Tugumalang.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak Asosiasi Pengembang Perumahan Republik Indonesia (Apersi) untuk menjawab tantangan terkait tingginya permintaan hunian perumahan di balik minimnya ketersediaan lahan. Hal itu disampaikan saat menghadiri Turnamen Golf Apersi di Malang pada Sabtu (22/11/2025).
Emil Dardak menyampaikan bahwa sektor perumahan di Jawa Timur tengah berada pada fase krusial. Kebutuhan masyarakat terus meningkat. Di sisi lain, pemerintah harus menjaga lahan lahan lumbung pangan untuk sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Emil Dardak: Prabowo-Gibran Paling Berkomitmen Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur
Ia menekankan pentingnya pengelolaan database kebutuhan dan stok hunian perumahan yang harus selaras dengan tata ruang. Termasuk dalam mencermati status lahan yang masih menjadi tulang punggung lumbung pangan.
“Memang kami akui ada kehati hatian dalam penetapan status LSD (Lahan Sawah Dilindungi) jika ingin dibuka untuk penggunaan lain. Kemudian ada pemantapan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) yang dilakukan Kementerian ATR,” ucapnya.
Emil menegaskan bahwa kehadirannya di Malang tak lain untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengajak asosiasi perumahan untuk menjawab tantangan kebutuhan rumah hunian dibalik keterbatasan lahan tersebut.
“Jawa Timur ini masih menjadi salah satu tulang punggung pangan nasional. Untuk itu lahan lahan pangan perlu tetap dijaga, meski kebutuhan perumahan di Jatim tak sedikit,” ungkapnya.
“Kita harus kerja keras, koordinasi harus makin intensif untuk mematangkan rencana tata ruang bersama ATR/BPN dan Kementan,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti percepatan penyerapan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjadi fokus pemerintah. Kuota nasional tahun ini naik signifikan dari 225 ribu menjadi 350 ribu unit.
Baca Juga: Emil Dardak: 9 Prinsip Jurnalisme Penting untuk Menjalankan Tugas Media Memantau Kekuasaan
“Peningkatan 125 ribu unit, ini tidak sederhana. Dua tiga bulan lalu, 60 persen dari kuota itu sudah terbangun. Itu sebabnya Menteri Perumahan ke Jatim untuk memastikan kemudahan perizinan dan mengurai kendala teknis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Apersi Jatim, Makhrus Sholeh mengatakan bahwa meski sektor perumahan berkembang, tantangan yang dihadapi pengembang memang tidak mudah. Misalnya soal pembebasan lahan, perizinan termasuk regulasi LSD, pembiayaan, hingga kepastian tata ruang.
“Tantangan lahan luar biasa, lalu ada perizinan, ditambah aturan LSD. Pembiayaan kini terbantu skema KPP, yang dulu KUR hanya sampai 500 juta, kini bisa 5 miliar,” urainya.
Adapun dalam momentum HUT Apersi ke-27 ini, Apersi Korwil Malang menggelar Turnamen Golf 2025 sebagai simbol penguatan sinergi pengembang dalam mendukung program pemerintah. Tak hanya diikuti kalangan pengembang, turnamen ini juga diikuti atlet profesional muda.
“Turnamen ini diikuti ratusan peserta. Kami tak menyangka antusiasnya luar biasa,” kata Makhrus.
Salah satu atlet jebolan Kejurnas yakni Qoen Sandra mengaku antusias mengikuti turnamen ini. Peraih medali Porprov Jatim itu mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang.
“Target saya di turnamen ini best over all saja. Karena tantangannya, licin susah ditebak, tetapi tetap optimis,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























