Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Empat Fakta Menarik Tentang Kentut, Benarkah Kentut Berbunyi Pasti Tidak Bau?

Redaksi by Redaksi
Oktober 12, 2022 2:44 pm
in News
bau kentut

Ilustrasi orang yang terganggu dengan bau kentut, yang biasa diketahui berbau tidak sedap. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

 

(Foto)

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Tugumalang.id — Kentut atau buang angin biasanya diasosiasikan dengan aktivitas yang memalukan dan jorok. Tetapi tidak bisa dipungkiri, semua orang pasti melakukannya. Ini dikarenakan dalam sehari, rata-rata orang akan rutin kentut sebanyak 10-20 kali per hari untuk membuang sebagian besar gas yang dihasilkan oleh bakteri yang membantu mencerna makanan Anda.

Meski tidak lumrah dibicarakan, banyak hal tidak kita ketahui dari proses pembuangan gas dari tubuh ini. Untuk itu, Tugumalang.id akan membahas empat fakta menarik mengenai kentut.

1. Kentut berbunyi pasti tidak berbau, kentut tidak berbunyi pasti berbau

Anda pasti pernah mencoba sekeras mungkin untuk tidak mengeluarkan bunyi saat kentut, tetapi pada akhirnya tetap terdengar? Kemudian, Anda mencoba membela diri dengan mengatakan “tidak akan bau”? Benar. Hal ini telah dipercaya masyarakat banyak sejak dahulu kala. Faktanya, tidak selalu seperti itu, loh.

Dilansir dari Science Focus, kenyaringan bunyi kentut ditentukan oleh jumlah gas yang dihasilkan. Orang yang kentut dengan keras kemungkinan mengalami gangguan pencernaan karena karbohidrat tidak tercerna difermentasi oleh bakteri di usus, menghasilkan gas seperti karbon dioksida dan nitrogen, gas ini sebagian besar tidak berbau. Namun, kentut bisa menjadi berbunyi keras jika seseorang menderita gangguan pencernaan tetapi pada saat yang sama mengonsumsi terlalu banyak protein.

Lalu bagaimana dengan kentut tidak berbunyi? Sebagian besar bau dari kentut berasal dari hidrogen sulfida (protein kaya akan belerang dengan bau telur busuk), gas yang dihasilkan oleh orang yang banyak mengonsumsi susu dan daging. Hidrogen sulfida yang dihasilkan makanan mengandung belerang lebih kecil volumenya dibandingkan dengan karbon dioksida yang dihasilkan fermentasi karbohidrat. Itu mengapa kentut yang bau biasanya menghasilkan sedikit tekanan gas dan tidak berbunyi.

2. Laki-laki lebih sering kentut dan perempuan punya kentut lebih bau

Frekuensi kentut setiap orang memang berbeda-beda, tetapi fakta berbicara bahwa sebenarnya laki-laki lebih sering kentut daripada perempuan. Seperti dijelaskan oleh Dr Syaefudin, Dosen Institut Pertanian Bogor Departemen Biokimia, frekuensi kentut antara perempuan dan laki-laki berbeda satu sama lain. Dimana laki-laki lebih sering kentut, dengan frekuensi 25 kali dalam sehari. Gas yang dihasilkan dari kentut berasal dari udara dan minuman eksogen atau endogen dari fermentasi makanan.

Kemudian fakta menarik lainnya, kentut perempuan nyatanya lebih berbau dibanding laki-laki. Hal ini dibuktikan oleh penelitian berjudul ‘Identification of gases responsible for the odour of human flatus and evaluation of a device purported to reduce this odour’, mengungkap bahwa perempuan memiliki konsentrasi hidrogen sulfida (penyebab kentut berbau busuk) lebih tinggi daripada laki-laki. Data menunjukan pria memiliki konsentrasi hidrogen sulfida 0,59 dalam kentut, sedangkan perempuan memiliki 1,77. Namun sekali lagi, hal ini tidak menjadi penentu, dikarenakan setiap orang memiliki sistem pencernaan dan mengonsumsi makanan berbeda-beda satu sama lain.

3. Senyawa pada kentut bisa sembuhkan penyakit

Dilansir dari Healthline, sebuah studi di tahun 2014-2016 yang dilakukan peneliti Universitas Exeter dan Universitas Texas membuktikan hidrogen sulfida yang terkandung dalam gas kentut baik untuk kesehatan, jika gas hidrogen sulfida diarahkan pada mitokondria.

Bagian dari sel manusia bernama mitokondria, dasar dari gagasan penelitian ini, dapat menghasilkan energi dengan mengambil manfaat dari gas hidrogen sulfat. Namun, peneliti menemukan hubungan antara mitokondria dan gas hidrogen sulfat ini masih punya dampak lain bagi kesehatan. Oleh karena itu, para peneliti menguji sebuah teori, yaitu apakah mengekspos sel ke hidrogen sulfida buatan membantu menjaga mitokondria mereka tetap kuat dan mencegah penyakit menjadi lebih buruk?

Dengan begitu, diciptakanlah senyawa AP39 yang meniru hidrogen sulfida. Ternyata, AP39 sama baiknya dengan hidrogen sulfida alami dalam membantu mitokondria melindungi diri dari penyakit. Hasil awal menunjukkan bahwa 80% mitokondria yang terpapar AP39 diawetkan oleh gas. Ini bisa memiliki efek luas pada banyak kondisi yang terkait dengan kematian sel yang disebabkan oleh fungsi mitokondria.

Dalam uji coba AP39 pada hewan, penelitian menemukan senyawa itu berguna untuk mengobati darah rendah, serangan jantung, stroke, meningkatkan kesehatan ginjal, dan melindungi otak.

Namun ditekankan sekali lagi, bukan berarti dengan menghirup bau kentut, Anda akan sehat dan terhindarkan dari penyakit. Dibutuhkan proses sesuai ilmu medis dan kedokteran agar senyawa tersebut bermanfaat bagi kesehatan.

4. Kentut yang berbau busuk bisa jadi tanda penyakit serius

Meski merupakan proses pembuangan gas dari tubuh dan cenderung menyehatkan karena peran mikrobioma dalam pencernaan dapat menghasilkan vitamin dan asam lemak yang membantu menjaga lapisan usus besar, namun kentut yang berbau busuk ternyata bisa menjadi tanda kesehatan Anda sedang tidak baik-baik saja.

Menurut Web MD, penyebab umum kentut berbau busuk bisa jadi karena intoleransi makanan, makanan berserat tinggi, obat-obatan dan antibiotik tertentu, hingga penyakit seperti sembelit. Tetapi, kentut berbau busuk merupakan salah satu tanda awal dari infeksi saluran pencernaan karena bakteri dan infeksi atau bahkan lebih parah, kanker usus besar.

Apalagi jika bau busuk kentut dibarengi dengan frekuensi yang tidak biasanya, seperti lebih dari 20-30 kali sehari, nyeri saat kentut, perubahan pola makan, kotoran berdarah, konstipasi, penurunan berat badan, nyeri perut serta dada, dan tidak sembuh ketika telah mengkonsumsi obat. Jika merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter untuk mendapat pertolongan dini.

Penulis: Nurukhfi Mega Hapsari
editor: jatmiko

Tags: bau busukkentutkentut perempuankentut pria

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Lolos maut lewat lubang ventilasi Stadion kanjuruhan

Lolos dari Stadion Kanjuruhan Lewat Lubang Ventilasi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.