Tugumalang.id – Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari meminta kontraktor pelaksana pembangunan ruang guru dan kepala sekolah di SMP Negeri 4 Kota Batu, Jawa Timur di-black list. Ini setelah pengerjaan yang dilakukan mereka tak tuntas dan dibiarkan mangkrak.
Diketahui, proyek renovasi itu ditinggalkan pihak pelaksana konstruksi sejak September 2025 lalu. Pelaksana proyek hanya mengerjakan pembongkaran atap dan pondasi cakar ayam.
Padahal jika berdasarkan pantauan di laman LPSE, renovasi tersebut bernilai pagu paket senilai Rp 1,5 miliar dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar di APBD 2025.
Baca Juga: Ketidaksesuaian SHS di RAPBD 2026 Disorot DPRD Kota Batu, Ludi Ingatkan Risiko Turunnya Mutu Infrastruktur
Khamim Tohari menegaskan jika selama ia menjabat ia tidak pernah melihat kasus seperti ini. Ia mengaku heran dengan gagalnya pelaksanaan renovasi gedung ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu.
“Masa cuma pembangunan begitu sampai gagal terlaksana. Banyak wali murid mempertanyakan persoalan ini kepada saya. Apalagi SMPN 4 Kota Batu berada di wilayah Kecamatan Bumiaji di dapil saya,” ujar politisi PDIP tersebut.

Sebagai anggota dewan, Khamim berjanji akan mengemban tanggung jawab moral mengawasi setiap program-program yang dijalankan oleh pihak eksekutif. Terlebih proyek renovasi fasilitas pendidikan menelan anggaran yang cukup besar.
Baca Juga: Kuatkan Ekonomi Lokal, Fraksi PKS DPRD Kota Batu Siap Fasilitasi UMKM Pertajam Daya Saing
Gagalnya proyek tersebut, tegas dia, bertentangan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, proyek renovasi tak tuntas itu bukan saja menghambat kegiatan belajar mengajar.
Kondisi itu menciptakan kontradiksi dengan hak layanan dasar masyarakat, khususnya dalam ranah peningkatan kualitas pendidikan.
Karena seharusnya, arah kebijakan keuangan daerah harus dikelola secara optimal agar berdampak langsung dengan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Saya mendesak permasalahan ini ditelusuri akar permasalahannya kenapa bisa sampai gagal. Apa ada yang salah dalam proses tendernya sehingga meloloskan kontraktor yang tidak memenuhi kriteria. Apa ada indikasi kutipan fee yang terlalu besar atau karena faktor lainnya,” papar dia.
Sebagai informasi, mangkraknya pembangunan tersebut membuat aktivitas pembelajaran terganggu. Selain itu, kondisi lingkungan sekolah menjadi terkesan kumuh karena bekas material dibiarkan menumpuk begitu saja.
Diketahui, saat ini pemandangan yang terlihat di sana terlihat bangunan lama masih berdiri dengan bagian atap yang telah dibongkar.
Sedangkan untuk proses bangunan yang telah dikerjakan hanya meliputi pondasi cakar ayam serta meninggalkan beberapa material seperti geragal, besi dan pasir.
Kepala SMPN 4 Kota Batu, Henu Lismiyati membenarkan kondisi tersebut. Akibatnya, kata dia, proses belajar sedikit terganggu terutama untuk praktek mata pelajaran IPA.
”Karena laboratorium IPA (fisika) digunakan untuk operasional tata usaha dan laboratorium IPA (Biologi) digunakan sebagai kelas,” ungkap Henu.
Pihaknya berharap pembangunan fasilitas tersebut bisa segera dituntaskan agar bisa meningkatkan pelayanan pendidikan. Kondisi tersebut dikatakan Heni, juga mengganggu pelayanan yang kurang maksimal, terutama saat harus melayani tamu.
“Karena para guru harus menempati ruang seadanya. Bahkan para guru sementara ini menempati ruang kelas,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dindik Kota Batu yang kini dijabat oleh Alfi Nurhidayat menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyangkut perihal itu. Selanjutnya, setelah muncul hasil audit BPK, pihaknya akan berkonsultasi dengan kepala daerah.
“Nanti hasilnya seperti apa akan kami konsultasikan ke pimpinan untuk memohon petunjuk lebih lanjut. Secara prinsip akan kami berikan yang terbaik buat sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar yang ada,” jelasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























