Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Dua Tetes Manis, “Pendekar” Pelindung Anak Kita dari Polio

Redaksi by Redaksi
Desember 16, 2022 10:38 am
in Catatan
dr. Deasy Nediyanti, Sp.A.

dr. Deasy Nediyanti, Sp.A. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: dr. Basra Ahmad Amru dan dr. Deasy Nediyanti, Sp.A*

Tugumalang.id – Jika virus polio sudah menyerang saraf yang menggerakkan otot-otot tubuh anak kita maka anak akan mengalami lumpuh layu. Kalau sudah mengalami kelumpuhan tidak ada obat untuk menyembuhkannya.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Lalu kalau tidak ada obatnya, apa ada cara mencegahnya?

Upaya pencegahan terbaik dan paling cepat saat ini yang dapat dilakukan adalah memberikan tetes manis polio. Kenapa begitu?

Tuhan sudah mengkaruniai anak kita dengan “pendekar” untuk menjaga kesehatan tubuh. “Pendekar” ini mesti latihan agar semakin jago. Apa ada “pendekar” yang bisa jadi jago tanpa latihan?

Tetes manis polio ini akan melatih “pendekar” imun anak kita. Cukup dua tetes saja melalui mulut. Hanya dengan dua tetes, “pendekar” imun Anak kita punya jurus maut melawan virus polio yang saat ini sedang menyebar di Aceh.

dr. Basra Ahmad Amru. Foto/dok

Bayangkan bila “pendekar” imun anak kita tidak terlatih dan bertemu lawan tanding virus polio yang berbahaya ini di Aceh? “Pendekar” bisa kalah, anak lumpuh.

Kenapa bisa lumpuh? Sebelum lebih jauh, penulis coba gambarkan secara sederhana bagaimana virus polio bisa mengakibatkan anak lumpuh mendadak. Di sini juga dilampirkan ilustrasi gambaran sederhana sebagai pendamping tulisan ini.

Tubuh manusia dapat digerakkan karena otot-otot di tubuh kita terhubung dengan otak melalui saraf-saraf seperti kabel listrik yang tersebar di seluruh tubuh. Tugas saraf atau kabel listrik ini adalah mengirimkan pesan ke otot-otot sesuai apa yang kita pikirkan di otak.

Ketika kita berpikir untuk mengangkat kaki, maka otak kita akan mengirimkan pesan melalui kabel listrik atau saraf tadi ke otot paha dan betis kita untuk bekerja. Sehingga otot tadi mampu menggerakkan tulang-tulang di kaki dan pada akhirnya kaki kita bergerak. Singkatnya seperti itu.

Lalu, bagaimana virus polio mengakibatkan anak dapat lumpuh mendadak? Bahkan, dapat membahayakan jiwa.

Virus tersebut masuk dari mulut anak kita. Berjalan ke usus. Berusaha masuk ke dalam darah dan dengan cepatnya mencari cara masuk ke saraf untuk merusaknya.

Karena merusak saraf, virus polio akan mengganggu aliran kabel listrik (saraf) tadi yang tugasnya menyampaikan pesan dari otak ke otot-otot.

Kalau yang diserang jaringan kabel listrik (saraf) menuju otot di paha dan betis? Maka terhalanglah pesan yang perlu disampaikan otak ke otot tersebut, sehingga otot tidak akan bekerja untuk menggerakan tulang. Kondisi inilah yang disebut lumpuh.

Foto bersama. Foto/dok

Jika yang diserang kabel listrik (saraf) menuju otot pernapasan? Anak kita tidak akan dapat bernafas spontan. Hal ini karena otot pernapasannya tidak mendapat pesan untuk mengembang dan mengempiskan dada sebagai upaya pertukaran udara di paru.

Kalau sudah tidak bisa bernapas, singkatnya bisa mengakibatkan kematian!

Lalu, kalau kabel listrik (saraf) kita tadi sudah dirusak oleh virus polio, apakah bisa kita perbaiki?

Untuk soal ini penulis teringat kejadian beberapa minggu lalu. Kabel listrik “cas-an” (charger) atau pengisi daya baterai handphone penulis rusak. Penulis mencoba membawanya ke toko servis untuk minta diperbaiki. “Ini harus diganti,” kata tukang servis tersebut.

Apakah kabel-kabel (saraf) dalam tubuh kita bisa diganti layaknya kabel handphone penulis?

Ternyata, teknologi kedokteran di dunia manapun saat ini belum bisa mengganti ‘kabel listrik’ berupa saraf di tubuh kita!

Berarti kalau terkena penyakit polio tidak ada obatnya? Betul, Anak yang terkena polio dapat lumpuh permanen atau bahkan menyebabkan kematian karena lumpuhnya otot pernafasan tadi.

Dipahami Masyarakat

Saat ini penyakit polio yang sedang menjadi wabah di Aceh. Diperlukan komunikasi efektif bagaimana menjelaskan ihwal penyakit ini secara sederhana dan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Pada berbagai sesi diskusi dengan masyarakat, harus diakui banyak tenaga kesehatan yang merasa agak kesulitan menjelaskan berbahayanya penyakit polio ini bagi anak. Masa inkubasi, eradikasi, cornu anterior, acute flaccid paralysis (AFP), NOPV2, VDVP dan masih banyak sekali istilah asing yang digunakan.

Sosialisasi. Foto/dok

Hal ini membuat komunikasi dengan kader kesehatan dan masyarakat menjadi sulit. Padahal, penyakit ini sangat berbahaya. Penting sekali masyarakat Aceh untuk tahu bagaimana pencegahannya.

Penulis teringat satu materi perkuliahan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) terkait theatre of mind. Hal ini misalnya mengacu pada bagaimana seorang penyiar radio mencoba memberikan gambaran dan perumpamaan kepada pendengar agar lebih mudah dipahami.

Penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat dan kita bisa selalu melindungi anak-anak Aceh dari penyakit berbahaya seperti polio. Dua tetes manis untuk anak Aceh yang kebal terhadap penyakit polio. (Lihat info lainnya terkait polio di Aceh pada link polioaceh.id).*

*Penulis dr. Basra Ahmad Amru adalah tim pendukung komunikasi UNICEF untuk Wabah Polio di Aceh dan dr. Deasy Nediyanti, Sp.A ialah dokter spesialis anak di Aceh Timur.

Tags: imunisasiPendekar PolioPolio

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Korban kecelakaan usai dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan.

Tabrakan Sepeda Motor di Kepanjen Malang, 1 Tewas

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.