Dr Aqua Dwipayana Bagi Tips Jitu Jadi Pebisnis di Bincang Sociopreneur

  • Whatsapp
Dr Aqua Dwipayana: Motivator Makin Diperlukan saat Pandemi COVID-19, Ketika Banyak Orang yang Frustasi, Tidak Semangat dan Patah Arang

MALANG – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menyebut menjadi sociopreneur (social entrepeneur) tidak bisa instan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Bincang Sociopreneur (Social Entrepeneur) bertajuk “Peran Sociopreneur dan Inovasi Bisnis dalam Membangkitkan Ekonomi di Era Pandemi” yang digelar secara virtual, pada Senin (15/02/2021).

Diadakan oleh Tugu Media Group (Tugumalang.id dan Tugujatim.id) bekerjasama dengan PT Paragon Technology and Innovation, kegiatan ini tak hanya menghadirkan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.

Namun juga CEO PT Paragon Technology & Innovation Salman Subakat dan Nurcholis MA Basyari, pemimpin redaksi tugujatim.id berperan sebagai moderator.

Menurut Dr Aqua, pandemi sejatinya bukan halangan untuk menjadi seorang sociopreneur atau pebisnis. Sebab, kunci menjadi pebisnis ialah kembali ke individu masing-masing dalam mengembangkan inovasi.

“Ciri-ciri pebisnis itu apapun bisnisnya dia akan selalu berfikir positif. Faktanya kita tahu di pandemi ini, banyak yang gulung tikar tapi ada juga yang berkembang luar biasa,” katanya di hadapan 570 peserta.

Selain itu, tips menjadi pebisnis, lanjut Dr Aqua, harus mau terus belajar. Diantaranya, dengan banyak menyimak, bertanya, membaca hingga mau menerima masukan dari orang lain.

“Kalau bisa jangan latah, kembangkan bisnis sesuai dengan karakter agar lebih nyaman. Upgrage kemampuan dan kemampuan Anda supaya selalu update,” sambungnya

Bagi motivator nasional ini, poin tak kalah penting untuk menjadi pebisnis ialah pandai melihat kesempatan. Kemudian, cerdas membangun komunikasi, menjual kualitas, kenali pesaing dan jangan cepat minder.

“Saya dulu pernah jual boneka tahun 1999. Mungkin sebagian pria malu tapi saya tidak. Bagi saya itu prospek yang menjanjikan. Mungkin orang lain butuh barang kita, atau mungkin karena kita yang belum bisa mengkomunikasikan maka mereka tidak tahu,” pungkasnya

Baca Juga  Epidemiolog UB Malang Sebut PPKM Tak Sinkron dengan Tingginya Mobilitas Masyarakat

Disamping itu, ia juga berpesan agar para sociopreneur ini menerapkan prinsip kerja 4 as. Yakni, kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas.

“Saat COVID-19 seperti ini, harus pinter melihat peluang yang ada. Dari segi positif, kita lihat pandemi ini merupakan tantangan untuk menbuat kita lebih ‘wah’, maju dan optimal dalam memanfaatkan segala pemberian-Nya (Tuhan) berupa akal dan pikiran agar seimbang di tengah keterbatasan,” tandasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *