Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Ekosistem Lamun di Malang Selatan Kritis, Riset UB Ungkap Dampaknya bagi Dugong dan Karbon Biru

Redaksi by Redaksi
September 19, 2025 6:05 pm
in Pendidikan
Lamun di Malang Selatan

Ilustrasi Pengukuran Lamun dengan Line Intercept Transect (Pantai Waru-waru, Kabupaten Malang. Foto: Dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Hasil riset Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang mengungkapkan kondisi ekosistem lamun di pesisir Jawa Timur, termasuk wilayah Malang Selatan, berada dalam kondisi terancam. Penutupannya tercatat kurang dari 30 persen.

Temuan ini dipresentasikan dalam agenda Diseminasi Perkembangan Perancangan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ KSNT) Cadangan Karbon Biru yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu.

READ ALSO

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Metode Riset Lamun di Malang Selatan

Perwakilan peneliti, Citra Satrya Utama Dewi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penelitian dilakukan melalui program Seagrass Watch dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Teknik ini menggunakan rol meter yang ditarik tegak lurus dari bibir pantai ke arah laut. Setiap 10 meter, peneliti menempatkan transek kuadrat untuk menghitung persentase tutupan lamun.

“Meski tutupan lamun di Malang Selatan kurang dari 30 persen, namun masih memiliki kemampuan menyimpan karbon. Jika kerusakannya disebabkan faktor alam, ekosistem lamun bisa pulih. Namun jika karena pembangunan, potensi pemulihannya jauh lebih kecil,” jelas Citra.

Baca juga: FDA Sebut Udang Indonesia Berbahaya, Dosen UB: Masih Layak Dikonsumsi

Lamun, Penyimpan Karbon Biru yang Terabaikan

Lamun sering luput dari perhatian karena jarang dimanfaatkan secara ekonomis oleh manusia. Padahal, lamun berperan penting bagi ekosistem laut, terutama sebagai penyerap karbon biru (blue carbon).

“Dari temuan kami, banyak lamun hilang akibat reklamasi dan pembangunan. Hilangnya lamun akan berdampak langsung pada keberlanjutan populasi dugong, yang membutuhkan sekitar 30 kilogram lamun per hari sebagai sumber makanan utamanya,” tambahnya.

Selain itu, lamun terdiri dari dua bagian utama:

  • Above ground: daun dan batang.

  • Below ground: rimpang dan akar yang tersimpan di dalam sedimen.

Bagian below ground inilah yang menjadi penyimpan karbon terbesar dalam ekosistem lamun.

Peran Lamun bagi Ekosistem Laut

Lamun
Tim Peneliti FPIK Sedang Melakukan Pengukuran Lamun. Foto: Dok.

Tak hanya menyerap karbon, lamun juga berperan penting menjaga kelangsungan hidup terumbu karang. Lamun mampu menyaring lumpur dan partikel halus sehingga aliran air ke area karang tetap jernih dan tidak kelebihan nutrien.

Jika lamun hilang, pertumbuhan alga akan sulit dikendalikan. Akibatnya, permukaan terumbu karang bisa tertutup alga, yang berpotensi merusak ekosistem laut secara keseluruhan.

Dalam diseminasi hasil penelitian tersebut, materi yang dipaparkan mencakup dua riset utama, yaitu pertama, studi Blue Carbon di Lamongan dan Pulau Tabuhan (2023) bersama dengan DKP Jawa Timur, yang memetakan jenis, sebaran, biomassa, dan stok karbon lamun sebagai baseline potensi karbon biru pesisir utara Jawa Timur.

Sedangkan, publikasi kedua membahas potensi stok Blue Carbon di Pesisir Malang (2024). Di sana, terdapat lima jenis lamun, yaitu: Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Syringodium isotifolium, and Thalassia hemprichii.

Di daerah Malang Selatan, ada lima pantai yang menjadi site monitoring, yaitu pantai: Bale Kambang, Kondang Merak, Gatra, Pantai Waru-waru, dan Sendang Biru.

Lamun atau dikenal juga sebagai seagrass, berbeda dengan rumput laut (seaweed). Ia menuturkan bahwa lamun adalah satu-satunya produsen primer di laut dangkal yang mempunyai peluang menyimpan karbon di laut (blue carbon).

Untuk itu, ia mendorong semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, untuk lebih memperhatikan ekosistem lamun melalui kebijakan perlindungan dan restorasi. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Goals (SDGs): ke-13 (Penangan Perubahan Iklim), ke-14 (Ekosistem Lautan), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: ekosistem lamunekosistem lamun di malang terancam punahFPIK UBpesisir malang selatansea grassUB Malanguniversitas brawijaya

Related Posts

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional

Kamis, 16 Jul 2026
Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an
Advertorial

Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an

Kamis, 16 Jul 2026
Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang
Advertorial

Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Polresta Malang Kota

Mabes Polri Audit Polresta Malang Kota Usai Demo Ricuh 29 Agustus

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.