kesehatan Anda sedang tidak baik-baik saja.

Menurut Web MD, penyebab umum kentut berbau busuk bisa jadi karena intoleransi makanan, makanan berserat tinggi, obat-obatan dan antibiotik tertentu, hingga penyakit seperti sembelit. Tetapi, kentut berbau busuk merupakan salah satu tanda awal dari infeksi saluran pencernaan karena bakteri dan infeksi atau bahkan lebih parah, kanker usus besar.

Apalagi jika bau busuk kentut dibarengi dengan frekuensi yang tidak biasanya, seperti lebih dari 20-30 kali sehari, nyeri saat kentut, perubahan pola makan, kotoran berdarah, konstipasi, penurunan berat badan, nyeri perut serta dada, dan tidak sembuh ketika telah mengkonsumsi obat. Jika merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter untuk mendapat pertolongan dini.

Penulis: Nurukhfi Mega Hapsari
editor: jatmiko

Tags: bau busukkentutkentut perempuankentut pria

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Lolos maut lewat lubang ventilasi Stadion kanjuruhan

Lolos dari Stadion Kanjuruhan Lewat Lubang Ventilasi

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.